KALO NGENET INGAT WAKTU YA...

Senin, 28 Maret 2011

"Always Be There"

Allahu Akbar [x8]

If you ask me about love
And what i know about it
My answer would be
It’s everything about Allah
The pure love, to our souls
The creator of you and me
The heavens and the whole universe
The one that made us whole and free
The guardian of His true believers
So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promised He will always be there
To bless us with His love and His mercy
Cuz as He promised He will always be there
He’s always watching us, guiding us
And He knows what's in our little hearts
So when you lose your way
To Allah you should turn
Cuz as He promised He will always be there

He brings us out from the darkness into the light
Subhanallah capable of everything
Shouldn’t never feel afraid of anything
As long as we follow His guidance all the way
Through our short time we have in this life
Soon it will all be over
And we’ll be in His heaven and we’ll all be fine
So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promised He will always be there
To bless us with His love and His mercy
Cuz as He promised He will always be there
He’s always watching us, guiding us
And He knows what's in our little hearts
So when you lose your way
To Allah you should turn
Cuz As He promised He will always be there

Allahu Akbar [x16]

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promised He will always be there
To bless us with His love and His mercy
Cuz as He promised He will always be there
He’s always watching us, guiding us
And He knows what's in our little hearts
So when you lose your way
To Allah you should turn
Cuz As He promised He will always be there

Allahu Akbar [x12]

Kamis, 24 Maret 2011

PENOLONG MISTERIUS


Zain Pembebas

Ketika senja telah turun mengganti siang dengan malam, seorang laki-laki bergegas mengambil air wudhu. Memenuhi panggilan adzan yang bergaung indah memenuhi angkasa.

"Allahu Akbar!" suara lelaki itu mengawali shalatnya.

Khusyuk sekali ia melaksanakan ibadah kepada Allah. Tampak kerutan di keningnya bekas-bekas sujud. Dalam sujudnya, ia tenggelam bersama untaian-untaian do'a. Seusai sholat, lama ia duduk bersimpuh di atas sajadahnya. Ia terpaku dengan air mata mengalir, memohon ampunan Allah.

Dan bila malam sudah naik ke puncaknya, laki-laki itu baru beranjak dari sajadahnya.

"Rupanya malam sudah larut...,"bisiknya.

Ali Zainal Abidin, lelaki ahli ibadah itu berjalan menuju gudang yang penuh dengan bahan-bahan pangan. Ia pun membuka pintu gudang hartanya. Lalu, dikeluarkannya karung-karung berisi tepung, gandum, dan bahan-bahan makanan lainnya.

Di tengah malam yang gelap gulita itu, Ali Zainal Abidin membawa karung-karung tepung dan gandum di atas punggungnya yang lemah dan kurus. Ia berkeliling di kota Madinah memikul karung-karung itu, lalu menaruhnya di depan pintu rumah orang-orang yang membutuhkannya.

Di saat suasana hening dan sepi, di saat orang-orang tertidur pulas, Ali Zainal Abidin memberikan sedekah kepada fakir miskin di pelosok Madinah.

"Alhamdulillah..., harta titipan sudah kusampaikan kepada yang berhak,"kata Ali Zainal Abidin. Lega hatinya dapat menunaikan pekerjaan itu sebelum fajar menyingsing. Sebelum orang-orang terbangun dari mimpinya.

Ketika hari mulai terang, orang-orang berseru kegirangan mendapatkan sekarung tepung di depan pintu.

"Hah! Siapa yang sudah menaruh karung gandum ini?!" seru orang yang mendapat jatah makanan.

"Rezeki Allah telah datang! Seseorang membawakannya untuk kita!" sambut yang lainnya.

Begitu pula malam-malam berikutnya, Ali Zainal Abidin selalu mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin. Dengan langkah mengendap-endap, kalau-kalau ada yang memergokinya tengah berjalan di kegelapan malam. Ia segera meletakan karung-karung di muka pintu rumah orang-orang yang kelaparan.

"Sungguh! Kita terbebas darikesengsaraan dan kelaparan! Karena seorang penolong yang tidak diketahui!" kata orang miskin ketika pagi tiba.

"Ya! Semoga Allah melimpahkan harta yang berlipat kepada sang penolong...," timpal seorang temannya.

Dari kejauhan, Ali Zainal Abidin mendengar semua berita orang yang mendapat sekarung tepung. Hatinya bersyukur pada Allah. Sebab, dengan memberi sedekah kepada fakir miskin hartanya tidak akan berkurang bahkan, kini hasil perdagangan dan pertanian Ali Zainal Abidin semakin bertambah keuntungan.

Tak seorang pun yang tahu dari mana karung-karung makanan itu? Dan siapa yang sudah mengirimkannya?

Ali Zainal Abidin senang melihat kaum miskin di kotanya tidak mengalami kelaparn. Ia selalu mencari tahu tentang orang-orang yang sedang kesusahan. Malam harinya, ia segera mengirimkan karung-karung makanan kepada mereka.

Malam itu, seperti biasanya, Ali Zainal Abidin memikul sekarung tepung di pundaknya. Berjalan tertatih-tatih dalam kegelapan. Tiba-tiba tanpa di duga seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya!

"Hei! Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau tidak...," orang bertopeng itu mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Ali Zainal Abidin.

Beberapa saat Ali terperangah. Ia tersadar kalau dirinya sedang di rampok. "Ayo cepat! Mana uangnya?!" gertak orang itu sambil mengacungkan pisau.

"Aku...aku...," Ali menurunkan karung di pundaknya, lalu sekuat tenaga melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok. Membuat orang bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Ternyata beban karung itu mampu membuatnya tak dapat bergerak. Ali segera menarik topeng yang menutupi wajahnya. Dan orang itu tak bisa melawan Ali.

"Siapa kau?!" tanya Ali sambil memperhatikan wajah orang itu.

"Ampun, Tuan....jangan siksa saya...saya hanya seorang budak miskin...,"katanya ketakutan.

"Kenapa kau merampokku?" Tanya Ali kemudian.

"Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan," sahutnya dengan wajah pucat.

Ali melepaskan karung yang menimpa badan orang itu. Napasnya terengah-engah. Ali tak sampai hati menanyainya terus.

"Ampunilah saya, Tuan. Saya menyesal sudah berbuat jahat..."

"Baik! Kau kulepaskan. Dan bawalah karung makanan ini untuk anak-anakmu. Kau sedang kesusahan, bukan?" kata Ali.

Beberapa saat orang itu terdiam. Hanya memandangi Ali dengan takjub.

"Sekarang pulanglah!" kata Ali.

Seketika orang itu pun bersimpuh di depan Ali sambil menangis.

"Tuan, terima kasih! Tuan sangat baik dan mulia! Saya bertobat kepada Allah...saya berjanji tidak akan mengulanginya," kata orang itu penuh sesal.

Ali tersenyum dan mengangguk.

"Hai, orang yang tobat! Aku merdekakan dirimu karena Allah! Sungguh, Allah maha pengampun." Orang itu bersyukur kepada Allah. Ali memberi hadiah kepadanya karena ia sudah bertobat atas kesalahannya.

"Aku minta, jangan kau ceritakan kepada siapapun tentang pertemuanmu denganku pada malam ini...," kata Ali sebelum orang itu pergi." Cukup kau doakan agar Allah mengampuni segala dosaku," sambung Ali.

Dan orang itu menepati janjinya. Ia tidak pernah mengatakan pada siapa pun bahwa Ali-lah yang selama ini telah mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin.

Suatu ketika Ali Zainal Abidin wafat. Orang yang dimerdekakan Ali segera bertakziah ke rumahnya. Ia ikut memandikan jenazahnya bersama orang-orang.

Orang-orang itu melihat bekas-bekas hitam di punggung di pundak jenazah Ali. Lalu mereka pun bertanya.

"Dari manakah asal bekas-bekas hitam ini?"

"Itu adalah bekas karung-karung tepung dan gandum yang biasa diantarkan Ali ke seratus rumah di Madinah," kata orang yang bertobat itu dengan rasa haru.

Barulah orang-orang tahu dari mana datangnya sumber rezeki yang mereka terima itu. Seiring dengan wafatnya Ali Zainal Abidin, keluarga-keluarga yang biasa di beri sumbangan itu merasa kehilangan.

Orang yang bertobat itu lalu mengangkat kedua tangan seraya berdo'a," Ya Allah, ampunilah dosa Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Saw.

Rabu, 23 Maret 2011

Semangat Anak-anak Untuk Berjihad

Santi Liliearysh

lbnu Abi Syaibah telah memberitakan dari As-Sya’bi, bahwa ada seorang wanita menyerahkan sebilah pedang kepada anaknya pada hari perang Uhud, tetapi malangnya sang anak tidak kuat mengangkatnya, lalu pedang itu diikatkannya pada lengan anak itu. Kemudian dia mengajak anak itu menemui Rasulullah SAW seraya berkata kepadanya “Ya Rasulullah! Ini anakku, dia dapat mempertahankanmu dari musuhmu!” Maka Nabi SAW berkata kepada anak itu “Hai anak kecil, mari menghadapi orang-orang yang di sini” Kemudian beliau menyuruh lagi supaya menghadapi orang di sana! Kemudian anak kecil itu mengalami luka-luka dan terjatuh, maka orang membawanya kepada Nabi SAW, dan bila melihat luka-luka itu, beliau lalu berujar “Hai anak kecil! Barangkali engkau menyesal ikut berperang?” jawab anak itu “Tidak, wahai Rasulullah!” (Kanzul Ummal 5:277)

Ibnu Asakir telah memberitakan dari Sa’ad bin Abu Waqqash ra. dia berkata “Rasulullah SAW telah menolak Umair bin Abu Waqqash ra. dari ikut serta pada perang Badar, kerana menganggap dia masih kecil. Kerana itu, Umair telah menangis, sehingga akhirnya beliau mengizinkannya ikut berperang. Berkata Sa’ad lagi: Lalu aku menolong Umair rnengangkatkan pedangnya. Dan saya sendiri telah mengikuti perang Badar, dan pada wajahku masih belum tumbuh suatu helai rambut pun (yakni masih belum berjanggut). (Kanzul Ummal 5:270)

Ibnu Sa’ad telah memberitakan dari Sa’ad ra. dia berkata “Saya menemui saudaraku Umair bin Abu Waqqash ra. sebelum kami diperiksa oleh Rasulullah SAW pada hari perang Badar, dan aku lihat Umair mencoba melarikan diri dari orang ramai. “Kenapa engkau berlari-lari begitu, hai Umair?”, kataku kepadanya. “Aku takut Rasulullah melihatku “, jawab Umair. “Ada apa kalau dia melihatmu?” “Nanti dia akan menganggapku masih kecil, dan menolakku untuk berjihad”,jawab Umair lagi. “Kalau dia tidak mengizinkan engkau berjihad, pulang sajalah!” saranku. “Tidak”, jawab Umair dengan penuh kesal. “Aku tetap ingin berjihad, siapa tahu aku dapat mati syahid”, sambungnya lagi. Apabila Umair diperiksa oleh Rasulullah SAW, benarlah dia ditolak kerana dianggapnya masih terlalu kecil. Maka Umair terus menangis, dan meminta supaya dia diperbolehkan berjihad juga, maka Rasulullah SAW pun memgizinkannya ikut berjihad. Berkata Sa’ad lagi “jadi akulah yang membawakan pedangnya, kerana dia tidak kuat membawa pedang itu. Maka betullah seperti yang diinginkannya sebelum itu, bahwa dia adalah di antara orang-orang yang terbunuh syahid di medan perang itu, dan ketika itu usianya masih muda, yaitu 16 tahun saja.
(Al-Ishabah 3:135; Maima’uz-Zawa’id 6:68)

Senin, 21 Maret 2011

Akhina Ifa Alhaqqu Mirrabbika

Bismillahirrahmanirrahiim

Kira2 sebulan yang lalu ana mengirimkan sebuah artikel kira2 begini isinya:

***
Mempersilahkan seseorang yang dicintai untuk menikah dengan seseorang yang tepat ketika kita belum siap adalah bentuk dari sebuah pilihan yang bijaksana. Jika kita mencintainya karena ingin menjaga kesuciannya, bukankah dengan mempersilahkannya menikah maka kesuciannya akan terjaga daripada kesuciannya masih dapat terancam oleh orang lain ketika kita melarangnya untuk menikah dengan seseorang yang tepat baginya?

Saudaraku, bukankah tindakanmu ini begitu Indah?
Bukankah lebih baik ada yang menjaganya daripada kesuciannya terancam?
Bukankah usahamu ini akan berbuah Syurga?

Maka, Jangan bersedih orang2 yang ditinggalkan menikah oleh orang yang kalian harapkan.
Karena pilihanmu begitu mulia...

***

Karena ada yang 'salah sangka' dengan tulisan ana, mungkin ada baiknya jika tuliskan ana jelaskan lebih mendalam agar tidak terjadi kekeliruan

Apa yang ana tulis itu ialah mengenai suatu fenomena yang mungkin terjadi di kalangan muslim/muslimah yang belum menikah.

Terkadang diantara mereka, ikhwan pada biasanya, merasa memiliki sebuah 'kesempatan' yang menjadikan dia mampu mengajak seorang muslimah untuk menikah, namun pada saat itu dia belum memiliki kesiapan untuk meminang muslimah tersebut, sehingga hal itu bisa jadi dapat mendorong diri si ikhwan untuk meminta muslimah tersebut menunggunya hingga si ikhwan siap untuk meminang muslimah tersebut.

Dengan beberapa analisa, perkara yang terkadang ana khawatirkan dalam hal ini khususnya pihak muslimah, dimana ketika komitment telah ditetapkan diantara mereka, setidaknya muslimah ini telah menutup pintu hatinya untuk menerima pinangan dari ikhwan lainnya dalam masa penantian tsb, hal itu menjadikan muslimah tersebut menunda kesempatan bagi dirinya untuk menikah dengan orang yang telah siap meminangnya ketika pada saat itu dia telah berkomitment dengan ikwhan yang memintanya menunggu. Padahal, belum tentu pula ikhwan tersebut adalah
jodohnya.

Dan yang lebih ana khawatirnya lagi dalam masa penantian yang 'dirancang'' ini, menjadikan keduanya saling tunggu-menunggu, hingga pada suatu ketika dalam masa penantian tersebut khawatirnya muslimah itu ternyata dianiyaya oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat sesuatu aib, dan dikhawatirkan hal ini belum tentu akan menjadikan ikhwan tadi mau menikahinya lagi. Padahal bisa jadi muslimah tersebut memiliki kesempatan untuk menikah dengan laki-laki lain yang siap meminang dan menikahinya dalam masa penantian tersebut namun karena aib tersebut menjadikan komitment yang telah dirancang tadi menjadikan mereka berfikir ulang bahkan merubah komitment mereka karena sesuatu hal yg diluar perkiraan mereka.

Jadi dalam tulisan itu ana menghimbau bagi para ikhwan/akhwat yang punya kemampuan untuk 'meluluhkan' calonnya untuk menunggunya tak perlulah dia merasa sedih karena calonnya itu menikah dengan ikhwan lainnya, karena pilihan dia dengan rela mempersilahkan calonnya itu untuk menikah dengan yang telah mapan untuk menikahi si calon adalah pilihan yang baik dan lebih menjaga kesucian muslimah tersebut.

Dalam hal ini ana yakin bahwa hal ini bukan perkara mempersilahkan orang lain terlebih dahulu dalam beribadah, dalam konteks, dimana ibadah disini adalah pernikahan, melainkan hal ini merupakan himbauan agar seseorang mempersilahkan orang yang lebih siap untuk menikahi calonnya agar dengan itu calonnya itu terjaga kesuciannya dengan pernikahan daripada dia menjadi fitnah bagi orang lian hingga bisa menyebabkan aib?.

jika kita menikah dengannya berharap dapat menjaga dan memelihara dia, bukankah selama kita belum mampu menikahinya maka lebih baik jika dia dinikahkan dengan muslim yang sholeh lainnya agar dengan itu kehormatannya terpelihara?. Insya Allah

Kira-kira demikian maksud dari tulisan ana yang sebelumnya
semga tulisan tersebut tidak menjadi kesalah fahaman lagi
Insya Allah

Semoga Allah memaafkan aku ketika aku bersalah
Allahuma Amiin

senyum*
Afwan

Untaian Kata Seputih Salju

Butir-butir kata tersemat di dalam hati
Rasa ingin ungkapkan semuanya
agar hati tenang jauh lebih bahagia

Kata-kata itu seperti mutiara yang putih
Seputih salju tanpa noda...
tahukah engkau apa kata itu
Yaitu sebuah kata maaf

Maaf, karena aku telah menyukaimu
tanpa permisi ucapkan salam
tapi malah menghadirkan cinta dihati tentang dirimu....

Senin, 14 Maret 2011

Menempa Hati Untuk Ikhlas....

Abu Mushlih Ari Wahyudi

Ikhlas, merupakan bukti pengenalan hamba kepada Allah. Ikhlas juga menjadi bukti kesetiaan seorang hamba terhadap ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ibnul Qayyim rahimahulllah berkata, “... Seandainya ilmu bisa bermanfaat tanpa amalan niscaya Allah Yang Maha Suci tidak akan mencela para pendeta Ahli Kitab. Dan jika seandainya amalan bisa bermanfaat tanpa adanya keikhlasan niscaya Allah juga tidak akan mencela orang-orang munafik.” (al-Fawa'id, hal. 34)

Ada empat perkara yang selalu dibutuhkan oleh setiap insan: [1] Perkara yang disenangi dan dituntut keberadaannya, [2] Perkara yang dibenci dan dituntut ketiadaannya, [3] Sarana untuk bisa mendapatkan perkara yang disenangi dan diinginkan tersebut, [4] Sarana untuk menolak perkara yang dibenci tadi. Keempat perkara ini sangat mendesak diperlukan oleh setiap hamba, bahkan binatang sekalipun, sebab keberadaan mereka tidak akan sempurna dan menjadi baik kecuali dengan terpenuhinya itu semua (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 40).

Apabila hal itu telah jelas, maka patut untuk disadari bahwasanya Allah ta'ala merupakan sosok yang paling layak untuk disukai dan diharapkan. Sehingga seorang hamba akan senantiasa mencari keridhaan-Nya dan berusaha sekuat tenaga untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya. Sementara hanya Allah jua lah yang mampu menolong dirinya untuk terwujudnya itu semua. Adapun, penghambaan dan ketergantungan hati kepada selain-Nya jelas merupakan perkara yang dibenci dan membahayakan diri seorang hamba. Sementara hanya Allah jua lah yang mampu menolong dirinya untuk menolak bahaya itu darinya. Ini artinya, pada diri Allah ta'ala terkumpul keempat perkara yang diperlukan oleh setiap manusia (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 40).

Oleh sebab itulah, kebaikan dan kebahagiaan seorang hamba sangatlah bergantung pada perjuangannya dalam mewujudkan kandungan ayat 'Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in' -hanya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan-. Ayat ini menggambarkan bahwa Allah merupakan sosok yang paling dicari/dibutuhkan dan dikehendaki, sekaligus menunjukkan bahwa Dia semata yang paling berhak untuk dimintai pertolongan untuk bisa meraih apa yang dikehendaki oleh hamba-Nya. Bagian yang pertama mengandung pokok tauhid uluhiyah, sedangkan bagian kedua mengandung pokok tauhid rububiyah (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 41).

Dari sinilah, kita bisa mengerti bahwa sesungguhnya tiada kebahagiaan bagi hati, tiada kelezatan yang hakiki, tidak juga kenikmatan ataupun kebaikan yang sejati untuknya kecuali dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan (ilah), satu-satunya pencipta dan menjadikan-Nya sebagai puncak harapan dan kecintaan, yang lebih dicintai oleh seorang hamba daripada segala sesuatu (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 40)

Ikhlas --yaitu memurnikan amal ketaatan semata-mata untuk Allah, bukan untuk selain-Nya-- merupakan inti dari ajaran Islam selain kewajiban untuk harus selalu mengikuti Sunnah/tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena ikhlas merupakan kandungan dari kalimat syahadat la ilaha illallah, adapun kesetiaan kepada Sunnah (mutaba'ah) merupakan kandungan kalimat syahadat Muhammad rasulullah. Sementara, merealisasikan keikhlasan ini merupakan perkara yang sangat berat dan membutuhkan perjuangan. Sahl bin Abdullah berkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih sulit bagi jiwa manusia selain daripada ikhlas. Karena di dalamnya sama sekali tidak terdapat jatah untuk memuaskan hawa nafsunya.” (Jami' al-'Ulum wa al-Hikam, hal. 26).

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa merealisasikan la ilaha illallah adalah sesuatu yang sangat sulit. Oleh sebab itu sebagian salaf berkata: 'Setiap maksiat merupakan bentuk lain dari kesyirikan'. Sebagian salaf juga mengatakan: 'Tidaklah aku berjuang menundukkan jiwaku untuk menggapai sesuatu yang lebih berat daripada ikhlas'. Dan tidak ada yang bisa memahami hal ini selain seorang mukmin. Adapun selain mukmin, maka dia tidak akan berjuang menundukkan jiwanya demi menggapai keikhlasan.

Pernah ditanyakan kepada Ibnu Abbas, 'Orang-orang Yahudi mengatakan: Kami tidak pernah diserang waswas dalam sholat'. Maka beliau menjawab: 'Apa yang perlu dilakukan oleh setan terhadap hati yang sudah hancur?' Setan tidak akan repot-repot meruntuhkan hati yang sudah hancur. Akan tetapi ia akan berjuang untuk meruntuhkan hati yang makmur -dengan iman-.

Oleh sebab itu, tatkala ada yang mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa terkadang seseorang -diantara para sahabat- mendapati di dalam hatinya sesuatu yang terasa berat dan tidak sanggup untuk diucapkan -karena buruknya hal itu, pent-. Maka beliau berkata, 'Benarkah kalian merasakan hal itu?'. Mereka menjawab, 'Benar'. Beliau pun bersabda, 'Itulah kejelasan iman' (HR. Muslim). Artinya hal itu merupakan bukti yang sangat jelas yang menunjukkan keimanan kalian, karena perasaan itu muncul dalam dirinya sementara hal itu tidak akan muncul kecuali pada hati yang lurus dan bersih (lihat al-Qaul al-Mufid 'ala Kitab at-Tauhid [1/38])

Saudara-saudara sekalian, semoga Allah menambahkan kepada kita bimbingan dan pertolongan... sesungguhnya pada masa-masa seperti sekarang ini; masa yang penuh dengan ujian dan godaan serta kekacauan yang meluas di berbagai sudut kehidupan... kita sangat memerlukan hadirnya hati yang diwarnai dengan keikhlasan. Hati yang selamat, sebagaimana yang disinggung oleh Allah ta'ala dalam firman-Nya (yang artinya), “Pada hari itu -hari kiamat- tidaklah bermanfaat harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. asy-Syu'ara': 88-89)

Syaikh as-Sa'di rahimahullah berkata, “Hati yang selamat itu adalah hati yang selamat dari syirik dan keragu-raguan serta terbebas dari kecintaan kepada keburukan/dosa atau perilaku terus menerus berkubang dalam kebid'ahan dan dosa-dosa. Karena hati itu bersih dari apa-apa yang disebutkan tadi, maka konsekuensinya adalah ia menjadi hati yang diwarnai dengan lawan-lawannya yaitu; keikhlasan, ilmu, keyakinan, cinta kepada kebaikan serta dihiasinya -tampak indah- kebaikan itu di dalam hatinya. Sehingga keinginan dan rasa cintanya akan senantiasa mengikuti kecintaan Allah, dan hawa nafsunya akan tunduk patuh mengikuti apa yang datang dari Allah.” (Taisir al-Karim ar-Rahman [2/812])

Ibnul Qayyim rahimahullah memaparkan, “Ia adalah hati yang selamat dari segala syahwat/keinginan nafsu yang menyelisihi perintah dan larangan Allah serta terbebas dari segala syubhat yang menyelisihi berita yang dikabarkan-Nya.” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 15)

Ibnul Qayyim rahimahullah juga mensifatkan pemilik hati yang selamat itu dengan ucapannya, “...Ia akan senantiasa berusaha mendahulukan keridhaan-Nya dalam kondisi apapun serta berupaya untuk selalu menjauhi kemurkaan-Nya dengan segala macam cara...”. Kemudian, beliau juga mengatakan, “... amalnya ikhlas karena Allah. Apabila dia mencintai maka cintanya karena Allah. Apabila dia membenci maka bencinya juga karena Allah. Apabila memberi maka pemberiannya itu karena Allah. Apabila tidak memberi juga karena Allah...” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 15)

Sangat banyak ayat maupun hadits yang memerintahkan untuk ikhlas dan menjelaskan keutamaannya. Bukankah yang membedakan para Sahabat dengan orang-orang munafik adalah karena keikhlasan dan kejujuran yang ada di dalam hati mereka?

Allah ta'ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu al-Kitab dengan benar, maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya. Ketahuilah, sesungguhnya agama yang murni itu merupakan hak Allah.” (QS. az-Zumar: 2-3). Allah ta'ala berfirman (yang artinya), “Padahal, mereka tidaklah disuruh melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya dalam menjalankan ajaran yang lurus, mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Demikian itulah agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah: 5)

Allah ta'ala berfirman (yang artinya), “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama/amal untuk-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai.” (QS. Ghafir: 14). Allah ta'ala berfirman (yang artinya), “Dialah Yang Maha Hidup, tiada sesembahan -yang benar- selain Dia, maka sembahlah Dia dengan mengikhlaskan agama bagi-Nya.” (QS. Ghafir: 65)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku kelak pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlas dari dalam hati atau dirinya.” (HR. Bukhari). Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengucapkannya -la ilaha illallah- dengan penuh keikhlasan dan kejujuran maka dia tidak akan terus-menerus berkubang dalam kemaksiatan-kemaksiatan. Karena keimanan dan keikhlasannya yang sempurna menghalangi dirinya dari terus-menerus berkubang dalam maksiat. Oleh sebab itu dia akan bisa masuk surga sejak awal bersama dengan rombongan orang-orang yang langsung masuk surga.” (Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 21)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah ta'ala berfirman: Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang dia mempersekutukan diri-Ku dengan selain-Ku maka akan Kutinggalkan dia bersama kesyirikannya.” (HR. Muslim). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan kecuali yang ikhlas dan dilakukan demi mengharap wajah-Nya.” (HR. Nasa'i dihasankan oleh al-Iraqi dalam Takhrij al-Ihya')

Sesungguhnya ikhlas tidak akan berkumpul dengan kecintaan kepada pujian dan sifat rakus terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidak akan bersatu antara ikhlas di dalam hati dengan kecintaan terhadap pujian dan sanjungan serta ketamakan terhadap apa yang dimiliki oleh manusia, kecuali sebagaimana bersatunya air dengan api atau dhobb/sejenis biawak dengan ikan -musuhnya-.” (al-Fawa'id, hal. 143)

Bersin dan Menguap

Moe Barock

Assalamualaikum Wr.Wb

Rasulullah bersabda:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya". Shahih Bukhari, 6223.

Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.
Rasulullah bersabda:

Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)

Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, "Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)

Wassalamualaikum Wr.Wb

Jumat, 11 Februari 2011

SEJARAH VALENTINE DAY

Bocah Legenda

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang
paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup
pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14
Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak
memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke
dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi
dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang
sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender
Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan
Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada
pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang
merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa
kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang
dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan
ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban
berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam
kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh
siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk
disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit
kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu
yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi
Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal
15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari),
dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno
Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di
dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara
acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun
penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang
memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan
Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki
muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu
berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak
mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara
paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara
lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor.
Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius
I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan
nama Saint Valentines Day untuk menghormati Santo Valentine yang
kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah
disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini
sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari.
Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi.
Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya
St. Valentine termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah
diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang
berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan
Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo
Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa
Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi.
Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan
menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda
bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang
yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi
tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan
dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak
pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan
hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14
Februari 269 M.

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan
langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of
Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang
St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di
Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan
musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan Be My Valentine? yang sampai sekarang
masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh
pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata Valentine
berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: Yang
Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa. Kata ini sebenarnya
pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang
Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain
atau pasangannya menjadi To be my Valentine?, maka dengan hal itu
sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang
dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi Sang
Maha Kuasa dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali
budaya pemujaan kepada berhala.

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi
di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang
ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus
paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang
berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern
Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara
ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak
ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau
demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun
sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk
menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via
Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus.
Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja
Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah
diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari
Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan
dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa
khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang
sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender
gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha
gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang
asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan
mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih
dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda
zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme
(penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati
siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada
tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati
secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin,
Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok
gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

hukum Valentine day

Bocah Legenda

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang2 dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah, mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (Al-an'am : 116)

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang
ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda
pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik apakah itu berbentuk
pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga yang
didominasi dua warna: pink dan biru muda.

Dan Anda pasti paham, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh
dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan
dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan.
Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama
orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine
Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum
ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam
besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari
Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan
perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya.
Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung
muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius,
bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa
musyrik, karena bila dilihat dari asal muasal dan tujuannya.

KEPENTINGAN BISNIS

Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan
ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang
bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha
bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang
telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan
Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang
yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang
amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog
sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis
dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

HAL - HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN

dalam hal valentine itu perlu dipahami secara mendalam, terutama dari kaca mata agama (islam) sebagai pandangan hidup, berikut ini beberapa hal yang harus dipahami didalam masalah valentine

1. Prinsip Dasar
Valentine day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan bangsa romawi kuno dimana setelah mereka masuk agama nasrani maka berubah menjadi acara keagamaan, yang berkaitan dengan st valentine

2. Sumber Asasi
Valentine jelas bukan bersumber dari islam, melainkan dari kekuatan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. oleh karena itulah, berpegang kepada rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada islam (Allah), maka ia akan tertolak, firman Allah swt :
"Orang2 yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenarnya, dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang padamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

3. Tujuan

Tujuan menciuptakan dan mengungkapkan rasa kasih sayang dibumi persada adalah baik, tetapi bukan semenit untuk sehari,dan sehari untuk setahun, dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada valentine day, dan seolah- olah meninggikan agama lain diatas agama islam,. Islam diutuskan kepda umatnya untuk berkasih sayang dan menjalin persaudaraan yang abadi dibawah naungan Allah yang maha pengasih dan penyayang bahkan sabda Rasulullah saw :
"tidak beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya, seperti cintanya kepada diri sendiri."

4. Operasional
Pada umumnya acara valentine day diadakan dalam bentuk pesta dan hura hura perhatikan firman Allah:

"Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, sesungguhnya Dia (Allah) maha perkasa lagi maha bijak." (Al-Anfal : 63)

Sudah jelas apapun dasarnya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata2 bertentangan dengan keyakinan (aqidah) kita, janganlah kita mengotori akidah kita dengan toleransi dan setia kawan, karena kalau dikatan toleransi, ISLAMLAH YANG PALING TOLERANSI DIDUNIA,

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui Yesus sebagai Anak Tuhan dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa Yesus sebagai Anak Tuhan dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah
SWT. Naudzubillahi min dzalik!

"Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut",
Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, Selamat hari raya! dan sejenisnya.
Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi
selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.

Allah SWT sendiri di dalam Quran surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat
Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, "Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan
Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin
bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
Wallahu'alam bishawab.]

dari berbagai sumber untuk renungan kami pribadi dan kita semua pada umumnya.

Senin, 07 Februari 2011

Penampilan Nyunnah adalah Syiar Islam, Bukan Ciri Teroris!

Nidyya Helwa Ta'lab

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan syari’at Islam dengan sempurna dan meliputi segala hal, berlaku untuk semua zaman, semua tempat, dan dalam semua kondisi. Baik dalam bidang aqidah, ibadah, akhlaq sopan santun, cara berpenampilan dan berpakaian, cara bermuamalah antar sesama, dan banyak lagi. Semuanya telah lengkap dan sempurna.

Syari’at Islam ada yang bersifat batin/tidak tampak, ada pula yang bersifat zhahir/tampak. Semuanya merupakan bagian dari syari’at Islam yang harus diamalakan oleh setiap individu muslim. Syi’ar-syi’ar Islam harus dihormati dan dijunjung tinggi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (Al-Hajj : 32)

Di antara aturan syari’at Islam yang penuh rahmat ini adalah cara berpenampilan. Islam telah memberikan ketentuan bagi kaum mukminin dan mukminah dalam cara berpenampilan dan berpakaian.

Terkait dengan mukminin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

(Batas panjang) pakaian (sarung, gamis, celana) seorang muslim adalah sampai pertengahan betis, dan tidak mengapa jika sampai antara pertengahan betis dengan dua mata kaki. Kain yang (dipanjangkan sampai) berada di bawah mata kaki maka itu di neraka. Barangsiapa yang menjulurkan sarung (melebihi mata kaki) karena sombong maka Allah tidak akan melihat kepadanya. (HR. Abu Dawud 4093).

Hadits ini menunjukkan bahwa cara berpakaian seorang muslim harus di atas mata kaki, tidak boleh di bawah mata kaki. Ini ketentuan syari’at Islam sekaligus ini merupakan ajaran junjungan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Barangsiapa yang berani melanggar ketentuan ini dengan sengaja maka dia diancam dengan neraka. Jika melanggar aturan ini karena sombong, maka ancamannya lebih besar lagi.

Seorang muslim yang cinta ajaran Nabinya, cinta agama Islam, tunduk dan patuh kepada perintah Allah ‘Azza wa Jalla, maka pasti dia akan memperhatikan aturan syari’at Islam yang satu ini. Dengan tanpa malu atau gengsi ia akan berpenampilan dengan pakaian (sarung, gamis, celana) di atas mata kaki atau setengah betis.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang berjenggot lebat dan berambut tebal. Ini merupakan teladan dari beliau dalam berpenampilan. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk berjenggot. Beliau bersabda :

Potonglah kumis-kumis (kalian) dan panjangkanlah jenggot-jenggot (kalian), berbedalah kalian dengan penampilan kaum musyrikin. (Muttafaqun ‘alaihi)

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda :

Pangkaslah kumis-kumis (kalian) dan biarkan panjang jenggot-jenggot (kalian), berbedalah kalian dengan penampilan kaum majusi. (Muttafaqun ‘alaihi)

Hadits di atas menunjukkan kewajiban memanjangkan jenggot sekaligus menunjukkan haram menggunting atau mencukur jenggot. Ini adalah perintah dan larangan langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Demikian juga, Islam sebagai syari’at yang lengkap dan sempurna, pembawa rahmat bagi alam semesta, sangat menghargai dan menjaga kehormatan kaum wanita. Jangan sampai mereka menjadi mangsa pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Di antara bentuk penjagaan Islam terhadap kaum wanita adalah mereka diwajibkan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh aurat mereka, mulai dari rambut, leher, tengkuk, dada, punggung, kaki, dan seluruh anggota tubuh mereka. Perintah ini Allah tegaskan dalam Al-Qur`an pada surat An-Nur : 31 dan surat Al-Ahzab : 59. Sebagai generasi yang taat, tunduk, dan patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya para istri Nabi dan para shahabiyyah segera melaksanakan perintah tersebut. Islam mempersyarakatkan baju yang dikenakan tersebut harus menutupi seluruh tubuh, lebar, tidak ketat atau transparan, tidak berwarna mencolok atau menarik, dan beberapa kriteria lainnya.

Termasuk yang juga harus ditutup oleh kaum wanita adalah wajah. Ibunda kaum mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu’anha mengatakan :

“Para pengendara (laki-laki) melewati kami, ketika kami (para wanita) berhaji bersama-sama Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam. Maka ketika mereka (para pengendara laki-laki tersebut) telah dekat, masing-masing kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya sampai menutupi wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, maka kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).

Beberapa ketentuan terkait penampilan dan pakaian di atas merupakan ketentuan syari’at Islam dan merupakan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu saja itu menjadi ciri khas bagi kaum muslimin yang taat menjalankan ajaran syari’at, cinta kepada bimbingan Nabinya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penampilan Islami tersebut merupakan ciri-ciri orang yang bertaqwa, ciri orang yang shalih, ciri orang yang taat dan cinta pada agama Islam.

Penampilan Islami di atas bukan bikinan kelompok/golongan atau bangsa tertentu, bukan pula ciri khas kelompok atau bangsa tertentu, bukan pula sekedar adat kebiasan masyarakat, bangsa, atau kelompok tertentu. Tapi merupakan aturan syariat Islam, merupakan ketentuan yang berasal dari wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang diajarkan dan disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sungguh musibah telah menimpa kaum muslimin. Setelah kaum teroris - khawarij mencoreng Islam dan kaum muslimin, mencemarkan nama harum jihad, mereka juga mencemarkan syiar-syiar Islam. Sebagian kaum teroris - khawarij tersebut ternyata menampakkan atribut-atribut Islami di atas, bahkan mereka jadikan atribut Islami tersebut sebagai sarana untuk penyamaran dan melarikan diri!!

Maka timbullah stigma di masyarakat bahwa orang-orang berjenggot, bergamis, bercelana di atas mata kaki, atau istri bercadar berarti adalah teroris, atau sepaham/sealiran dengan teroris, atau minimalnya pro teroris sehingga harus dicurigai dan diselidiki. Sungguh jahat para teroris - khawarij tersebut, akibat ulah mereka syiar Islam yang mulia menjadi tercitrakan jelek.

Yang sangat disesalkan adalah justru sebagaian kaum muslimin sendiri menjadi benci terhadap jenggot, gamis, cadar, dll serta ikutan-ikutan menaruh curiga kepada setiap orang yang mengenakannya. Maka suasana ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membenci syariat Islam, untuk kembali menghembuskan isu bahwa jenggot, gamis, cadar, dll bukan bagian dari Islam, itu hanya adat arab badui, atau merupakan ciri-ciri kelompok garis keras. Sungguh keyakinan demikian telah menginjak-injak syari’at Islam, dan disadari maupun tidak merupakan pengingkaran terhadap sebagian ajaran Islam. Yang lebih disesalkan adalah justru stigma negatif di atas juga disuarakan oleh orang-orang yang selama ini dianggap sebagai tokoh Islam, atau cendekiawan muslim. Sungguh komentar-komentar mereka tidak memberikan solusi, tapi malah membuat suasana semakin keruh

Sikap sebagian kaum muslimin yang menaruh curiga terhadap segala atribut Islami di atas - bahkan di beberapa daerah sampai pada tindakan main hakim sendiri - bukanlah solusi untuk memberantas terorisme. Justru hal itu menunjukkan ketidakpahaman umat terhadap hakekat terorisme, di sisi lain menunjukkan betapa rapuhnya aqidah umat sehingga sangat mudah dikendalikan oleh media massa dan tokoh-tokoh yang tidak jelas.

Terorisme - Khawarij muncul karena kecintaan yang besar terhadap Islam dan semangat memperjuangkan Islam, namun keluar dari metode yang benar dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah. Terorisme yang muncul sekarang sebenarnya berakar dan merupakan kelanjutan dari paham sesat khawarij.

Untuk membentengi membentengi diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, lingkungan dan masyarakat kita dari paham sesat khawarij maka umat Islam harus kembali merujuk kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah di bawah bimbingan para ‘ulama yang meniti jejak para salafush shalih (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in).

Segala problem yang menimpa kaum muslimin tidak akan tercabut kecuali jika kaum muslimin mau kembali kepada ajaran agama mereka. Tidak akan menjadi baik kondisi umat di akhir zaman ini kecuali dengan sesuatu yang telah menjadikan baik generasi awal Islam, yaitu berpegang kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan prinsip pemahaman yang benar, yaitu metode pemahaman para salafush shalih (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in).

Ribuan ummat islam mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri membantah tentangan terhadap HT

Prince Al-Ayubbi Yahya

Syabab.Com - Lebih dari 8.000 kaum Muslim di Bangladesh selama beberapa hari lalu telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri. Surat itu berisi tuntutan kepada pemerintah agar mencabut larangan yang dipaksakan terhadap Hizbut Tahrir, serta mencabut status tahanan rumah bagi juru bicara resmi Hizbut Tahrir di Bangladesh, Muhyiddin Ahmad. Dalam surat itu dikatakan bahwa pada tanggal 22 Oktober 2009 pemerintah melarang Hizbut Tahrir di Bangladesh dengan arahan dari kaum kafir imperialis. Dan sejak saat itu, juru bicara resmi Hizbut Tahrir, Muhyiddin Ahmad, istri dan anaknya ditetapkan sebagai tahanan rumah.

Dalam hal ini, pemerintah gagal memberikan dalih atau alasan yang membenarkan keputusannya yang sewenang-wenang untuk melarang Hizbut Tahrir; dan pemerintaha juga gagal membuat tuduhan apapun untuk Muhyiddin Ahmad.

Sungguh praktek-praktek pemerintah ini bertentangan dengan Islam, ilegal dan sewenang-wenang. Sikap dan tindakan pemerintah ini tidak berbeda dari praktek-praktek para penguasa diktator di seluruh dunia dalam menghadapi lawan-lawan politiknya.

Kemudian, surat-surat mereka itu ditutup dengan janji Tuhan Yang Maha Perkasa, Allah SWT yang berfirman: “Sesungguhnya mereka yang telah menganiaya orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab jahannam, dan bagi mereka pula azab (neraka) yang membakar.” (TQS. Al-Buruj [85] : 10)

P/S: ALLAHUAKBAR!!! SEMAKIN HARI SEMAKIN MEMBAHANA BERGELORA... SUDAH TERLIHAT KEJAYAAN PASTI AKAN MENYUSUL. ALLAHUAKBAR!!!
Akatsukikage Abu Faqih

Ada banyak riwayat yang mengatakan, bahwa Rasulullah SAW tidak akan memulai peperangan, kecuali sesudah menyeru terlebih dahulu untuk memeluk Islam.
(Nashbur-Raayah 2:278; Majma'uz-Zawa'id 5:304; Kanzul Ummal 2:298).

Ibnu Mandah dan Ibnu Asakir telah memberitakan dari Abdul Rahman bin A'idz ra. katanya: Apabila Rasulullah SAW mengutus pasukannya ke medan perang, terlebih dahulu Beliau berpesan kepada mereka, katanya: Berlembutlah kepada manusia, dan jangan memulai sesuatu tindakan, sebelum kamu mengajak mereka kepada agama Allah. Sesungguhnya tiada penghuni rumah, atau penduduk kampung, yang dapat kamu membawa mereka kepadaku dalam keadaan memeluk Islam, itu adalah lebih baik kepadaku dari kamu membawa kepadaku wanita-wanita mereka dan anak-anak mereka yang kamu tawan, padahal kamu telah membunuh semua lelaki-lelaki mereka.
(Al-Ishabah 3:152; Musnad Termidzi 1:195)

Pesan Rasulullah SAW kepada Pasukan Jihad

Riwayat dari Buraidah ra. katanya: Apabila Rasulullah SAW mengutus satu pasukan, atau pasukan untuk berperang, ia berpesan kepada ketua atau panglimanya supaya senantiasa bertaqwa kepada Allah, khususnya pada diri mereka dan juga pada semua kaum Muslimin, kata Beliau: "Jika kamu bertemu dengan musuh kamu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada satu dari tiga perkara, dan kiranya mereka menerima apa saja dari antara tiga perkara itu, hendaklah kamu menerimanya dan berhentikan menyerang mereka":
Ajak mereka untuk memeluk Islam, jika mereka menerimanya, biarlah mereka memeluk Islam, dan berhenti menyerang mereka.
Ajaklah mereka untuk berpindah dari negeri mereka ke negeri orang yang berhijrah (yakni negeri Islam), dan beritahu mereka jika mereka setuju, akan diberi hak seperti yang diberikan kepada kaum yang berhijrah, dan menanggung hak seperti yang ditanggung oleh mereka. jika mereka enggan berpindah, dan ingin rnenetap di negeri mereka, maka beritahu mereka bahwa mereka harus bersikap seperti kaum badui Arab yang telah memeluk Islam, berlaku ke atas mereka semua hukum-hukum Allah yang dilaksanakan ke atas kaum yang beriman, dan bahwa mereka tidak berhak untuk menerima jizyah dan harta rampasan perang, kecuali jika mereka turut berjihad dengan kaum Muslimin.
Jika mereka enggan juga semua tawaran itu, maka berundinglah dengan mereka supaya mereka membayar jizyah (pajak), jika mereka terima, hendaklah disetujui dan hentikan serangan kepada mereka. Tetapi, jika mereka enggan dan menolak juga, maka mintalah bantuan kepada Allah dan perangilah mereka itu. Kemudian, apabila kamu mengepung penduduk yang berlindung di dalam bentengnya, lalu mereka memohon supaya kamu memberikan keputusan kepada mereka dengan hukuman Allah, maka janganlah kamu menuruti permohonan mereka itu, kerana kalian tidak mengetahui apa yang akan diputuskan Allah kepada mereka. Akan tetapi putuskanlah menurut kebijaksanaan kamu, dan tetapkanlah ke atas mereka sesudah itu apa yang dipandang wajar!
(Muslim 2:82; Abu Daud, hal. 358; Ibnu Majah, hal. 210, dan Baihaqi 9:184)

Ada beberapa riwayat yang memberitakan dari Saiyidina Ali bin Abu Thalib ra. bahwa Rasulullah SAW pernah mengutusnya ke medan perang, dan setelah pasukannya berangkat, Beliau lalu menyuruh orang mengejar pasukan itu supaya menyampaikan pesan Rasulullah SAW yang berbunyi: jangan kamu memerangi musuh kamu sebelum kamu menyeru mereka kepada agama Islam terlebih dahulu.

Dalam pembicaraan yang disampaikan oleh Sahel bin Sa'ad ra. yang dinukil oleh Bukhari dan lainnya, bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Ali ra. pada peperangan Khaibar: Berangkatlah dengan segera, hingga engkau tiba di medan perang mereka, kemudian serulah mereka kepada Islam, dan beritahu mereka apa yang diwajibkan Allah dari hal hak-haknya. Demi Allah, seandainya Allah berikan petunjuknya kepada seorang saja di antara mereka di tanganmu, itu adalah lebih baik dari engkau memiliki unta-unta merah!

Ibnu Sa'ad telah meriwayatkan dari Farwah bin Missik Al-Qathi'i ra. berkata: Sekali peristiwa aku datang kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah! Boleh atau tidakkah aku memerangi kaumku yang enggan memeluk Islam dengan mereka yang telah memeluk Islam", tanya Farwah. "Ya, boleh!" jawab Rasulullah SAW "Tapi, wahai Rasulullah!" tambahku, "mereka itu dari keturunan Saba', mereka terkenal kuat dan berani mati!" aku cuba menerangkan situasi yang sebenarnya. "Ya, boleh dan aku benarkan kamu memerangi mereka itu, walaupun mereka Saba' sekalipun!" Rasulullah SAW mengizinkanku untuk meneruskan cita-citaku itu. Berkata Farwah: Aku pun meninggalkan majlis Rasulullah SAW itu kembali ke rumah untuk membuat persiapan. Rupanya waktu itu, telah turun firman Allah ta'ala yang menjelaskan lagi tentang permasalaan Saba' tadi. Lalu Beliau menyuruh mencariku dengan mengutus orang untuk memanggilku. Malangnya aku juga sudah berangkat. Maka utusan itu pun mengejarku dan mengajakku kembali untuk menemui Rasulullah SAW. Apabila aku memasuki majelisnya, aku dapati Beliau sedang duduk dan dikelilingi oleh beberapa orang sahabatnya, lalu Beliau berkata: "Wahai Farwah! Mulaikanlah dengan menyeru mereka kepada Islam terlebih dahulu, siapa yang setuju terimalah darinya. Dan siapa yang enggan, jangan engkau lakukan apa-apa terhadapnya, sehingga datang perintah Allah kepadaku!". "Ya Rasulullah! Apa itu Saba'?" terdengar seorang sahabat bertanya, "apakah dia mengenai tanah Saba' ataupun puterinya?". "Bukan", jawab Rasulullah SAW. "Dia bukan tanahnya atau puetrinya. Tetapi dia seorang lelaki Arab yang beranak sepuluh. Enam dari padanya berpindah ke Yaman, dan empat yang lain berpindah ke Syam". Rasulullah SAW menjelaskan hakikat Saba' itu. Kemudian Beliau menyambung pula: "Adapun yang pergi ke Syam, yaitu: Lakham, Judzam, Chassan dan Amilah", Beliau berhenti sebentar, kemudian menyambung lagi, "adapun yang ke Yaman, maka mereka itu: Azd, Kindah, Himyar, Asyfariyun, Anmar dan Mudzhij". Terdengar pula suatu pertanyaan lagi meminta penerangan, Siapakah Anmar itu?". "Dia itulah yang dari keturunan Khats'am dan Bujailah", jelas Rasulullah SAW, lagi.
(Thabaqat Ibnu Sa'ad 2:154, dan Kanzul Ummal 1:260)

Dalam versi Ahmad dan Abd bin Humaid yang diriwayatkannya dari Farwah juga, bahwa dia berkata: Aku telah mendatangi Rasulullah SAW meminta izinnya untuk memerangi orang yang tidak mau memeluk Islam, kataku: "Bolehkah aku memerangi orang yang enggan memeluknya dengan mereka yang telah memeluk Islam dari kaumku?". "Ya, boleh", jawab Rasulullah SAW. "Engkau boleh memerangi orang yang enggan memeluk Islam itu dengan siapa yang telah memeluk Islam dari kaummu". Setelah aku pergi, Beliau lalu memanggilku kembali, seraya berkata: "Jangan engkau memerangi mereka, sehingga engkau menyeru mereka kepada Islam terlebih dahulu". Tiba-tiba terdengar suara orang bertanya kepada Beliau, katanya: "Wahai Rasulullah! Saba' itu, apakah lembah, atau bukit, ataupun apakah dia sebenarnya?". "Bukan semua itu", jawab Rasulullah SAW, "tetapi dia adalah seorang Arab yang beranak sepuluh orang anak...". Dan seterusnya sehingga akhir penerangan Rasulullah SAW seperti yang disebutkan di atas tadi
(Tafsir Ibnu Katsir 3:531)
Thabarani meriwayatkan dari Khalid bin Said ra. katanya: Rasulullah SAW pernah mengutusku ke negeri Yaman, seraya berpesan: Siapa yang engkau temui dari kaum Arab, lalu terdengar darinya suara azan, janganlah engkau mengganggunya. Dan siapa yang mendatangi suara azan, ajaklah mereka kepada Islam.
(Majma'uz-Zawa'id 5:307)

SEMOGA ALLAH MEMAHAMKAN KITA...AMIN
NIAT MENGAMALKAN DAN MENYAMPAIKAN LAGI KEPADA SAUDARA2 KITA YANG LAIN..INSYA ALLAH

Jejak-Jejak Khilafah "Sang Raksasa"

Galaksi Islam

Rasul saw pernah bilang kalo Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam. Ini bukan omong kosong lho. Pasca Rasul wafat, sejarah dunia mencatat ketinggian peradaban Islam, yang berada di bawah naungan Khilafah Islamiyah (negara islam) yang pernah berjaya berabad abad lamanya.
ini dia diantanranya:

1. Ketinggian sains dan ilmuwan Islam. Secara jujur, hal ini diakui oleh salah seorang cendekiawan Barat sendiri, yakni Emmanuel Deutscheu yang asal Jerman itu. Ia mengatakan, “Semua ini (yakni kemajuan peradaban Islam) telah memberikan kesempatan baik bagi kami untuk mencapai kebangkitan (renaissance) dalam ilmu pengetahuan modern.”

a. Ibn Sina (terkenal di Barat sebagai Aveciena). Seorang pakar kedokteran terkemuka hingga abad ini. Ia meninggalkan karya sekitar 267 buku. Al-Qânûn fî ath-Thibb adalah bukunya yang terkenal di bidang kedokteran.

b. az-Zahrawi. Orang pertama yang mengenalkan teknik pembedahan organ tubuh manusia. Karyanya berupa eksiklopedia pembedahan dijadikan referensi dasar dunia kedokteran selama ratusan tahun, termasuk di berbagai universitas di Barat.

c. al-Khawarizmi. Ahli matematika, penemu angka nol, sekaligus pencipta salah satu cabang ilmu matematika, algoritma. Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada awal abad ke-12 dan terus dipakai selama 400 tahun (hingga abad ke-16) sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa. Buku geografinya berjudul Kitâb Sûrât al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

d. Jabir Ibn Hayyan. Pakar ilmu kimia dengan karyanya Kitâb al-Kimyâ dan Kitâb as-Sab‘în. Terjemahan Kitâb al-Kimyâ bahkan telah diterbitkan oleh orang Inggris bernama Robert Chester tahun 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy. Berthelot juga menerjemahkan beberapa buku Jabir, di antaranya dikenal dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances, dan Book of Eastern Mercury.

e. al-Idrisi. Pakar geografi. Ia telah membuat bola dunia dari bahan perak seberat 400 kilogram untuk Raja Roger II dari Sicilia. Globe buatan al-Idrisi ini secara cermat memuat pula ketujuh benua dengan rute perdagangannya, danau-danau dan sungai, kota-kota besar, dataran serta pegunungan. Beliau memasukkan pula beberapa informasi tentang jarak, panjang dan ketinggian secara tepat. Bola dunianya itu oleh Idris sengaja dilengkapi pula dengan Kitâb ar-Rujari (Roger’s Book). Al-Idrisi pula yang pertama kali memperkenalkan teknik pemetaan dengan metode proyeksi; suatu metode yang baru dikembangkan oleh ilmuwan Barat, Mercator, empat abad kemudian.

f. Ibnu al-Haytsam. Master ilmu alam dan ilmu pasti. Ia menulis buku berjudul Al-Manâzhir yang berisi tentang ilmu optik. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Frederick Reysnar, dan diterbitkan di Swiss pada tahun 1572 dengan judul, Opticae Thesaurus.

2. Bantuan luar negeri. Kekhilafahan menunjukkan bahwa Islam diturunkan untuk kebaikan seluruh umat manusia dengan memberikan bantuan pada orang-orang non muslim di luar wilayah daulah.

a. Tahun 1845, adalah awal tahun dimana terjadi kelaparan besar yang melanda Irlandia yang mengakibatkan lebih dari 1,000,000 orang meninggal. Ketika itu Khilafah Usmani, Sultan Abdülmecid menyatakan keinginannya untuk mengirimkan 10,000 sterling kepada para petani Irlandia tapi Ratu Victoria meminta Sultan untuk mengirim hanya 1,000 sterling, karena dia telah mengirim hanya 2,000 sterling. Sultan mengirim 1,000 sterling. Namun secara diam-diam mengirim 3 kapal penuh makanan. Pengadilan Inggris berusaha untuk memblokir kapal itu, tapi makanan sampai di pelabuhan Drogheda dan ditinggalkan di sana oleh para Pelaut Usmani. Dikarenakan peristiwa ini rakyat Irlandia, khususnya mereka yang tinggal dii Drogheda, menjadi bersahabat dengan orang Turki.

b. Pemberian sertifikat tanah (Tahun 925 H/1519 H) kepada para pengungsi Yahudi yang lari dari kekejaman Inkuisisi Spanyol pasca jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia.

c. Surat ucapan terima kasih dari Pemerintah Amerika Serikat atas bantuan pangan yang dikirim khalifah ke Amerika Serikat yang sedang dilanda kelaparan pasca perang dengan Inggris (abad 18).

d. Surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil ke Khalifah (30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H)

e. Pemberian izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabiul Akhir 1282/5 September 1865)

f. Khalifah membuat peraturan bebas cukai bagi barang bawaan orang-orang Rusia yang mencari eksil ke Wilayah khalifah Utsmani pasca Revolusi Bolschevik (25 Desember 1920).

D’rise!, itulah beberapa jejak sang raksasa yang mendunia yang sangat mungkin terulang saat khilafah tegak nanti. So, ayo kita bangunkan sang raksasa yang tengah tertidur dengan dakwah ideologi. Saatnya Islam memimpin dunia! [341, diolahdari berbagai sumber]


Beberapa Jejak Khilafah di Nusantara

* Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka.
* Pengakuan terhadap kebesaran Khilafah dibuktikan dengan adanya dua pucuk surat yang dikirimkan oleh Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah masa Bani Umayah. Surat pertama dikirim kepada Muawiyah dan surat kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz.
* Sebuah medali emas yang dipersembahkan oleh Khalifah Ustmani di Turki kepada utusan Sultan Thaha Syaifuddin yang datang meminta pertolongan Khalifah untuk melawan penjajahan Belanda di Jambi
* Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Khilafah Bani Umayah meminta dikirimkan da`i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam.
* Deureuham adalah mata uang Aceh pertama yang diambil dari bahasa Arab dirham. Beratnya 0,57gram kadar 18 karat diameter 1 cm, berhuruf Arab di kedua sisinya.

nah, apakah kita tidak merindukann Khilafah berdiri lagi meraih kejayaan Islam yang saat ini begitu terpuruk diberbagai bidang???

sumber: drise online

PIDATO SEORANG ANAK KECIL MEMBUNGKAM PETINGGI2 NEGARA

Nugroho

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan
"Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun "

Tiga isu Utama Dakwah Islam

oleh Ibnu Jauhari

Fokus Dakwah: Akidah, Khilafah, dan Jihad

Dakwah merupakan aktivitas untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam. Dakwah merupakan perkara yang amat penting. Karenanya, amat dapat dimengerti betapa kehidupan Nabi saw. adalah kehidupan dakwah.

Banyak sekali persoalan yang dihadapi Nabi saw. dalam mengubah masyarakat. Namun, beliau memiliki fokus dalam aktivitas dakwahnya. Berkaitan dengan fokus dakwah ini, Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-Baqarah [2]: 218).


Di dalam ayat tersebut Allah Swt. menggambarkan realitas para sahabat yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Swt. dengan semata-mata mengharapkan balasan-Nya. Zat Yang Mahaperkasa menyatukan ketiga perkara—yakni iman, hijrah, dan jihad—sebagai sesuatu yang saling berkaitan. Hal ini ditunjukkan dengan digunakannya kata hubung wa (dan), bukan aw (atau).

Pertama: iman. Secara syar‘i, iman berarti pembenaran yang pasti tanpa sedikit pun keraguan, sesuai dengan realitasnya, dan bersumber dari dalil. Iman sering disebut sebagai akidah islamiah.

Kedua: hijrah. Hijrah menurut Imam Ibnu Katsir adalah meninggalkan suatu daerah dan sistem syirik (dâr asy-syirk) menuju daerah dan sistem iman (dâr al-îmân) 1. Hijrah merupakan pemisah dua fase, yaitu fase pembangunan akidah (di Makkah) dan fase pembangunan pilar-pilar negara serta perlindungannya di Madinah. Hijrah merupakan titik tolak terbentuknya Daulah Islamiyah dan pengeluaran manusia dari kegelapan menuju cahaya. 2

Lebih tegas lagi, hijrah adalah keluar dari suatu wilayah yang sistemnya kufur dan keamanannya di tangan kaum kafir (dâr al-kufr) masuk ke dalam sistem aturan Islam dan keamanannya berada di tangan kaum Muslim (dâr al-Islâm) 3. Sejak berhijrah ke Madinah, Rasulullah saw. sebagai kepala negara menerapkan hukum-hukum Islam di tengah-tengah masyarakat. Beliau dan para sahabatnya menyeru siapapun yang masuk Islam untuk berpindah ke dâr al-muhâjirîn. Di dalam banyak hadis disebutkan bahwa bentuk dâr al-Islâm itu adalah Khilafah yang dipimpin Khalifah. Dialah yang mengurusi umat setelah wafatnya Nabi saw. Beliau bersabda:

Adalah Bani Israil, urusan mereka diurusi oleh para nabi. Ketika wafat seorang nabi, datanglah nabi yang lain. Sungguh, tidak ada nabi sesudahku, yang akan ada adalah para khalifah yang banyak. (HR al-Bukhari).

Ketiga: jihad. Setelah menegakkan Pemerintahan Islam di Madinah, Nabi saw. diperintahkan berjihad. Secara syar‘i, dari 26 kata jihad dalam surat-surat yang turun di Madinah dengan jelas menunjukkan makna perang. Karenanya, jihad merupakan pengerahan seluruh kemampuan untuk berperang di jalan Allah, baik secara langsung, dengan bantuan keuangan, pandangan (pemikiran), memperbanyak kuantitas (sawad) ataupun yang lain. 4

Jihad melindungi Islam dan kaum Muslim dari serbuan kaum kafir yang menghalang-halangi dakwah Islam secara fisik. Bangunan masyarakat yang ditegakkan di atas keimanan untuk menerapkan seluruh hukum-hukum Islam dan menyatukan kaum Muslim di bawah naungan Khilafah dijaga oleh semangat jihad untuk mengatasi hantaman musuh yang hendak memporak-porandakannya.

Berdasarkan ayat tersebut dan ayat-ayat senada lainnya (seperti QS al-Anfal [8]: 72, 74, 75; QS at-Taubah [9]: 20; dan QS al-Hajj [22]: 58), Allah Swt. menegaskan bahwa landasan dakwah Nabi saw. adalah: iman (akidah islamiah), tujuannya mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam; penerapan syariah di bawah naungan Khilafah; dan jihad fi sabilillah untuk mempertahankan dan menyebarluaskan akidah Islam hingga Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Karena itu, dakwah harus difokuskan pada tiga isu utama, yaitu: akidah, Khilafah, dan jihad.


Qâdhiyah Mashîriyah

Qâdhiyah mashîriyah maknanya adalah perkara penting yang mengandung konsekuensi hidup atau mati. 5 Al-Quran dan as-Sunnah telah menetapkan perkara-perkara yang merupakan qâdhiyah mashîriyah. Perkara-perkara tersebut adalah:


Akidah Islam. Orang yang murtad diberikan dua pilihan, yakni bertobat atau mati setelah dibuktikan di pengadilan. Rasulullah saw. bersabda:

Siapa saja yang mengganti agamanya (murtad dari Islam) maka bunuhlah (HR al-Bukhari).

Kesatuan umat. Rasulullah saw. telah menjadikan kesatuan umat di bawah satu kepemimpinan Khalifah sebagai qâdhiyah mashîriyah (perkara utama) kaum Muslim. Siapa saja yang memporakporandakan kesatuan kaum Muslim alternatifnya hanya dua, kembali ke kesatuan umat sehingga tetap hidup, ataukah mati. Rasulullah saw. bersabda:

Siapa saja yang membaiat seorang imam (khalifah) seraya memberikan tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia menaatinya sekuat tenaga. Apabila datang orang lain memporakporandakannya maka penggallah leher orang tersebut. (HR Muslim).

Memenangkan Islam. Ketika di Makkah, Rasulullah saw. memproklamirkan bahwa memenangkan Islam merupakan qâdhiyah mashiriyah. Ketika beliau di Makkah ditawari tahta, wanita, dan kekuasaan oleh kafir Quraisy dengan syarat menghentikan dakwah Islam, beliau tidak menghentikannya hingga Allah memenangkan Islam atau beliau binasa, bahkan andaikan mereka dapat mendatangkan matahari di tangan kanan dan bulan di tangan kiri beliau. Saat di Madinah beliau bersabda:

Demi Allah, sungguh, aku akan senantiasa berjihad terhadap mereka di atas apa yang diutuskan Allah padaku, hingga Allah memenangkannya atau leher ini tergelincir. (HR Ahmad).

Paparan di atas menunjukkan bahwa akidah Islam, menerapkan Islam dan menyatukan umat di bawah naungan Khilafah, serta jihad untuk memenangkan Islam ketika mendapatkan halangan fisik dari kaum imperialis merupakan qâdhiyah mashiriyah (perkara utama) kaum Muslim. Realitas ini semakin mengokohkan bahwa fokus dakwah adalah: akidah Islam, Khilafah, dan jihad fi sabilillah.

Persoalan umat demikian banyak; perlu fokus. Jika tidak, niscaya energi akan tersebar, tujuan pun semakin lama tercapai. Fokus dakwah pada tiga persoalan utama tersebut bukan berarti meninggalkan hal yang lain. Akan tetapi, aktivitas lain itu jangan sampai memalingkan dakwah dari arah utamanya.

Urgensi Tiga Fokus Utama Dakwah

Kebangkitan umat bergantung pada pemahamannya tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan serta hubungan semua itu dengan keadaan sebelum dunia dan setelah dunia: dari mana manusia sebelum hidup di dunia; untuk apa manusia ketika hidup di dunia; dan akan kemana manusia setelah mati meninggalkan dunia?

Umat yang memahami bahwa hidup hanya di dunia semata akan berbeda dengan umat yang memahami bahwa nanti akan ada kehidupan di akhirat tetapi hidup di dunia tidak terkait dengan kehidupan akhirat. Lain lagi dengan umat yang memahami bahwa dia diciptakan Allah Swt. di dunia untuk beribadah kepadanya dengan cara mengikuti aturan yang Dia turunkan, dan kelak akan hidup lagi di akhirat, dihisab, dan setiap amal akan dibalas.

Jawaban terhadap pertanyaan dasar di atas itulah akidah. Kekeliruan akidah akan menjadikan hidup salah arah. Umat yang akidahnya keliru akan berada dalam arah hidup menuju kenestapaan dunia dan akhirat. Berdasarkan hal ini, akidah merupakan perkara terpenting dalam perubahan masyarakat, bahkan dalam hidup. Lebih dari itu, Nabi saw. mengubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Islam dilandasi oleh akidah islamiah.

Pada saat sekarang ini, akidah umat sedang dirasuki oleh akidah sekular. Keyakinan demikian tidak dapat hilang tanpa penanaman akidah Islam. Jadilah dakwah untuk menanamkan akidah Islam menjadi urgen.

Akidah Islam mengharuskan penganutnya terikat dengan seluruh aturan Islam yang dibawa oleh Nabi saw. (Lihat, misalnya, QS an-Nisa' [4]: 65). Karenanya, orang yang berpegang pada akidah Islam akan senantiasa terikat dengan aturan-aturan Islam. Keterikatan pada syariat Islam bukanlah karena takut oleh polisi atau penguasa, melainkan karena takut kepada Allah Swt. Hasilnya, aturan Islam yang digali dari al-Quran dan as-Sunnah yang diwahyukan oleh Allah Swt. akan dilaksanakan dengan penuh kerelaan dan ketundukan serta dijaga dan dipelihara oleh masyarakat atas dasar keimanannya.

Realitas pun memastikan mutlaknya penerapan aturan Islam. Krisis multi-dimensional yang terjadi saat ini disebabkan karena tidak diterapkannya Islam. Sebagai contoh, akibat umat Islam tidak menerapkan Islam dalam sistem ekonomi maka ekonomi kapitalislah yang diterapkan. Akibatnya, terjadilah privatisasi barang milik umum; hak rakyat dirampas oleh pemilik modal; yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin akibat kezaliman sistem ekonomi tersebut. Kalaupun negara-negara kapitalis besar kelihatannya ‘sejahtera', sebenarnya itu semu. Sebab, mereka ‘sejahtera' karena mengeruk kekayaan dan menjajah negeri-negeri Muslim secara ekonomi. Saat politik tidak diatur oleh aturan Islam, muncullah politik opurtunistik yang tidak lagi membela rakyat, melainkan sekadar kepentingan individual atau partai. Begitu juga dalam masalah lainnya. Benang merah dari semua itu adalah krisis multidimensional yang terjadi disebabkan oleh tidak diterapkannya aturan Islam. Jika itu akar persoalannya, maka pemecahannya adalah menerapkan secara total aturan Islam dalam setiap aspek kehidupan.

Penerapan aturan ini meniscayakan adanya kekuasaan dan sistem yang menerapkannya. Sistem ini adalah Daulah Islam atau Khilafah Islam. Tanpa Daulah Islam atau Khilafah Islam tidak mungkin syariat Islam dapat diterapkan secara kâffah. Itulah juga yang dipraktikkan Nabi saw. dan para sahabat beliau pada masa lalu.

Tantangan saat ini pun bersifat global, mendunia. Betapa cengkeraman negara kafir imperialis AS dan sekutunya di negeri Muslim Palestina, Afganistan, Filipina, Pattani, Irak, bahkan Malaysia dan Indonesia lewat tanpa penyelesaian. Negara yang bersifat kebangsaan semakin tampak lemah dan tidak dapat menyelesaikan banyak persoalan. Solusinya haruslah global. Kaum Muslim harus bersatu dalam satu kepemimpinan umum sedunia, yaitu Khilafah Islam. Teranglah, betapa urgen keberadaan Khilafah Islam.

Kini, ada negeri-negeri Muslim seperti Palestina dan Irak yang langsung dijajah secara militer. Untuk membebaskan negeri-negeri tersebut dari penjajahan, Islam menetapkan hukum jihad, yang terutama diwajibkan atas Khalifah. Begitu juga, kelak ketika Allah Swt. memberikan kemenangan kepada kaum Muslim dengan tegaknya syariat Islam dan menyatunya negeri-negeri kaum Muslim. Jika kaum imperialis menggunakan senjata untuk menghancurkan kekuatan dunia baru tersebut maka Khalifah akan melindungi Islam dan umatnya dengan menyerukan jihad. Untuk mempersiapkan hal-hal tersebut, maka ruh jihad dalam diri umat Islam perlu ditumbuhkan. Dengan ruh jihad, musuh-musuh Islam akan berpikir ulang untuk menjajah kaum Muslim.

Sosialisasi

Penyatuan isu dakwah tentang akidah Islam, Khilafah, dan jihad dapat diwujudkan dengan menanamkan pada umat Islam hakikat langkah menuju kebahagiaan hakiki. Secara umum, penting umat Islam menyadari hakikat kebahagiaan hakiki tersebut. Hakikat yang dimaksud adalah:

Hidup ini adalah untuk meraih keridhaan Allah Swt.

Keridhaan Allah Swt. itu ada dalam ketaatan kepada-Nya yang didasarkan atas keimanan/akidah Islam.

Ketaatan kepada Allah Swt. hanya dapat terwujud dengan cara menerapkan seluruh aturan-aturan-Nya secara total (kâffah).

Penerapan Islam kâffah hanya dapat terjadi dengan sempurna jika seluruh syariat Islam diterapkan di bawah naungan Khilafah.

Khilafah adalah milik seluruh umat Islam. Karenanya, menjaga kelanggengan tegaknya Khilafah merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Setiap Muslim sejatinya menjadi penjaga setiap celah Islam melalui dakwah dan jihad bersama dengan kepemimpinan umat Islam tersebut.

Tolok ukur keberhasilan dakwah dengan tiga fokus tersebut dapat dilihat dari munculnya kesadaran politik (wa‘yu siyâsi) umat. Semakin banyak umat yang tersadarkan, dan semakin besar opini umum yang terbentuk, menunjukkan semakin berhasilnya dakwah tersebut. Pada sisi lain, semakin banyaknya proyek dari negara-negara besar terhadap para pengekornya untuk menentang opini yang dikembangkan itu merupakan indikasi lain keberhasilan dakwah ‘ three in one' ini.

Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb.

Genderang Revolusi di Arab Saudi Mulai Ditabuh

Pencerah Hati

Para analis dan lembaga-lembaga informasi mengkhawatirkan kemungkinan munculnya kebangkitan dan penentangan dari kawasan berpopulasi Syiah di Arab Saudi.
Kantor berita Fars mengutip koran The Independent melaporkan, laporan dari para penasehat lembaga Risk, sebuah lembaga analisa swasta, ...menunjukkan kekhawatiran yang semakin meningkat soal kemungkinan munculnya pemberontakan di kawasan yang mayoritasnya bermazhab Syiah di Arab Saudi. Kekhawatiran tersebut menyusul luasnya pengaruh kebangkitan rakyat Mesir melawan rezim Hosni Mubarak.

Seorang pakar strategis, Faisal Eytani menyatakan, "Sangat sedikit sekali perhatian terhadap ancaman instabilitas di propinsi timur Arab Saudi. Ancaman kebangkitan warga Syiah di wilayah Aramco, Safaniya, Shaybah, Ghawar, yang semuanya adalah ladang pengeboran minyak di Arab Saudi itu semakin hari semakin meningkat."

Ditambahkannya, bahwa warga Syiah Arab Saudi mencapai 10 persen dari total populasi negara ini. Mereka sangat tertindas dan tersingkir. Namun pada saat yang sama, mereka tinggal di wilayah yang menyimpan kekayaan minyak bumi. Setiap hari selalu terjadi bentrokan antara aparat keamanan Arab Saudi dan warga Syiah di kawasan tersebut. Namun hal ini jarang diliput media massa.

Eytani lebih lanjut menjelaskan, "Tidak jelas apakah militer Arab Saudi mampu menghadapi perluasan serius kebangkitan dan resistensi warga di propinsi timur negara itu?"

Perlu digaris bawahi bahwa Raja Abdullah bin Abdul Aziz, mengecam instabilitas Mesir dan mendukung rezim Mubarak. Di sisi lain, sepertiga dari 25 juta warga Arab Saudi, tidak puas dengan kondisi yang ada. Negara ini menghadapi lonjakan populasi pemuda. Namun pada saat yang sama, 42 persen angka pengangguran di negara ini terdiri atas para pemuda berusia antara 20 hingga 24 tahun. (IRIB/MZ/SL)

Gejolak Mesir dan Reformasi Gagal Indonesia

Irwan Gunawan

Mengikuti Tunisia , Mesir bergolak. Dengan keberanian yang luar biasa , rakyat Mesir turun ke jalan-jalan menuntut turunnya rezim diktator Mubarak. Menerjang barisan pasukan keamanan bertampang seram , tidak peduli desing peluru siap merobek tubuh mereka. Rakyat Mesir sudah muak terhadap kediktatoran Mubarak yang terus dibela dan dilindungi oleh negara asing Amerika Serikat. Krisis ekonomi , kemiskinan dan pengangguran menjadi api yang membakar kemarahan.

Kondisi yang lebih kurang sama dialami Indonesia di masa reformasi tahun 1998. Rakyat bersama tokoh reformis menuntut Suharto yang puluhan tahun telah berkuasa turun tahta. Suhorto mirip dengan Mubarak menggunakan tangan besi membungkam lawan-lawan politiknya. Krisis ekonomi yang mengguncang Asia saat itu mempercepat kejatuhan Soeharto.

Reformasi 1998 memang berhasil menumbangkan sang diktator, namun hingga kini persoalan Indonesia belum selesai. Apa yang di era Soeharto dikritik oleh demonstran seperti maraknya korupsi, kolusi,mafia peradilan, kemiskinan, justru kembali berulang saat ini. Dalam beberapa hal bahkan lebih parah. Berbagai julukan diberikan kepada Indonesia saat ini : negara gagal, republik koruptor, negara lelucon sampai negara biadab !

Satu hal yang masih menyelamatkan SBY - yang berbeda dengan masa Suharto- adalah kebebasan politik. Harus diakui dimasa reformasi kran demokrasi masih terbuka lebar, kebebasan pers masih ada. Hanya saja, ketika rakyat gagal disejahterakan dan didepan mata mereka koruptor dilindungi, demokrasi bisa saja dicampakkan rakyat. Sederhananya sangat mungkin rakyat berpikir : untuk apa demokrasi kalau kami lapar, kami sulit berobat, pendidikan mahal , dan koruptor malah dibiarkan ?

Pelajaran penting dari kegagalan Indonesia , reformasi rezim tidaklah cukup. Sementara pangkal persoalannya bukanlah hanya Suharto , tapi sistem kapitalisme yang diterapkan rezim Suharto. Kapitalisme inilah yang menciptakan budaya korupsi , suap menyuap, dan praktik mafia hukum. Ideologi sekuler inilah yang juga menjadi penyebab kemiskinan rakyat.

Era reformasi justru melahirkan kebijakan ekonomi neo liberal anti rakyat seperti privatisasi, pengurangan subsidi, penbuatan BBM dan pasar bebas . Kenaikan BBM dengan segala tipu-tipunya termasuk istilah pembatasan BBM bersubsidi, tidak bisa dilepaskan dari liberalisi migas. Celakanya,semua kebijakan ini dilegalkan oleh UU yang merupakan produk demokrasi.

Perubahan sebatas rezim tanpa disertai dengan perubahan sistem akhirnya kembali mendudukkan penumpang gelap,yang menjadi kaki tangan poros imperialis. Kembali bersujud kepada penjajah asing dalam segala kebijakannya.

Hal inilah yang harus menjadi pelajaran bagi rakyat Mesir. Persoalan Mesir bukanlah hanya Mubarak, tapi sistem kapitalisme sekuler . Tanpa perubahan sistem , Mesir akan kembali dipimpin boneka-boneka Amerika dengan topeng demokrasi. Mereka seolah menjadi pembela rakyat Mesir dengan teriakan reformasi, demokrasi dan HAM.

Amerika tentu saja tidak membiarkan perubahan apapun yang mengancam dominasinya. Tanpa malu negara ini sepertinya berpihak kepada rakyat. Padahal, kalau Amerika benar-benar menegakkan HAM dan Demokrasasi , kenapa selama berpuluh tahun mendukung rezim diktator yang mensengsarakan rakyat.

Namun, mungkin memang beginilah takdir sejarah yang harus dijalani umat Islam. Rezim diktator jatuh, diganti oleh rezim baru yang masih pro Amerika.Menerapkan sistem yang sama. Persoalan yang samakan muncul.

Hanya saja kita tidak boleh putus asa. Dengan pertolongan Allah SWT, kita yakin akan ada gelombang perubahan yang kedua yang lebih dahsyat. Dimana rakyat tidak hanya menuntut sekedar pergantian orang tapi juga sistem. Hal ini terjadi karena rakyat kemudian menyadari pergantian orang tidak banyak membawa perubahan berarti.

Rakyat juga akan mencampakkan siapapun selama ini yang berkoalisi dengan sistem kufur kapitalisme, meskipun mengklaim partai Islam sekalipun. Ulama-ulama yang menjilat penguasa dzolim akan dihinakan Allah SWT , umatpun akan mencap mereka pengkhianat. Dengan dasar keimanan , rakyat tidak mau lagi dipimpin oleh mereka yang berhubungan dengan masa lalu, yang berkoalisi dengan penjajah, dan diam ketika rakyat dalam kesulitan.

Seruan-seruan perubahan sistemik (al inqilabiyah) yang dilakukan oleh umat Islam saat ini pastilah akan membuahkan hasil. Seruan tanpa henti terhadap perubahan sistem kapitalism menjadi syariah Islam dan khilafah akan disambut oleh masyarakat yang muak dengan kebusukan dan kegagalan sistem demokrasi. Dengan pertolongan Allah SWT, masalah ini tinggal menunggu waktu saja.

Namun kita tegaskan perubahan yang sejati ini haruslah didasarkan kepada keimanan kepada Allah SWT. Tuntutan syariah Islam, bukanlah sekedar muncul dari perasaan marah akibat perut lapar atau kemiskinan. Tapi muncul dari keimanan kepada Allah SWT. Tentu menyedihkan kalau kita bergerak karena sebatas perut lapar atau tidak punya pekerjaan. Tapi kita diam saja saat syariah Islam dilecehkan dan dicampakkan, kita wajib menolak hukum kufur mencengkram kita
Idrus Shahab

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya,mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan.

Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,
bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.

Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya ...!

Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada. Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi.

Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hwan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin
pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil.

Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan. Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam.Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya
produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.

Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E ? CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain : pasta gigi, permen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan
& obat2an lainnya.

Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk
memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi :

E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari'at Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.

Semoga manfaat,
M. Anjad Khan
Medical Research Institute United States
****************

Dear all ...
Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak ada embel2 lain, misal : lecithin de sojaatau soy lecithin), maka saya yakni bahwa "origin"nya adalah pork or varken (babi).

Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslim
Groningen the Netherlands & ikatan kel muslim Eropa memperingatkan kami utk mengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan dibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada roti tawar. Karena itu, kami sarankan kepada keluarga muslim utk pilih roti tawar dgn istilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dgn emulsifier), yang pentingkan halal.
****************************