Bocah Legenda
Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang
paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup
pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14
Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak
memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke
dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi
dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.
Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang
sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender
Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan
Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada
pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang
merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa
kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang
dan berpakaian kulit kambing.
Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan
ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban
berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam
kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh
siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk
disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit
kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu
yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi
Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal
15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari),
dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno
Februata.
Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di
dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara
acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun
penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang
memilihnya.
Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan
Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki
muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu
berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak
mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara
paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara
lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor.
Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.
Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius
I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan
nama Saint Valentines Day untuk menghormati Santo Valentine yang
kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.
Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah
disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini
sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari.
Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi.
Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya
St. Valentine termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah
diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang
berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan
Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo
Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa
Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi.
Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan
menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda
bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang
yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi
tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan
dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak
pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan
hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14
Februari 269 M.
Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan
langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of
Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang
St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di
Perancis.
Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan
musim kawin burung-burung dalam puisinya.
Lantas, bagaimana dengan ucapan Be My Valentine? yang sampai sekarang
masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh
pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata Valentine
berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: Yang
Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa. Kata ini sebenarnya
pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang
Romawi.
Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain
atau pasangannya menjadi To be my Valentine?, maka dengan hal itu
sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang
dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi Sang
Maha Kuasa dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali
budaya pemujaan kepada berhala.
Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi
di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang
ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus
paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang
berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern
Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara
ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.
Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak
ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau
demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun
sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.
Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk
menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via
Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus.
Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja
Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah
diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.
Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari
Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan
dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa
khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang
sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender
gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha
gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang
asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan
mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih
dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.
Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda
zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme
(penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati
siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada
tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati
secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin,
Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok
gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.
KALO NGENET INGAT WAKTU YA...
Jumat, 11 Februari 2011
hukum Valentine day
Bocah Legenda
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang2 dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah, mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (Al-an'am : 116)
Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang
ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda
pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik apakah itu berbentuk
pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga yang
didominasi dua warna: pink dan biru muda.
Dan Anda pasti paham, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh
dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan
dengan Valentine Day.
Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan.
Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama
orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine
Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum
ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam
besar seperti Indonesia.
Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari
Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan
perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya.
Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.
Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung
muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius,
bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa
musyrik, karena bila dilihat dari asal muasal dan tujuannya.
KEPENTINGAN BISNIS
Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan
ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang
bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha
bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang
telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.
Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan
Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang
yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang
amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog
sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis
dibelokkan menjadi perayaan bisnis.
HAL - HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN
dalam hal valentine itu perlu dipahami secara mendalam, terutama dari kaca mata agama (islam) sebagai pandangan hidup, berikut ini beberapa hal yang harus dipahami didalam masalah valentine
1. Prinsip Dasar
Valentine day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan bangsa romawi kuno dimana setelah mereka masuk agama nasrani maka berubah menjadi acara keagamaan, yang berkaitan dengan st valentine
2. Sumber Asasi
Valentine jelas bukan bersumber dari islam, melainkan dari kekuatan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. oleh karena itulah, berpegang kepada rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada islam (Allah), maka ia akan tertolak, firman Allah swt :
"Orang2 yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenarnya, dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang padamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
3. Tujuan
Tujuan menciuptakan dan mengungkapkan rasa kasih sayang dibumi persada adalah baik, tetapi bukan semenit untuk sehari,dan sehari untuk setahun, dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada valentine day, dan seolah- olah meninggikan agama lain diatas agama islam,. Islam diutuskan kepda umatnya untuk berkasih sayang dan menjalin persaudaraan yang abadi dibawah naungan Allah yang maha pengasih dan penyayang bahkan sabda Rasulullah saw :
"tidak beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya, seperti cintanya kepada diri sendiri."
4. Operasional
Pada umumnya acara valentine day diadakan dalam bentuk pesta dan hura hura perhatikan firman Allah:
"Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, sesungguhnya Dia (Allah) maha perkasa lagi maha bijak." (Al-Anfal : 63)
Sudah jelas apapun dasarnya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata2 bertentangan dengan keyakinan (aqidah) kita, janganlah kita mengotori akidah kita dengan toleransi dan setia kawan, karena kalau dikatan toleransi, ISLAMLAH YANG PALING TOLERANSI DIDUNIA,
Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui Yesus sebagai Anak Tuhan dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.
Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa Yesus sebagai Anak Tuhan dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah
SWT. Naudzubillahi min dzalik!
"Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut",
Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, Selamat hari raya! dan sejenisnya.
Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi
selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.
Allah SWT sendiri di dalam Quran surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat
Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, "Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan
Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin
bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
Wallahu'alam bishawab.]
dari berbagai sumber untuk renungan kami pribadi dan kita semua pada umumnya.
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang2 dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah, mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (Al-an'am : 116)
Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang
ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda
pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik apakah itu berbentuk
pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga yang
didominasi dua warna: pink dan biru muda.
Dan Anda pasti paham, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh
dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan
dengan Valentine Day.
Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan.
Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama
orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine
Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum
ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam
besar seperti Indonesia.
Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari
Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan
perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya.
Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.
Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung
muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius,
bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa
musyrik, karena bila dilihat dari asal muasal dan tujuannya.
KEPENTINGAN BISNIS
Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan
ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang
bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha
bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang
telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.
Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan
Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang
yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang
amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog
sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis
dibelokkan menjadi perayaan bisnis.
HAL - HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN
dalam hal valentine itu perlu dipahami secara mendalam, terutama dari kaca mata agama (islam) sebagai pandangan hidup, berikut ini beberapa hal yang harus dipahami didalam masalah valentine
1. Prinsip Dasar
Valentine day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan bangsa romawi kuno dimana setelah mereka masuk agama nasrani maka berubah menjadi acara keagamaan, yang berkaitan dengan st valentine
2. Sumber Asasi
Valentine jelas bukan bersumber dari islam, melainkan dari kekuatan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. oleh karena itulah, berpegang kepada rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada islam (Allah), maka ia akan tertolak, firman Allah swt :
"Orang2 yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenarnya, dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang padamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
3. Tujuan
Tujuan menciuptakan dan mengungkapkan rasa kasih sayang dibumi persada adalah baik, tetapi bukan semenit untuk sehari,dan sehari untuk setahun, dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada valentine day, dan seolah- olah meninggikan agama lain diatas agama islam,. Islam diutuskan kepda umatnya untuk berkasih sayang dan menjalin persaudaraan yang abadi dibawah naungan Allah yang maha pengasih dan penyayang bahkan sabda Rasulullah saw :
"tidak beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya, seperti cintanya kepada diri sendiri."
4. Operasional
Pada umumnya acara valentine day diadakan dalam bentuk pesta dan hura hura perhatikan firman Allah:
"Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, sesungguhnya Dia (Allah) maha perkasa lagi maha bijak." (Al-Anfal : 63)
Sudah jelas apapun dasarnya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata2 bertentangan dengan keyakinan (aqidah) kita, janganlah kita mengotori akidah kita dengan toleransi dan setia kawan, karena kalau dikatan toleransi, ISLAMLAH YANG PALING TOLERANSI DIDUNIA,
Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui Yesus sebagai Anak Tuhan dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.
Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa Yesus sebagai Anak Tuhan dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah
SWT. Naudzubillahi min dzalik!
"Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut",
Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, Selamat hari raya! dan sejenisnya.
Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi
selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.
Allah SWT sendiri di dalam Quran surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat
Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, "Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan
Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin
bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
Wallahu'alam bishawab.]
dari berbagai sumber untuk renungan kami pribadi dan kita semua pada umumnya.
Senin, 07 Februari 2011
Penampilan Nyunnah adalah Syiar Islam, Bukan Ciri Teroris!
Nidyya Helwa Ta'lab
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan syari’at Islam dengan sempurna dan meliputi segala hal, berlaku untuk semua zaman, semua tempat, dan dalam semua kondisi. Baik dalam bidang aqidah, ibadah, akhlaq sopan santun, cara berpenampilan dan berpakaian, cara bermuamalah antar sesama, dan banyak lagi. Semuanya telah lengkap dan sempurna.
Syari’at Islam ada yang bersifat batin/tidak tampak, ada pula yang bersifat zhahir/tampak. Semuanya merupakan bagian dari syari’at Islam yang harus diamalakan oleh setiap individu muslim. Syi’ar-syi’ar Islam harus dihormati dan dijunjung tinggi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (Al-Hajj : 32)
Di antara aturan syari’at Islam yang penuh rahmat ini adalah cara berpenampilan. Islam telah memberikan ketentuan bagi kaum mukminin dan mukminah dalam cara berpenampilan dan berpakaian.
Terkait dengan mukminin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
(Batas panjang) pakaian (sarung, gamis, celana) seorang muslim adalah sampai pertengahan betis, dan tidak mengapa jika sampai antara pertengahan betis dengan dua mata kaki. Kain yang (dipanjangkan sampai) berada di bawah mata kaki maka itu di neraka. Barangsiapa yang menjulurkan sarung (melebihi mata kaki) karena sombong maka Allah tidak akan melihat kepadanya. (HR. Abu Dawud 4093).
Hadits ini menunjukkan bahwa cara berpakaian seorang muslim harus di atas mata kaki, tidak boleh di bawah mata kaki. Ini ketentuan syari’at Islam sekaligus ini merupakan ajaran junjungan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Barangsiapa yang berani melanggar ketentuan ini dengan sengaja maka dia diancam dengan neraka. Jika melanggar aturan ini karena sombong, maka ancamannya lebih besar lagi.
Seorang muslim yang cinta ajaran Nabinya, cinta agama Islam, tunduk dan patuh kepada perintah Allah ‘Azza wa Jalla, maka pasti dia akan memperhatikan aturan syari’at Islam yang satu ini. Dengan tanpa malu atau gengsi ia akan berpenampilan dengan pakaian (sarung, gamis, celana) di atas mata kaki atau setengah betis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang berjenggot lebat dan berambut tebal. Ini merupakan teladan dari beliau dalam berpenampilan. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk berjenggot. Beliau bersabda :
Potonglah kumis-kumis (kalian) dan panjangkanlah jenggot-jenggot (kalian), berbedalah kalian dengan penampilan kaum musyrikin. (Muttafaqun ‘alaihi)
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda :
Pangkaslah kumis-kumis (kalian) dan biarkan panjang jenggot-jenggot (kalian), berbedalah kalian dengan penampilan kaum majusi. (Muttafaqun ‘alaihi)
Hadits di atas menunjukkan kewajiban memanjangkan jenggot sekaligus menunjukkan haram menggunting atau mencukur jenggot. Ini adalah perintah dan larangan langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Demikian juga, Islam sebagai syari’at yang lengkap dan sempurna, pembawa rahmat bagi alam semesta, sangat menghargai dan menjaga kehormatan kaum wanita. Jangan sampai mereka menjadi mangsa pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Di antara bentuk penjagaan Islam terhadap kaum wanita adalah mereka diwajibkan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh aurat mereka, mulai dari rambut, leher, tengkuk, dada, punggung, kaki, dan seluruh anggota tubuh mereka. Perintah ini Allah tegaskan dalam Al-Qur`an pada surat An-Nur : 31 dan surat Al-Ahzab : 59. Sebagai generasi yang taat, tunduk, dan patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya para istri Nabi dan para shahabiyyah segera melaksanakan perintah tersebut. Islam mempersyarakatkan baju yang dikenakan tersebut harus menutupi seluruh tubuh, lebar, tidak ketat atau transparan, tidak berwarna mencolok atau menarik, dan beberapa kriteria lainnya.
Termasuk yang juga harus ditutup oleh kaum wanita adalah wajah. Ibunda kaum mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu’anha mengatakan :
“Para pengendara (laki-laki) melewati kami, ketika kami (para wanita) berhaji bersama-sama Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam. Maka ketika mereka (para pengendara laki-laki tersebut) telah dekat, masing-masing kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya sampai menutupi wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, maka kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).
Beberapa ketentuan terkait penampilan dan pakaian di atas merupakan ketentuan syari’at Islam dan merupakan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu saja itu menjadi ciri khas bagi kaum muslimin yang taat menjalankan ajaran syari’at, cinta kepada bimbingan Nabinya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penampilan Islami tersebut merupakan ciri-ciri orang yang bertaqwa, ciri orang yang shalih, ciri orang yang taat dan cinta pada agama Islam.
Penampilan Islami di atas bukan bikinan kelompok/golongan atau bangsa tertentu, bukan pula ciri khas kelompok atau bangsa tertentu, bukan pula sekedar adat kebiasan masyarakat, bangsa, atau kelompok tertentu. Tapi merupakan aturan syariat Islam, merupakan ketentuan yang berasal dari wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang diajarkan dan disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sungguh musibah telah menimpa kaum muslimin. Setelah kaum teroris - khawarij mencoreng Islam dan kaum muslimin, mencemarkan nama harum jihad, mereka juga mencemarkan syiar-syiar Islam. Sebagian kaum teroris - khawarij tersebut ternyata menampakkan atribut-atribut Islami di atas, bahkan mereka jadikan atribut Islami tersebut sebagai sarana untuk penyamaran dan melarikan diri!!
Maka timbullah stigma di masyarakat bahwa orang-orang berjenggot, bergamis, bercelana di atas mata kaki, atau istri bercadar berarti adalah teroris, atau sepaham/sealiran dengan teroris, atau minimalnya pro teroris sehingga harus dicurigai dan diselidiki. Sungguh jahat para teroris - khawarij tersebut, akibat ulah mereka syiar Islam yang mulia menjadi tercitrakan jelek.
Yang sangat disesalkan adalah justru sebagaian kaum muslimin sendiri menjadi benci terhadap jenggot, gamis, cadar, dll serta ikutan-ikutan menaruh curiga kepada setiap orang yang mengenakannya. Maka suasana ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membenci syariat Islam, untuk kembali menghembuskan isu bahwa jenggot, gamis, cadar, dll bukan bagian dari Islam, itu hanya adat arab badui, atau merupakan ciri-ciri kelompok garis keras. Sungguh keyakinan demikian telah menginjak-injak syari’at Islam, dan disadari maupun tidak merupakan pengingkaran terhadap sebagian ajaran Islam. Yang lebih disesalkan adalah justru stigma negatif di atas juga disuarakan oleh orang-orang yang selama ini dianggap sebagai tokoh Islam, atau cendekiawan muslim. Sungguh komentar-komentar mereka tidak memberikan solusi, tapi malah membuat suasana semakin keruh
Sikap sebagian kaum muslimin yang menaruh curiga terhadap segala atribut Islami di atas - bahkan di beberapa daerah sampai pada tindakan main hakim sendiri - bukanlah solusi untuk memberantas terorisme. Justru hal itu menunjukkan ketidakpahaman umat terhadap hakekat terorisme, di sisi lain menunjukkan betapa rapuhnya aqidah umat sehingga sangat mudah dikendalikan oleh media massa dan tokoh-tokoh yang tidak jelas.
Terorisme - Khawarij muncul karena kecintaan yang besar terhadap Islam dan semangat memperjuangkan Islam, namun keluar dari metode yang benar dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah. Terorisme yang muncul sekarang sebenarnya berakar dan merupakan kelanjutan dari paham sesat khawarij.
Untuk membentengi membentengi diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, lingkungan dan masyarakat kita dari paham sesat khawarij maka umat Islam harus kembali merujuk kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah di bawah bimbingan para ‘ulama yang meniti jejak para salafush shalih (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in).
Segala problem yang menimpa kaum muslimin tidak akan tercabut kecuali jika kaum muslimin mau kembali kepada ajaran agama mereka. Tidak akan menjadi baik kondisi umat di akhir zaman ini kecuali dengan sesuatu yang telah menjadikan baik generasi awal Islam, yaitu berpegang kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan prinsip pemahaman yang benar, yaitu metode pemahaman para salafush shalih (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in).
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan syari’at Islam dengan sempurna dan meliputi segala hal, berlaku untuk semua zaman, semua tempat, dan dalam semua kondisi. Baik dalam bidang aqidah, ibadah, akhlaq sopan santun, cara berpenampilan dan berpakaian, cara bermuamalah antar sesama, dan banyak lagi. Semuanya telah lengkap dan sempurna.
Syari’at Islam ada yang bersifat batin/tidak tampak, ada pula yang bersifat zhahir/tampak. Semuanya merupakan bagian dari syari’at Islam yang harus diamalakan oleh setiap individu muslim. Syi’ar-syi’ar Islam harus dihormati dan dijunjung tinggi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (Al-Hajj : 32)
Di antara aturan syari’at Islam yang penuh rahmat ini adalah cara berpenampilan. Islam telah memberikan ketentuan bagi kaum mukminin dan mukminah dalam cara berpenampilan dan berpakaian.
Terkait dengan mukminin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
(Batas panjang) pakaian (sarung, gamis, celana) seorang muslim adalah sampai pertengahan betis, dan tidak mengapa jika sampai antara pertengahan betis dengan dua mata kaki. Kain yang (dipanjangkan sampai) berada di bawah mata kaki maka itu di neraka. Barangsiapa yang menjulurkan sarung (melebihi mata kaki) karena sombong maka Allah tidak akan melihat kepadanya. (HR. Abu Dawud 4093).
Hadits ini menunjukkan bahwa cara berpakaian seorang muslim harus di atas mata kaki, tidak boleh di bawah mata kaki. Ini ketentuan syari’at Islam sekaligus ini merupakan ajaran junjungan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Barangsiapa yang berani melanggar ketentuan ini dengan sengaja maka dia diancam dengan neraka. Jika melanggar aturan ini karena sombong, maka ancamannya lebih besar lagi.
Seorang muslim yang cinta ajaran Nabinya, cinta agama Islam, tunduk dan patuh kepada perintah Allah ‘Azza wa Jalla, maka pasti dia akan memperhatikan aturan syari’at Islam yang satu ini. Dengan tanpa malu atau gengsi ia akan berpenampilan dengan pakaian (sarung, gamis, celana) di atas mata kaki atau setengah betis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang berjenggot lebat dan berambut tebal. Ini merupakan teladan dari beliau dalam berpenampilan. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk berjenggot. Beliau bersabda :
Potonglah kumis-kumis (kalian) dan panjangkanlah jenggot-jenggot (kalian), berbedalah kalian dengan penampilan kaum musyrikin. (Muttafaqun ‘alaihi)
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda :
Pangkaslah kumis-kumis (kalian) dan biarkan panjang jenggot-jenggot (kalian), berbedalah kalian dengan penampilan kaum majusi. (Muttafaqun ‘alaihi)
Hadits di atas menunjukkan kewajiban memanjangkan jenggot sekaligus menunjukkan haram menggunting atau mencukur jenggot. Ini adalah perintah dan larangan langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Demikian juga, Islam sebagai syari’at yang lengkap dan sempurna, pembawa rahmat bagi alam semesta, sangat menghargai dan menjaga kehormatan kaum wanita. Jangan sampai mereka menjadi mangsa pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Di antara bentuk penjagaan Islam terhadap kaum wanita adalah mereka diwajibkan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh aurat mereka, mulai dari rambut, leher, tengkuk, dada, punggung, kaki, dan seluruh anggota tubuh mereka. Perintah ini Allah tegaskan dalam Al-Qur`an pada surat An-Nur : 31 dan surat Al-Ahzab : 59. Sebagai generasi yang taat, tunduk, dan patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya para istri Nabi dan para shahabiyyah segera melaksanakan perintah tersebut. Islam mempersyarakatkan baju yang dikenakan tersebut harus menutupi seluruh tubuh, lebar, tidak ketat atau transparan, tidak berwarna mencolok atau menarik, dan beberapa kriteria lainnya.
Termasuk yang juga harus ditutup oleh kaum wanita adalah wajah. Ibunda kaum mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu’anha mengatakan :
“Para pengendara (laki-laki) melewati kami, ketika kami (para wanita) berhaji bersama-sama Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam. Maka ketika mereka (para pengendara laki-laki tersebut) telah dekat, masing-masing kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya sampai menutupi wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, maka kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).
Beberapa ketentuan terkait penampilan dan pakaian di atas merupakan ketentuan syari’at Islam dan merupakan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu saja itu menjadi ciri khas bagi kaum muslimin yang taat menjalankan ajaran syari’at, cinta kepada bimbingan Nabinya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penampilan Islami tersebut merupakan ciri-ciri orang yang bertaqwa, ciri orang yang shalih, ciri orang yang taat dan cinta pada agama Islam.
Penampilan Islami di atas bukan bikinan kelompok/golongan atau bangsa tertentu, bukan pula ciri khas kelompok atau bangsa tertentu, bukan pula sekedar adat kebiasan masyarakat, bangsa, atau kelompok tertentu. Tapi merupakan aturan syariat Islam, merupakan ketentuan yang berasal dari wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang diajarkan dan disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sungguh musibah telah menimpa kaum muslimin. Setelah kaum teroris - khawarij mencoreng Islam dan kaum muslimin, mencemarkan nama harum jihad, mereka juga mencemarkan syiar-syiar Islam. Sebagian kaum teroris - khawarij tersebut ternyata menampakkan atribut-atribut Islami di atas, bahkan mereka jadikan atribut Islami tersebut sebagai sarana untuk penyamaran dan melarikan diri!!
Maka timbullah stigma di masyarakat bahwa orang-orang berjenggot, bergamis, bercelana di atas mata kaki, atau istri bercadar berarti adalah teroris, atau sepaham/sealiran dengan teroris, atau minimalnya pro teroris sehingga harus dicurigai dan diselidiki. Sungguh jahat para teroris - khawarij tersebut, akibat ulah mereka syiar Islam yang mulia menjadi tercitrakan jelek.
Yang sangat disesalkan adalah justru sebagaian kaum muslimin sendiri menjadi benci terhadap jenggot, gamis, cadar, dll serta ikutan-ikutan menaruh curiga kepada setiap orang yang mengenakannya. Maka suasana ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membenci syariat Islam, untuk kembali menghembuskan isu bahwa jenggot, gamis, cadar, dll bukan bagian dari Islam, itu hanya adat arab badui, atau merupakan ciri-ciri kelompok garis keras. Sungguh keyakinan demikian telah menginjak-injak syari’at Islam, dan disadari maupun tidak merupakan pengingkaran terhadap sebagian ajaran Islam. Yang lebih disesalkan adalah justru stigma negatif di atas juga disuarakan oleh orang-orang yang selama ini dianggap sebagai tokoh Islam, atau cendekiawan muslim. Sungguh komentar-komentar mereka tidak memberikan solusi, tapi malah membuat suasana semakin keruh
Sikap sebagian kaum muslimin yang menaruh curiga terhadap segala atribut Islami di atas - bahkan di beberapa daerah sampai pada tindakan main hakim sendiri - bukanlah solusi untuk memberantas terorisme. Justru hal itu menunjukkan ketidakpahaman umat terhadap hakekat terorisme, di sisi lain menunjukkan betapa rapuhnya aqidah umat sehingga sangat mudah dikendalikan oleh media massa dan tokoh-tokoh yang tidak jelas.
Terorisme - Khawarij muncul karena kecintaan yang besar terhadap Islam dan semangat memperjuangkan Islam, namun keluar dari metode yang benar dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah. Terorisme yang muncul sekarang sebenarnya berakar dan merupakan kelanjutan dari paham sesat khawarij.
Untuk membentengi membentengi diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, lingkungan dan masyarakat kita dari paham sesat khawarij maka umat Islam harus kembali merujuk kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah di bawah bimbingan para ‘ulama yang meniti jejak para salafush shalih (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in).
Segala problem yang menimpa kaum muslimin tidak akan tercabut kecuali jika kaum muslimin mau kembali kepada ajaran agama mereka. Tidak akan menjadi baik kondisi umat di akhir zaman ini kecuali dengan sesuatu yang telah menjadikan baik generasi awal Islam, yaitu berpegang kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan prinsip pemahaman yang benar, yaitu metode pemahaman para salafush shalih (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in).
Ribuan ummat islam mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri membantah tentangan terhadap HT
Prince Al-Ayubbi Yahya
Syabab.Com - Lebih dari 8.000 kaum Muslim di Bangladesh selama beberapa hari lalu telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri. Surat itu berisi tuntutan kepada pemerintah agar mencabut larangan yang dipaksakan terhadap Hizbut Tahrir, serta mencabut status tahanan rumah bagi juru bicara resmi Hizbut Tahrir di Bangladesh, Muhyiddin Ahmad. Dalam surat itu dikatakan bahwa pada tanggal 22 Oktober 2009 pemerintah melarang Hizbut Tahrir di Bangladesh dengan arahan dari kaum kafir imperialis. Dan sejak saat itu, juru bicara resmi Hizbut Tahrir, Muhyiddin Ahmad, istri dan anaknya ditetapkan sebagai tahanan rumah.
Dalam hal ini, pemerintah gagal memberikan dalih atau alasan yang membenarkan keputusannya yang sewenang-wenang untuk melarang Hizbut Tahrir; dan pemerintaha juga gagal membuat tuduhan apapun untuk Muhyiddin Ahmad.
Sungguh praktek-praktek pemerintah ini bertentangan dengan Islam, ilegal dan sewenang-wenang. Sikap dan tindakan pemerintah ini tidak berbeda dari praktek-praktek para penguasa diktator di seluruh dunia dalam menghadapi lawan-lawan politiknya.
Kemudian, surat-surat mereka itu ditutup dengan janji Tuhan Yang Maha Perkasa, Allah SWT yang berfirman: “Sesungguhnya mereka yang telah menganiaya orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab jahannam, dan bagi mereka pula azab (neraka) yang membakar.” (TQS. Al-Buruj [85] : 10)
P/S: ALLAHUAKBAR!!! SEMAKIN HARI SEMAKIN MEMBAHANA BERGELORA... SUDAH TERLIHAT KEJAYAAN PASTI AKAN MENYUSUL. ALLAHUAKBAR!!!
Syabab.Com - Lebih dari 8.000 kaum Muslim di Bangladesh selama beberapa hari lalu telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri. Surat itu berisi tuntutan kepada pemerintah agar mencabut larangan yang dipaksakan terhadap Hizbut Tahrir, serta mencabut status tahanan rumah bagi juru bicara resmi Hizbut Tahrir di Bangladesh, Muhyiddin Ahmad. Dalam surat itu dikatakan bahwa pada tanggal 22 Oktober 2009 pemerintah melarang Hizbut Tahrir di Bangladesh dengan arahan dari kaum kafir imperialis. Dan sejak saat itu, juru bicara resmi Hizbut Tahrir, Muhyiddin Ahmad, istri dan anaknya ditetapkan sebagai tahanan rumah.
Dalam hal ini, pemerintah gagal memberikan dalih atau alasan yang membenarkan keputusannya yang sewenang-wenang untuk melarang Hizbut Tahrir; dan pemerintaha juga gagal membuat tuduhan apapun untuk Muhyiddin Ahmad.
Sungguh praktek-praktek pemerintah ini bertentangan dengan Islam, ilegal dan sewenang-wenang. Sikap dan tindakan pemerintah ini tidak berbeda dari praktek-praktek para penguasa diktator di seluruh dunia dalam menghadapi lawan-lawan politiknya.
Kemudian, surat-surat mereka itu ditutup dengan janji Tuhan Yang Maha Perkasa, Allah SWT yang berfirman: “Sesungguhnya mereka yang telah menganiaya orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab jahannam, dan bagi mereka pula azab (neraka) yang membakar.” (TQS. Al-Buruj [85] : 10)
P/S: ALLAHUAKBAR!!! SEMAKIN HARI SEMAKIN MEMBAHANA BERGELORA... SUDAH TERLIHAT KEJAYAAN PASTI AKAN MENYUSUL. ALLAHUAKBAR!!!
Akatsukikage Abu Faqih
Ada banyak riwayat yang mengatakan, bahwa Rasulullah SAW tidak akan memulai peperangan, kecuali sesudah menyeru terlebih dahulu untuk memeluk Islam.
(Nashbur-Raayah 2:278; Majma'uz-Zawa'id 5:304; Kanzul Ummal 2:298).
Ibnu Mandah dan Ibnu Asakir telah memberitakan dari Abdul Rahman bin A'idz ra. katanya: Apabila Rasulullah SAW mengutus pasukannya ke medan perang, terlebih dahulu Beliau berpesan kepada mereka, katanya: Berlembutlah kepada manusia, dan jangan memulai sesuatu tindakan, sebelum kamu mengajak mereka kepada agama Allah. Sesungguhnya tiada penghuni rumah, atau penduduk kampung, yang dapat kamu membawa mereka kepadaku dalam keadaan memeluk Islam, itu adalah lebih baik kepadaku dari kamu membawa kepadaku wanita-wanita mereka dan anak-anak mereka yang kamu tawan, padahal kamu telah membunuh semua lelaki-lelaki mereka.
(Al-Ishabah 3:152; Musnad Termidzi 1:195)
Pesan Rasulullah SAW kepada Pasukan Jihad
Riwayat dari Buraidah ra. katanya: Apabila Rasulullah SAW mengutus satu pasukan, atau pasukan untuk berperang, ia berpesan kepada ketua atau panglimanya supaya senantiasa bertaqwa kepada Allah, khususnya pada diri mereka dan juga pada semua kaum Muslimin, kata Beliau: "Jika kamu bertemu dengan musuh kamu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada satu dari tiga perkara, dan kiranya mereka menerima apa saja dari antara tiga perkara itu, hendaklah kamu menerimanya dan berhentikan menyerang mereka":
Ajak mereka untuk memeluk Islam, jika mereka menerimanya, biarlah mereka memeluk Islam, dan berhenti menyerang mereka.
Ajaklah mereka untuk berpindah dari negeri mereka ke negeri orang yang berhijrah (yakni negeri Islam), dan beritahu mereka jika mereka setuju, akan diberi hak seperti yang diberikan kepada kaum yang berhijrah, dan menanggung hak seperti yang ditanggung oleh mereka. jika mereka enggan berpindah, dan ingin rnenetap di negeri mereka, maka beritahu mereka bahwa mereka harus bersikap seperti kaum badui Arab yang telah memeluk Islam, berlaku ke atas mereka semua hukum-hukum Allah yang dilaksanakan ke atas kaum yang beriman, dan bahwa mereka tidak berhak untuk menerima jizyah dan harta rampasan perang, kecuali jika mereka turut berjihad dengan kaum Muslimin.
Jika mereka enggan juga semua tawaran itu, maka berundinglah dengan mereka supaya mereka membayar jizyah (pajak), jika mereka terima, hendaklah disetujui dan hentikan serangan kepada mereka. Tetapi, jika mereka enggan dan menolak juga, maka mintalah bantuan kepada Allah dan perangilah mereka itu. Kemudian, apabila kamu mengepung penduduk yang berlindung di dalam bentengnya, lalu mereka memohon supaya kamu memberikan keputusan kepada mereka dengan hukuman Allah, maka janganlah kamu menuruti permohonan mereka itu, kerana kalian tidak mengetahui apa yang akan diputuskan Allah kepada mereka. Akan tetapi putuskanlah menurut kebijaksanaan kamu, dan tetapkanlah ke atas mereka sesudah itu apa yang dipandang wajar!
(Muslim 2:82; Abu Daud, hal. 358; Ibnu Majah, hal. 210, dan Baihaqi 9:184)
Ada beberapa riwayat yang memberitakan dari Saiyidina Ali bin Abu Thalib ra. bahwa Rasulullah SAW pernah mengutusnya ke medan perang, dan setelah pasukannya berangkat, Beliau lalu menyuruh orang mengejar pasukan itu supaya menyampaikan pesan Rasulullah SAW yang berbunyi: jangan kamu memerangi musuh kamu sebelum kamu menyeru mereka kepada agama Islam terlebih dahulu.
Dalam pembicaraan yang disampaikan oleh Sahel bin Sa'ad ra. yang dinukil oleh Bukhari dan lainnya, bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Ali ra. pada peperangan Khaibar: Berangkatlah dengan segera, hingga engkau tiba di medan perang mereka, kemudian serulah mereka kepada Islam, dan beritahu mereka apa yang diwajibkan Allah dari hal hak-haknya. Demi Allah, seandainya Allah berikan petunjuknya kepada seorang saja di antara mereka di tanganmu, itu adalah lebih baik dari engkau memiliki unta-unta merah!
Ibnu Sa'ad telah meriwayatkan dari Farwah bin Missik Al-Qathi'i ra. berkata: Sekali peristiwa aku datang kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah! Boleh atau tidakkah aku memerangi kaumku yang enggan memeluk Islam dengan mereka yang telah memeluk Islam", tanya Farwah. "Ya, boleh!" jawab Rasulullah SAW "Tapi, wahai Rasulullah!" tambahku, "mereka itu dari keturunan Saba', mereka terkenal kuat dan berani mati!" aku cuba menerangkan situasi yang sebenarnya. "Ya, boleh dan aku benarkan kamu memerangi mereka itu, walaupun mereka Saba' sekalipun!" Rasulullah SAW mengizinkanku untuk meneruskan cita-citaku itu. Berkata Farwah: Aku pun meninggalkan majlis Rasulullah SAW itu kembali ke rumah untuk membuat persiapan. Rupanya waktu itu, telah turun firman Allah ta'ala yang menjelaskan lagi tentang permasalaan Saba' tadi. Lalu Beliau menyuruh mencariku dengan mengutus orang untuk memanggilku. Malangnya aku juga sudah berangkat. Maka utusan itu pun mengejarku dan mengajakku kembali untuk menemui Rasulullah SAW. Apabila aku memasuki majelisnya, aku dapati Beliau sedang duduk dan dikelilingi oleh beberapa orang sahabatnya, lalu Beliau berkata: "Wahai Farwah! Mulaikanlah dengan menyeru mereka kepada Islam terlebih dahulu, siapa yang setuju terimalah darinya. Dan siapa yang enggan, jangan engkau lakukan apa-apa terhadapnya, sehingga datang perintah Allah kepadaku!". "Ya Rasulullah! Apa itu Saba'?" terdengar seorang sahabat bertanya, "apakah dia mengenai tanah Saba' ataupun puterinya?". "Bukan", jawab Rasulullah SAW. "Dia bukan tanahnya atau puetrinya. Tetapi dia seorang lelaki Arab yang beranak sepuluh. Enam dari padanya berpindah ke Yaman, dan empat yang lain berpindah ke Syam". Rasulullah SAW menjelaskan hakikat Saba' itu. Kemudian Beliau menyambung pula: "Adapun yang pergi ke Syam, yaitu: Lakham, Judzam, Chassan dan Amilah", Beliau berhenti sebentar, kemudian menyambung lagi, "adapun yang ke Yaman, maka mereka itu: Azd, Kindah, Himyar, Asyfariyun, Anmar dan Mudzhij". Terdengar pula suatu pertanyaan lagi meminta penerangan, Siapakah Anmar itu?". "Dia itulah yang dari keturunan Khats'am dan Bujailah", jelas Rasulullah SAW, lagi.
(Thabaqat Ibnu Sa'ad 2:154, dan Kanzul Ummal 1:260)
Dalam versi Ahmad dan Abd bin Humaid yang diriwayatkannya dari Farwah juga, bahwa dia berkata: Aku telah mendatangi Rasulullah SAW meminta izinnya untuk memerangi orang yang tidak mau memeluk Islam, kataku: "Bolehkah aku memerangi orang yang enggan memeluknya dengan mereka yang telah memeluk Islam dari kaumku?". "Ya, boleh", jawab Rasulullah SAW. "Engkau boleh memerangi orang yang enggan memeluk Islam itu dengan siapa yang telah memeluk Islam dari kaummu". Setelah aku pergi, Beliau lalu memanggilku kembali, seraya berkata: "Jangan engkau memerangi mereka, sehingga engkau menyeru mereka kepada Islam terlebih dahulu". Tiba-tiba terdengar suara orang bertanya kepada Beliau, katanya: "Wahai Rasulullah! Saba' itu, apakah lembah, atau bukit, ataupun apakah dia sebenarnya?". "Bukan semua itu", jawab Rasulullah SAW, "tetapi dia adalah seorang Arab yang beranak sepuluh orang anak...". Dan seterusnya sehingga akhir penerangan Rasulullah SAW seperti yang disebutkan di atas tadi
(Tafsir Ibnu Katsir 3:531)
Thabarani meriwayatkan dari Khalid bin Said ra. katanya: Rasulullah SAW pernah mengutusku ke negeri Yaman, seraya berpesan: Siapa yang engkau temui dari kaum Arab, lalu terdengar darinya suara azan, janganlah engkau mengganggunya. Dan siapa yang mendatangi suara azan, ajaklah mereka kepada Islam.
(Majma'uz-Zawa'id 5:307)
SEMOGA ALLAH MEMAHAMKAN KITA...AMIN
NIAT MENGAMALKAN DAN MENYAMPAIKAN LAGI KEPADA SAUDARA2 KITA YANG LAIN..INSYA ALLAH
Ada banyak riwayat yang mengatakan, bahwa Rasulullah SAW tidak akan memulai peperangan, kecuali sesudah menyeru terlebih dahulu untuk memeluk Islam.
(Nashbur-Raayah 2:278; Majma'uz-Zawa'id 5:304; Kanzul Ummal 2:298).
Ibnu Mandah dan Ibnu Asakir telah memberitakan dari Abdul Rahman bin A'idz ra. katanya: Apabila Rasulullah SAW mengutus pasukannya ke medan perang, terlebih dahulu Beliau berpesan kepada mereka, katanya: Berlembutlah kepada manusia, dan jangan memulai sesuatu tindakan, sebelum kamu mengajak mereka kepada agama Allah. Sesungguhnya tiada penghuni rumah, atau penduduk kampung, yang dapat kamu membawa mereka kepadaku dalam keadaan memeluk Islam, itu adalah lebih baik kepadaku dari kamu membawa kepadaku wanita-wanita mereka dan anak-anak mereka yang kamu tawan, padahal kamu telah membunuh semua lelaki-lelaki mereka.
(Al-Ishabah 3:152; Musnad Termidzi 1:195)
Pesan Rasulullah SAW kepada Pasukan Jihad
Riwayat dari Buraidah ra. katanya: Apabila Rasulullah SAW mengutus satu pasukan, atau pasukan untuk berperang, ia berpesan kepada ketua atau panglimanya supaya senantiasa bertaqwa kepada Allah, khususnya pada diri mereka dan juga pada semua kaum Muslimin, kata Beliau: "Jika kamu bertemu dengan musuh kamu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada satu dari tiga perkara, dan kiranya mereka menerima apa saja dari antara tiga perkara itu, hendaklah kamu menerimanya dan berhentikan menyerang mereka":
Ajak mereka untuk memeluk Islam, jika mereka menerimanya, biarlah mereka memeluk Islam, dan berhenti menyerang mereka.
Ajaklah mereka untuk berpindah dari negeri mereka ke negeri orang yang berhijrah (yakni negeri Islam), dan beritahu mereka jika mereka setuju, akan diberi hak seperti yang diberikan kepada kaum yang berhijrah, dan menanggung hak seperti yang ditanggung oleh mereka. jika mereka enggan berpindah, dan ingin rnenetap di negeri mereka, maka beritahu mereka bahwa mereka harus bersikap seperti kaum badui Arab yang telah memeluk Islam, berlaku ke atas mereka semua hukum-hukum Allah yang dilaksanakan ke atas kaum yang beriman, dan bahwa mereka tidak berhak untuk menerima jizyah dan harta rampasan perang, kecuali jika mereka turut berjihad dengan kaum Muslimin.
Jika mereka enggan juga semua tawaran itu, maka berundinglah dengan mereka supaya mereka membayar jizyah (pajak), jika mereka terima, hendaklah disetujui dan hentikan serangan kepada mereka. Tetapi, jika mereka enggan dan menolak juga, maka mintalah bantuan kepada Allah dan perangilah mereka itu. Kemudian, apabila kamu mengepung penduduk yang berlindung di dalam bentengnya, lalu mereka memohon supaya kamu memberikan keputusan kepada mereka dengan hukuman Allah, maka janganlah kamu menuruti permohonan mereka itu, kerana kalian tidak mengetahui apa yang akan diputuskan Allah kepada mereka. Akan tetapi putuskanlah menurut kebijaksanaan kamu, dan tetapkanlah ke atas mereka sesudah itu apa yang dipandang wajar!
(Muslim 2:82; Abu Daud, hal. 358; Ibnu Majah, hal. 210, dan Baihaqi 9:184)
Ada beberapa riwayat yang memberitakan dari Saiyidina Ali bin Abu Thalib ra. bahwa Rasulullah SAW pernah mengutusnya ke medan perang, dan setelah pasukannya berangkat, Beliau lalu menyuruh orang mengejar pasukan itu supaya menyampaikan pesan Rasulullah SAW yang berbunyi: jangan kamu memerangi musuh kamu sebelum kamu menyeru mereka kepada agama Islam terlebih dahulu.
Dalam pembicaraan yang disampaikan oleh Sahel bin Sa'ad ra. yang dinukil oleh Bukhari dan lainnya, bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Ali ra. pada peperangan Khaibar: Berangkatlah dengan segera, hingga engkau tiba di medan perang mereka, kemudian serulah mereka kepada Islam, dan beritahu mereka apa yang diwajibkan Allah dari hal hak-haknya. Demi Allah, seandainya Allah berikan petunjuknya kepada seorang saja di antara mereka di tanganmu, itu adalah lebih baik dari engkau memiliki unta-unta merah!
Ibnu Sa'ad telah meriwayatkan dari Farwah bin Missik Al-Qathi'i ra. berkata: Sekali peristiwa aku datang kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah! Boleh atau tidakkah aku memerangi kaumku yang enggan memeluk Islam dengan mereka yang telah memeluk Islam", tanya Farwah. "Ya, boleh!" jawab Rasulullah SAW "Tapi, wahai Rasulullah!" tambahku, "mereka itu dari keturunan Saba', mereka terkenal kuat dan berani mati!" aku cuba menerangkan situasi yang sebenarnya. "Ya, boleh dan aku benarkan kamu memerangi mereka itu, walaupun mereka Saba' sekalipun!" Rasulullah SAW mengizinkanku untuk meneruskan cita-citaku itu. Berkata Farwah: Aku pun meninggalkan majlis Rasulullah SAW itu kembali ke rumah untuk membuat persiapan. Rupanya waktu itu, telah turun firman Allah ta'ala yang menjelaskan lagi tentang permasalaan Saba' tadi. Lalu Beliau menyuruh mencariku dengan mengutus orang untuk memanggilku. Malangnya aku juga sudah berangkat. Maka utusan itu pun mengejarku dan mengajakku kembali untuk menemui Rasulullah SAW. Apabila aku memasuki majelisnya, aku dapati Beliau sedang duduk dan dikelilingi oleh beberapa orang sahabatnya, lalu Beliau berkata: "Wahai Farwah! Mulaikanlah dengan menyeru mereka kepada Islam terlebih dahulu, siapa yang setuju terimalah darinya. Dan siapa yang enggan, jangan engkau lakukan apa-apa terhadapnya, sehingga datang perintah Allah kepadaku!". "Ya Rasulullah! Apa itu Saba'?" terdengar seorang sahabat bertanya, "apakah dia mengenai tanah Saba' ataupun puterinya?". "Bukan", jawab Rasulullah SAW. "Dia bukan tanahnya atau puetrinya. Tetapi dia seorang lelaki Arab yang beranak sepuluh. Enam dari padanya berpindah ke Yaman, dan empat yang lain berpindah ke Syam". Rasulullah SAW menjelaskan hakikat Saba' itu. Kemudian Beliau menyambung pula: "Adapun yang pergi ke Syam, yaitu: Lakham, Judzam, Chassan dan Amilah", Beliau berhenti sebentar, kemudian menyambung lagi, "adapun yang ke Yaman, maka mereka itu: Azd, Kindah, Himyar, Asyfariyun, Anmar dan Mudzhij". Terdengar pula suatu pertanyaan lagi meminta penerangan, Siapakah Anmar itu?". "Dia itulah yang dari keturunan Khats'am dan Bujailah", jelas Rasulullah SAW, lagi.
(Thabaqat Ibnu Sa'ad 2:154, dan Kanzul Ummal 1:260)
Dalam versi Ahmad dan Abd bin Humaid yang diriwayatkannya dari Farwah juga, bahwa dia berkata: Aku telah mendatangi Rasulullah SAW meminta izinnya untuk memerangi orang yang tidak mau memeluk Islam, kataku: "Bolehkah aku memerangi orang yang enggan memeluknya dengan mereka yang telah memeluk Islam dari kaumku?". "Ya, boleh", jawab Rasulullah SAW. "Engkau boleh memerangi orang yang enggan memeluk Islam itu dengan siapa yang telah memeluk Islam dari kaummu". Setelah aku pergi, Beliau lalu memanggilku kembali, seraya berkata: "Jangan engkau memerangi mereka, sehingga engkau menyeru mereka kepada Islam terlebih dahulu". Tiba-tiba terdengar suara orang bertanya kepada Beliau, katanya: "Wahai Rasulullah! Saba' itu, apakah lembah, atau bukit, ataupun apakah dia sebenarnya?". "Bukan semua itu", jawab Rasulullah SAW, "tetapi dia adalah seorang Arab yang beranak sepuluh orang anak...". Dan seterusnya sehingga akhir penerangan Rasulullah SAW seperti yang disebutkan di atas tadi
(Tafsir Ibnu Katsir 3:531)
Thabarani meriwayatkan dari Khalid bin Said ra. katanya: Rasulullah SAW pernah mengutusku ke negeri Yaman, seraya berpesan: Siapa yang engkau temui dari kaum Arab, lalu terdengar darinya suara azan, janganlah engkau mengganggunya. Dan siapa yang mendatangi suara azan, ajaklah mereka kepada Islam.
(Majma'uz-Zawa'id 5:307)
SEMOGA ALLAH MEMAHAMKAN KITA...AMIN
NIAT MENGAMALKAN DAN MENYAMPAIKAN LAGI KEPADA SAUDARA2 KITA YANG LAIN..INSYA ALLAH
Jejak-Jejak Khilafah "Sang Raksasa"
Galaksi Islam
Rasul saw pernah bilang kalo Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam. Ini bukan omong kosong lho. Pasca Rasul wafat, sejarah dunia mencatat ketinggian peradaban Islam, yang berada di bawah naungan Khilafah Islamiyah (negara islam) yang pernah berjaya berabad abad lamanya.
ini dia diantanranya:
1. Ketinggian sains dan ilmuwan Islam. Secara jujur, hal ini diakui oleh salah seorang cendekiawan Barat sendiri, yakni Emmanuel Deutscheu yang asal Jerman itu. Ia mengatakan, “Semua ini (yakni kemajuan peradaban Islam) telah memberikan kesempatan baik bagi kami untuk mencapai kebangkitan (renaissance) dalam ilmu pengetahuan modern.”
a. Ibn Sina (terkenal di Barat sebagai Aveciena). Seorang pakar kedokteran terkemuka hingga abad ini. Ia meninggalkan karya sekitar 267 buku. Al-Qânûn fî ath-Thibb adalah bukunya yang terkenal di bidang kedokteran.
b. az-Zahrawi. Orang pertama yang mengenalkan teknik pembedahan organ tubuh manusia. Karyanya berupa eksiklopedia pembedahan dijadikan referensi dasar dunia kedokteran selama ratusan tahun, termasuk di berbagai universitas di Barat.
c. al-Khawarizmi. Ahli matematika, penemu angka nol, sekaligus pencipta salah satu cabang ilmu matematika, algoritma. Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada awal abad ke-12 dan terus dipakai selama 400 tahun (hingga abad ke-16) sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa. Buku geografinya berjudul Kitâb Sûrât al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
d. Jabir Ibn Hayyan. Pakar ilmu kimia dengan karyanya Kitâb al-Kimyâ dan Kitâb as-Sab‘în. Terjemahan Kitâb al-Kimyâ bahkan telah diterbitkan oleh orang Inggris bernama Robert Chester tahun 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy. Berthelot juga menerjemahkan beberapa buku Jabir, di antaranya dikenal dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances, dan Book of Eastern Mercury.
e. al-Idrisi. Pakar geografi. Ia telah membuat bola dunia dari bahan perak seberat 400 kilogram untuk Raja Roger II dari Sicilia. Globe buatan al-Idrisi ini secara cermat memuat pula ketujuh benua dengan rute perdagangannya, danau-danau dan sungai, kota-kota besar, dataran serta pegunungan. Beliau memasukkan pula beberapa informasi tentang jarak, panjang dan ketinggian secara tepat. Bola dunianya itu oleh Idris sengaja dilengkapi pula dengan Kitâb ar-Rujari (Roger’s Book). Al-Idrisi pula yang pertama kali memperkenalkan teknik pemetaan dengan metode proyeksi; suatu metode yang baru dikembangkan oleh ilmuwan Barat, Mercator, empat abad kemudian.
f. Ibnu al-Haytsam. Master ilmu alam dan ilmu pasti. Ia menulis buku berjudul Al-Manâzhir yang berisi tentang ilmu optik. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Frederick Reysnar, dan diterbitkan di Swiss pada tahun 1572 dengan judul, Opticae Thesaurus.
2. Bantuan luar negeri. Kekhilafahan menunjukkan bahwa Islam diturunkan untuk kebaikan seluruh umat manusia dengan memberikan bantuan pada orang-orang non muslim di luar wilayah daulah.
a. Tahun 1845, adalah awal tahun dimana terjadi kelaparan besar yang melanda Irlandia yang mengakibatkan lebih dari 1,000,000 orang meninggal. Ketika itu Khilafah Usmani, Sultan Abdülmecid menyatakan keinginannya untuk mengirimkan 10,000 sterling kepada para petani Irlandia tapi Ratu Victoria meminta Sultan untuk mengirim hanya 1,000 sterling, karena dia telah mengirim hanya 2,000 sterling. Sultan mengirim 1,000 sterling. Namun secara diam-diam mengirim 3 kapal penuh makanan. Pengadilan Inggris berusaha untuk memblokir kapal itu, tapi makanan sampai di pelabuhan Drogheda dan ditinggalkan di sana oleh para Pelaut Usmani. Dikarenakan peristiwa ini rakyat Irlandia, khususnya mereka yang tinggal dii Drogheda, menjadi bersahabat dengan orang Turki.
b. Pemberian sertifikat tanah (Tahun 925 H/1519 H) kepada para pengungsi Yahudi yang lari dari kekejaman Inkuisisi Spanyol pasca jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia.
c. Surat ucapan terima kasih dari Pemerintah Amerika Serikat atas bantuan pangan yang dikirim khalifah ke Amerika Serikat yang sedang dilanda kelaparan pasca perang dengan Inggris (abad 18).
d. Surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil ke Khalifah (30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H)
e. Pemberian izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabiul Akhir 1282/5 September 1865)
f. Khalifah membuat peraturan bebas cukai bagi barang bawaan orang-orang Rusia yang mencari eksil ke Wilayah khalifah Utsmani pasca Revolusi Bolschevik (25 Desember 1920).
D’rise!, itulah beberapa jejak sang raksasa yang mendunia yang sangat mungkin terulang saat khilafah tegak nanti. So, ayo kita bangunkan sang raksasa yang tengah tertidur dengan dakwah ideologi. Saatnya Islam memimpin dunia! [341, diolahdari berbagai sumber]
Beberapa Jejak Khilafah di Nusantara
* Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka.
* Pengakuan terhadap kebesaran Khilafah dibuktikan dengan adanya dua pucuk surat yang dikirimkan oleh Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah masa Bani Umayah. Surat pertama dikirim kepada Muawiyah dan surat kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz.
* Sebuah medali emas yang dipersembahkan oleh Khalifah Ustmani di Turki kepada utusan Sultan Thaha Syaifuddin yang datang meminta pertolongan Khalifah untuk melawan penjajahan Belanda di Jambi
* Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Khilafah Bani Umayah meminta dikirimkan da`i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam.
* Deureuham adalah mata uang Aceh pertama yang diambil dari bahasa Arab dirham. Beratnya 0,57gram kadar 18 karat diameter 1 cm, berhuruf Arab di kedua sisinya.
nah, apakah kita tidak merindukann Khilafah berdiri lagi meraih kejayaan Islam yang saat ini begitu terpuruk diberbagai bidang???
sumber: drise online
Rasul saw pernah bilang kalo Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam. Ini bukan omong kosong lho. Pasca Rasul wafat, sejarah dunia mencatat ketinggian peradaban Islam, yang berada di bawah naungan Khilafah Islamiyah (negara islam) yang pernah berjaya berabad abad lamanya.
ini dia diantanranya:
1. Ketinggian sains dan ilmuwan Islam. Secara jujur, hal ini diakui oleh salah seorang cendekiawan Barat sendiri, yakni Emmanuel Deutscheu yang asal Jerman itu. Ia mengatakan, “Semua ini (yakni kemajuan peradaban Islam) telah memberikan kesempatan baik bagi kami untuk mencapai kebangkitan (renaissance) dalam ilmu pengetahuan modern.”
a. Ibn Sina (terkenal di Barat sebagai Aveciena). Seorang pakar kedokteran terkemuka hingga abad ini. Ia meninggalkan karya sekitar 267 buku. Al-Qânûn fî ath-Thibb adalah bukunya yang terkenal di bidang kedokteran.
b. az-Zahrawi. Orang pertama yang mengenalkan teknik pembedahan organ tubuh manusia. Karyanya berupa eksiklopedia pembedahan dijadikan referensi dasar dunia kedokteran selama ratusan tahun, termasuk di berbagai universitas di Barat.
c. al-Khawarizmi. Ahli matematika, penemu angka nol, sekaligus pencipta salah satu cabang ilmu matematika, algoritma. Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada awal abad ke-12 dan terus dipakai selama 400 tahun (hingga abad ke-16) sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa. Buku geografinya berjudul Kitâb Sûrât al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
d. Jabir Ibn Hayyan. Pakar ilmu kimia dengan karyanya Kitâb al-Kimyâ dan Kitâb as-Sab‘în. Terjemahan Kitâb al-Kimyâ bahkan telah diterbitkan oleh orang Inggris bernama Robert Chester tahun 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy. Berthelot juga menerjemahkan beberapa buku Jabir, di antaranya dikenal dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances, dan Book of Eastern Mercury.
e. al-Idrisi. Pakar geografi. Ia telah membuat bola dunia dari bahan perak seberat 400 kilogram untuk Raja Roger II dari Sicilia. Globe buatan al-Idrisi ini secara cermat memuat pula ketujuh benua dengan rute perdagangannya, danau-danau dan sungai, kota-kota besar, dataran serta pegunungan. Beliau memasukkan pula beberapa informasi tentang jarak, panjang dan ketinggian secara tepat. Bola dunianya itu oleh Idris sengaja dilengkapi pula dengan Kitâb ar-Rujari (Roger’s Book). Al-Idrisi pula yang pertama kali memperkenalkan teknik pemetaan dengan metode proyeksi; suatu metode yang baru dikembangkan oleh ilmuwan Barat, Mercator, empat abad kemudian.
f. Ibnu al-Haytsam. Master ilmu alam dan ilmu pasti. Ia menulis buku berjudul Al-Manâzhir yang berisi tentang ilmu optik. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Frederick Reysnar, dan diterbitkan di Swiss pada tahun 1572 dengan judul, Opticae Thesaurus.
2. Bantuan luar negeri. Kekhilafahan menunjukkan bahwa Islam diturunkan untuk kebaikan seluruh umat manusia dengan memberikan bantuan pada orang-orang non muslim di luar wilayah daulah.
a. Tahun 1845, adalah awal tahun dimana terjadi kelaparan besar yang melanda Irlandia yang mengakibatkan lebih dari 1,000,000 orang meninggal. Ketika itu Khilafah Usmani, Sultan Abdülmecid menyatakan keinginannya untuk mengirimkan 10,000 sterling kepada para petani Irlandia tapi Ratu Victoria meminta Sultan untuk mengirim hanya 1,000 sterling, karena dia telah mengirim hanya 2,000 sterling. Sultan mengirim 1,000 sterling. Namun secara diam-diam mengirim 3 kapal penuh makanan. Pengadilan Inggris berusaha untuk memblokir kapal itu, tapi makanan sampai di pelabuhan Drogheda dan ditinggalkan di sana oleh para Pelaut Usmani. Dikarenakan peristiwa ini rakyat Irlandia, khususnya mereka yang tinggal dii Drogheda, menjadi bersahabat dengan orang Turki.
b. Pemberian sertifikat tanah (Tahun 925 H/1519 H) kepada para pengungsi Yahudi yang lari dari kekejaman Inkuisisi Spanyol pasca jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia.
c. Surat ucapan terima kasih dari Pemerintah Amerika Serikat atas bantuan pangan yang dikirim khalifah ke Amerika Serikat yang sedang dilanda kelaparan pasca perang dengan Inggris (abad 18).
d. Surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil ke Khalifah (30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H)
e. Pemberian izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabiul Akhir 1282/5 September 1865)
f. Khalifah membuat peraturan bebas cukai bagi barang bawaan orang-orang Rusia yang mencari eksil ke Wilayah khalifah Utsmani pasca Revolusi Bolschevik (25 Desember 1920).
D’rise!, itulah beberapa jejak sang raksasa yang mendunia yang sangat mungkin terulang saat khilafah tegak nanti. So, ayo kita bangunkan sang raksasa yang tengah tertidur dengan dakwah ideologi. Saatnya Islam memimpin dunia! [341, diolahdari berbagai sumber]
Beberapa Jejak Khilafah di Nusantara
* Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka.
* Pengakuan terhadap kebesaran Khilafah dibuktikan dengan adanya dua pucuk surat yang dikirimkan oleh Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah masa Bani Umayah. Surat pertama dikirim kepada Muawiyah dan surat kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz.
* Sebuah medali emas yang dipersembahkan oleh Khalifah Ustmani di Turki kepada utusan Sultan Thaha Syaifuddin yang datang meminta pertolongan Khalifah untuk melawan penjajahan Belanda di Jambi
* Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Khilafah Bani Umayah meminta dikirimkan da`i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam.
* Deureuham adalah mata uang Aceh pertama yang diambil dari bahasa Arab dirham. Beratnya 0,57gram kadar 18 karat diameter 1 cm, berhuruf Arab di kedua sisinya.
nah, apakah kita tidak merindukann Khilafah berdiri lagi meraih kejayaan Islam yang saat ini begitu terpuruk diberbagai bidang???
sumber: drise online
PIDATO SEORANG ANAK KECIL MEMBUNGKAM PETINGGI2 NEGARA
Nugroho
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan
"Enviromental Children's Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun "
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan
"Enviromental Children's Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun "
Tiga isu Utama Dakwah Islam
oleh Ibnu Jauhari
Fokus Dakwah: Akidah, Khilafah, dan Jihad
Dakwah merupakan aktivitas untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam. Dakwah merupakan perkara yang amat penting. Karenanya, amat dapat dimengerti betapa kehidupan Nabi saw. adalah kehidupan dakwah.
Banyak sekali persoalan yang dihadapi Nabi saw. dalam mengubah masyarakat. Namun, beliau memiliki fokus dalam aktivitas dakwahnya. Berkaitan dengan fokus dakwah ini, Allah Swt. berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-Baqarah [2]: 218).
Di dalam ayat tersebut Allah Swt. menggambarkan realitas para sahabat yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Swt. dengan semata-mata mengharapkan balasan-Nya. Zat Yang Mahaperkasa menyatukan ketiga perkara—yakni iman, hijrah, dan jihad—sebagai sesuatu yang saling berkaitan. Hal ini ditunjukkan dengan digunakannya kata hubung wa (dan), bukan aw (atau).
Pertama: iman. Secara syar‘i, iman berarti pembenaran yang pasti tanpa sedikit pun keraguan, sesuai dengan realitasnya, dan bersumber dari dalil. Iman sering disebut sebagai akidah islamiah.
Kedua: hijrah. Hijrah menurut Imam Ibnu Katsir adalah meninggalkan suatu daerah dan sistem syirik (dâr asy-syirk) menuju daerah dan sistem iman (dâr al-îmân) 1. Hijrah merupakan pemisah dua fase, yaitu fase pembangunan akidah (di Makkah) dan fase pembangunan pilar-pilar negara serta perlindungannya di Madinah. Hijrah merupakan titik tolak terbentuknya Daulah Islamiyah dan pengeluaran manusia dari kegelapan menuju cahaya. 2
Lebih tegas lagi, hijrah adalah keluar dari suatu wilayah yang sistemnya kufur dan keamanannya di tangan kaum kafir (dâr al-kufr) masuk ke dalam sistem aturan Islam dan keamanannya berada di tangan kaum Muslim (dâr al-Islâm) 3. Sejak berhijrah ke Madinah, Rasulullah saw. sebagai kepala negara menerapkan hukum-hukum Islam di tengah-tengah masyarakat. Beliau dan para sahabatnya menyeru siapapun yang masuk Islam untuk berpindah ke dâr al-muhâjirîn. Di dalam banyak hadis disebutkan bahwa bentuk dâr al-Islâm itu adalah Khilafah yang dipimpin Khalifah. Dialah yang mengurusi umat setelah wafatnya Nabi saw. Beliau bersabda:
Adalah Bani Israil, urusan mereka diurusi oleh para nabi. Ketika wafat seorang nabi, datanglah nabi yang lain. Sungguh, tidak ada nabi sesudahku, yang akan ada adalah para khalifah yang banyak. (HR al-Bukhari).
Ketiga: jihad. Setelah menegakkan Pemerintahan Islam di Madinah, Nabi saw. diperintahkan berjihad. Secara syar‘i, dari 26 kata jihad dalam surat-surat yang turun di Madinah dengan jelas menunjukkan makna perang. Karenanya, jihad merupakan pengerahan seluruh kemampuan untuk berperang di jalan Allah, baik secara langsung, dengan bantuan keuangan, pandangan (pemikiran), memperbanyak kuantitas (sawad) ataupun yang lain. 4
Jihad melindungi Islam dan kaum Muslim dari serbuan kaum kafir yang menghalang-halangi dakwah Islam secara fisik. Bangunan masyarakat yang ditegakkan di atas keimanan untuk menerapkan seluruh hukum-hukum Islam dan menyatukan kaum Muslim di bawah naungan Khilafah dijaga oleh semangat jihad untuk mengatasi hantaman musuh yang hendak memporak-porandakannya.
Berdasarkan ayat tersebut dan ayat-ayat senada lainnya (seperti QS al-Anfal [8]: 72, 74, 75; QS at-Taubah [9]: 20; dan QS al-Hajj [22]: 58), Allah Swt. menegaskan bahwa landasan dakwah Nabi saw. adalah: iman (akidah islamiah), tujuannya mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam; penerapan syariah di bawah naungan Khilafah; dan jihad fi sabilillah untuk mempertahankan dan menyebarluaskan akidah Islam hingga Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Karena itu, dakwah harus difokuskan pada tiga isu utama, yaitu: akidah, Khilafah, dan jihad.
Qâdhiyah Mashîriyah
Qâdhiyah mashîriyah maknanya adalah perkara penting yang mengandung konsekuensi hidup atau mati. 5 Al-Quran dan as-Sunnah telah menetapkan perkara-perkara yang merupakan qâdhiyah mashîriyah. Perkara-perkara tersebut adalah:
Akidah Islam. Orang yang murtad diberikan dua pilihan, yakni bertobat atau mati setelah dibuktikan di pengadilan. Rasulullah saw. bersabda:
Siapa saja yang mengganti agamanya (murtad dari Islam) maka bunuhlah (HR al-Bukhari).
Kesatuan umat. Rasulullah saw. telah menjadikan kesatuan umat di bawah satu kepemimpinan Khalifah sebagai qâdhiyah mashîriyah (perkara utama) kaum Muslim. Siapa saja yang memporakporandakan kesatuan kaum Muslim alternatifnya hanya dua, kembali ke kesatuan umat sehingga tetap hidup, ataukah mati. Rasulullah saw. bersabda:
Siapa saja yang membaiat seorang imam (khalifah) seraya memberikan tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia menaatinya sekuat tenaga. Apabila datang orang lain memporakporandakannya maka penggallah leher orang tersebut. (HR Muslim).
Memenangkan Islam. Ketika di Makkah, Rasulullah saw. memproklamirkan bahwa memenangkan Islam merupakan qâdhiyah mashiriyah. Ketika beliau di Makkah ditawari tahta, wanita, dan kekuasaan oleh kafir Quraisy dengan syarat menghentikan dakwah Islam, beliau tidak menghentikannya hingga Allah memenangkan Islam atau beliau binasa, bahkan andaikan mereka dapat mendatangkan matahari di tangan kanan dan bulan di tangan kiri beliau. Saat di Madinah beliau bersabda:
Demi Allah, sungguh, aku akan senantiasa berjihad terhadap mereka di atas apa yang diutuskan Allah padaku, hingga Allah memenangkannya atau leher ini tergelincir. (HR Ahmad).
Paparan di atas menunjukkan bahwa akidah Islam, menerapkan Islam dan menyatukan umat di bawah naungan Khilafah, serta jihad untuk memenangkan Islam ketika mendapatkan halangan fisik dari kaum imperialis merupakan qâdhiyah mashiriyah (perkara utama) kaum Muslim. Realitas ini semakin mengokohkan bahwa fokus dakwah adalah: akidah Islam, Khilafah, dan jihad fi sabilillah.
Persoalan umat demikian banyak; perlu fokus. Jika tidak, niscaya energi akan tersebar, tujuan pun semakin lama tercapai. Fokus dakwah pada tiga persoalan utama tersebut bukan berarti meninggalkan hal yang lain. Akan tetapi, aktivitas lain itu jangan sampai memalingkan dakwah dari arah utamanya.
Urgensi Tiga Fokus Utama Dakwah
Kebangkitan umat bergantung pada pemahamannya tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan serta hubungan semua itu dengan keadaan sebelum dunia dan setelah dunia: dari mana manusia sebelum hidup di dunia; untuk apa manusia ketika hidup di dunia; dan akan kemana manusia setelah mati meninggalkan dunia?
Umat yang memahami bahwa hidup hanya di dunia semata akan berbeda dengan umat yang memahami bahwa nanti akan ada kehidupan di akhirat tetapi hidup di dunia tidak terkait dengan kehidupan akhirat. Lain lagi dengan umat yang memahami bahwa dia diciptakan Allah Swt. di dunia untuk beribadah kepadanya dengan cara mengikuti aturan yang Dia turunkan, dan kelak akan hidup lagi di akhirat, dihisab, dan setiap amal akan dibalas.
Jawaban terhadap pertanyaan dasar di atas itulah akidah. Kekeliruan akidah akan menjadikan hidup salah arah. Umat yang akidahnya keliru akan berada dalam arah hidup menuju kenestapaan dunia dan akhirat. Berdasarkan hal ini, akidah merupakan perkara terpenting dalam perubahan masyarakat, bahkan dalam hidup. Lebih dari itu, Nabi saw. mengubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Islam dilandasi oleh akidah islamiah.
Pada saat sekarang ini, akidah umat sedang dirasuki oleh akidah sekular. Keyakinan demikian tidak dapat hilang tanpa penanaman akidah Islam. Jadilah dakwah untuk menanamkan akidah Islam menjadi urgen.
Akidah Islam mengharuskan penganutnya terikat dengan seluruh aturan Islam yang dibawa oleh Nabi saw. (Lihat, misalnya, QS an-Nisa' [4]: 65). Karenanya, orang yang berpegang pada akidah Islam akan senantiasa terikat dengan aturan-aturan Islam. Keterikatan pada syariat Islam bukanlah karena takut oleh polisi atau penguasa, melainkan karena takut kepada Allah Swt. Hasilnya, aturan Islam yang digali dari al-Quran dan as-Sunnah yang diwahyukan oleh Allah Swt. akan dilaksanakan dengan penuh kerelaan dan ketundukan serta dijaga dan dipelihara oleh masyarakat atas dasar keimanannya.
Realitas pun memastikan mutlaknya penerapan aturan Islam. Krisis multi-dimensional yang terjadi saat ini disebabkan karena tidak diterapkannya Islam. Sebagai contoh, akibat umat Islam tidak menerapkan Islam dalam sistem ekonomi maka ekonomi kapitalislah yang diterapkan. Akibatnya, terjadilah privatisasi barang milik umum; hak rakyat dirampas oleh pemilik modal; yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin akibat kezaliman sistem ekonomi tersebut. Kalaupun negara-negara kapitalis besar kelihatannya ‘sejahtera', sebenarnya itu semu. Sebab, mereka ‘sejahtera' karena mengeruk kekayaan dan menjajah negeri-negeri Muslim secara ekonomi. Saat politik tidak diatur oleh aturan Islam, muncullah politik opurtunistik yang tidak lagi membela rakyat, melainkan sekadar kepentingan individual atau partai. Begitu juga dalam masalah lainnya. Benang merah dari semua itu adalah krisis multidimensional yang terjadi disebabkan oleh tidak diterapkannya aturan Islam. Jika itu akar persoalannya, maka pemecahannya adalah menerapkan secara total aturan Islam dalam setiap aspek kehidupan.
Penerapan aturan ini meniscayakan adanya kekuasaan dan sistem yang menerapkannya. Sistem ini adalah Daulah Islam atau Khilafah Islam. Tanpa Daulah Islam atau Khilafah Islam tidak mungkin syariat Islam dapat diterapkan secara kâffah. Itulah juga yang dipraktikkan Nabi saw. dan para sahabat beliau pada masa lalu.
Tantangan saat ini pun bersifat global, mendunia. Betapa cengkeraman negara kafir imperialis AS dan sekutunya di negeri Muslim Palestina, Afganistan, Filipina, Pattani, Irak, bahkan Malaysia dan Indonesia lewat tanpa penyelesaian. Negara yang bersifat kebangsaan semakin tampak lemah dan tidak dapat menyelesaikan banyak persoalan. Solusinya haruslah global. Kaum Muslim harus bersatu dalam satu kepemimpinan umum sedunia, yaitu Khilafah Islam. Teranglah, betapa urgen keberadaan Khilafah Islam.
Kini, ada negeri-negeri Muslim seperti Palestina dan Irak yang langsung dijajah secara militer. Untuk membebaskan negeri-negeri tersebut dari penjajahan, Islam menetapkan hukum jihad, yang terutama diwajibkan atas Khalifah. Begitu juga, kelak ketika Allah Swt. memberikan kemenangan kepada kaum Muslim dengan tegaknya syariat Islam dan menyatunya negeri-negeri kaum Muslim. Jika kaum imperialis menggunakan senjata untuk menghancurkan kekuatan dunia baru tersebut maka Khalifah akan melindungi Islam dan umatnya dengan menyerukan jihad. Untuk mempersiapkan hal-hal tersebut, maka ruh jihad dalam diri umat Islam perlu ditumbuhkan. Dengan ruh jihad, musuh-musuh Islam akan berpikir ulang untuk menjajah kaum Muslim.
Sosialisasi
Penyatuan isu dakwah tentang akidah Islam, Khilafah, dan jihad dapat diwujudkan dengan menanamkan pada umat Islam hakikat langkah menuju kebahagiaan hakiki. Secara umum, penting umat Islam menyadari hakikat kebahagiaan hakiki tersebut. Hakikat yang dimaksud adalah:
Hidup ini adalah untuk meraih keridhaan Allah Swt.
Keridhaan Allah Swt. itu ada dalam ketaatan kepada-Nya yang didasarkan atas keimanan/akidah Islam.
Ketaatan kepada Allah Swt. hanya dapat terwujud dengan cara menerapkan seluruh aturan-aturan-Nya secara total (kâffah).
Penerapan Islam kâffah hanya dapat terjadi dengan sempurna jika seluruh syariat Islam diterapkan di bawah naungan Khilafah.
Khilafah adalah milik seluruh umat Islam. Karenanya, menjaga kelanggengan tegaknya Khilafah merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Setiap Muslim sejatinya menjadi penjaga setiap celah Islam melalui dakwah dan jihad bersama dengan kepemimpinan umat Islam tersebut.
Tolok ukur keberhasilan dakwah dengan tiga fokus tersebut dapat dilihat dari munculnya kesadaran politik (wa‘yu siyâsi) umat. Semakin banyak umat yang tersadarkan, dan semakin besar opini umum yang terbentuk, menunjukkan semakin berhasilnya dakwah tersebut. Pada sisi lain, semakin banyaknya proyek dari negara-negara besar terhadap para pengekornya untuk menentang opini yang dikembangkan itu merupakan indikasi lain keberhasilan dakwah ‘ three in one' ini.
Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb.
Fokus Dakwah: Akidah, Khilafah, dan Jihad
Dakwah merupakan aktivitas untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam. Dakwah merupakan perkara yang amat penting. Karenanya, amat dapat dimengerti betapa kehidupan Nabi saw. adalah kehidupan dakwah.
Banyak sekali persoalan yang dihadapi Nabi saw. dalam mengubah masyarakat. Namun, beliau memiliki fokus dalam aktivitas dakwahnya. Berkaitan dengan fokus dakwah ini, Allah Swt. berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-Baqarah [2]: 218).
Di dalam ayat tersebut Allah Swt. menggambarkan realitas para sahabat yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Swt. dengan semata-mata mengharapkan balasan-Nya. Zat Yang Mahaperkasa menyatukan ketiga perkara—yakni iman, hijrah, dan jihad—sebagai sesuatu yang saling berkaitan. Hal ini ditunjukkan dengan digunakannya kata hubung wa (dan), bukan aw (atau).
Pertama: iman. Secara syar‘i, iman berarti pembenaran yang pasti tanpa sedikit pun keraguan, sesuai dengan realitasnya, dan bersumber dari dalil. Iman sering disebut sebagai akidah islamiah.
Kedua: hijrah. Hijrah menurut Imam Ibnu Katsir adalah meninggalkan suatu daerah dan sistem syirik (dâr asy-syirk) menuju daerah dan sistem iman (dâr al-îmân) 1. Hijrah merupakan pemisah dua fase, yaitu fase pembangunan akidah (di Makkah) dan fase pembangunan pilar-pilar negara serta perlindungannya di Madinah. Hijrah merupakan titik tolak terbentuknya Daulah Islamiyah dan pengeluaran manusia dari kegelapan menuju cahaya. 2
Lebih tegas lagi, hijrah adalah keluar dari suatu wilayah yang sistemnya kufur dan keamanannya di tangan kaum kafir (dâr al-kufr) masuk ke dalam sistem aturan Islam dan keamanannya berada di tangan kaum Muslim (dâr al-Islâm) 3. Sejak berhijrah ke Madinah, Rasulullah saw. sebagai kepala negara menerapkan hukum-hukum Islam di tengah-tengah masyarakat. Beliau dan para sahabatnya menyeru siapapun yang masuk Islam untuk berpindah ke dâr al-muhâjirîn. Di dalam banyak hadis disebutkan bahwa bentuk dâr al-Islâm itu adalah Khilafah yang dipimpin Khalifah. Dialah yang mengurusi umat setelah wafatnya Nabi saw. Beliau bersabda:
Adalah Bani Israil, urusan mereka diurusi oleh para nabi. Ketika wafat seorang nabi, datanglah nabi yang lain. Sungguh, tidak ada nabi sesudahku, yang akan ada adalah para khalifah yang banyak. (HR al-Bukhari).
Ketiga: jihad. Setelah menegakkan Pemerintahan Islam di Madinah, Nabi saw. diperintahkan berjihad. Secara syar‘i, dari 26 kata jihad dalam surat-surat yang turun di Madinah dengan jelas menunjukkan makna perang. Karenanya, jihad merupakan pengerahan seluruh kemampuan untuk berperang di jalan Allah, baik secara langsung, dengan bantuan keuangan, pandangan (pemikiran), memperbanyak kuantitas (sawad) ataupun yang lain. 4
Jihad melindungi Islam dan kaum Muslim dari serbuan kaum kafir yang menghalang-halangi dakwah Islam secara fisik. Bangunan masyarakat yang ditegakkan di atas keimanan untuk menerapkan seluruh hukum-hukum Islam dan menyatukan kaum Muslim di bawah naungan Khilafah dijaga oleh semangat jihad untuk mengatasi hantaman musuh yang hendak memporak-porandakannya.
Berdasarkan ayat tersebut dan ayat-ayat senada lainnya (seperti QS al-Anfal [8]: 72, 74, 75; QS at-Taubah [9]: 20; dan QS al-Hajj [22]: 58), Allah Swt. menegaskan bahwa landasan dakwah Nabi saw. adalah: iman (akidah islamiah), tujuannya mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam; penerapan syariah di bawah naungan Khilafah; dan jihad fi sabilillah untuk mempertahankan dan menyebarluaskan akidah Islam hingga Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Karena itu, dakwah harus difokuskan pada tiga isu utama, yaitu: akidah, Khilafah, dan jihad.
Qâdhiyah Mashîriyah
Qâdhiyah mashîriyah maknanya adalah perkara penting yang mengandung konsekuensi hidup atau mati. 5 Al-Quran dan as-Sunnah telah menetapkan perkara-perkara yang merupakan qâdhiyah mashîriyah. Perkara-perkara tersebut adalah:
Akidah Islam. Orang yang murtad diberikan dua pilihan, yakni bertobat atau mati setelah dibuktikan di pengadilan. Rasulullah saw. bersabda:
Siapa saja yang mengganti agamanya (murtad dari Islam) maka bunuhlah (HR al-Bukhari).
Kesatuan umat. Rasulullah saw. telah menjadikan kesatuan umat di bawah satu kepemimpinan Khalifah sebagai qâdhiyah mashîriyah (perkara utama) kaum Muslim. Siapa saja yang memporakporandakan kesatuan kaum Muslim alternatifnya hanya dua, kembali ke kesatuan umat sehingga tetap hidup, ataukah mati. Rasulullah saw. bersabda:
Siapa saja yang membaiat seorang imam (khalifah) seraya memberikan tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia menaatinya sekuat tenaga. Apabila datang orang lain memporakporandakannya maka penggallah leher orang tersebut. (HR Muslim).
Memenangkan Islam. Ketika di Makkah, Rasulullah saw. memproklamirkan bahwa memenangkan Islam merupakan qâdhiyah mashiriyah. Ketika beliau di Makkah ditawari tahta, wanita, dan kekuasaan oleh kafir Quraisy dengan syarat menghentikan dakwah Islam, beliau tidak menghentikannya hingga Allah memenangkan Islam atau beliau binasa, bahkan andaikan mereka dapat mendatangkan matahari di tangan kanan dan bulan di tangan kiri beliau. Saat di Madinah beliau bersabda:
Demi Allah, sungguh, aku akan senantiasa berjihad terhadap mereka di atas apa yang diutuskan Allah padaku, hingga Allah memenangkannya atau leher ini tergelincir. (HR Ahmad).
Paparan di atas menunjukkan bahwa akidah Islam, menerapkan Islam dan menyatukan umat di bawah naungan Khilafah, serta jihad untuk memenangkan Islam ketika mendapatkan halangan fisik dari kaum imperialis merupakan qâdhiyah mashiriyah (perkara utama) kaum Muslim. Realitas ini semakin mengokohkan bahwa fokus dakwah adalah: akidah Islam, Khilafah, dan jihad fi sabilillah.
Persoalan umat demikian banyak; perlu fokus. Jika tidak, niscaya energi akan tersebar, tujuan pun semakin lama tercapai. Fokus dakwah pada tiga persoalan utama tersebut bukan berarti meninggalkan hal yang lain. Akan tetapi, aktivitas lain itu jangan sampai memalingkan dakwah dari arah utamanya.
Urgensi Tiga Fokus Utama Dakwah
Kebangkitan umat bergantung pada pemahamannya tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan serta hubungan semua itu dengan keadaan sebelum dunia dan setelah dunia: dari mana manusia sebelum hidup di dunia; untuk apa manusia ketika hidup di dunia; dan akan kemana manusia setelah mati meninggalkan dunia?
Umat yang memahami bahwa hidup hanya di dunia semata akan berbeda dengan umat yang memahami bahwa nanti akan ada kehidupan di akhirat tetapi hidup di dunia tidak terkait dengan kehidupan akhirat. Lain lagi dengan umat yang memahami bahwa dia diciptakan Allah Swt. di dunia untuk beribadah kepadanya dengan cara mengikuti aturan yang Dia turunkan, dan kelak akan hidup lagi di akhirat, dihisab, dan setiap amal akan dibalas.
Jawaban terhadap pertanyaan dasar di atas itulah akidah. Kekeliruan akidah akan menjadikan hidup salah arah. Umat yang akidahnya keliru akan berada dalam arah hidup menuju kenestapaan dunia dan akhirat. Berdasarkan hal ini, akidah merupakan perkara terpenting dalam perubahan masyarakat, bahkan dalam hidup. Lebih dari itu, Nabi saw. mengubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Islam dilandasi oleh akidah islamiah.
Pada saat sekarang ini, akidah umat sedang dirasuki oleh akidah sekular. Keyakinan demikian tidak dapat hilang tanpa penanaman akidah Islam. Jadilah dakwah untuk menanamkan akidah Islam menjadi urgen.
Akidah Islam mengharuskan penganutnya terikat dengan seluruh aturan Islam yang dibawa oleh Nabi saw. (Lihat, misalnya, QS an-Nisa' [4]: 65). Karenanya, orang yang berpegang pada akidah Islam akan senantiasa terikat dengan aturan-aturan Islam. Keterikatan pada syariat Islam bukanlah karena takut oleh polisi atau penguasa, melainkan karena takut kepada Allah Swt. Hasilnya, aturan Islam yang digali dari al-Quran dan as-Sunnah yang diwahyukan oleh Allah Swt. akan dilaksanakan dengan penuh kerelaan dan ketundukan serta dijaga dan dipelihara oleh masyarakat atas dasar keimanannya.
Realitas pun memastikan mutlaknya penerapan aturan Islam. Krisis multi-dimensional yang terjadi saat ini disebabkan karena tidak diterapkannya Islam. Sebagai contoh, akibat umat Islam tidak menerapkan Islam dalam sistem ekonomi maka ekonomi kapitalislah yang diterapkan. Akibatnya, terjadilah privatisasi barang milik umum; hak rakyat dirampas oleh pemilik modal; yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin akibat kezaliman sistem ekonomi tersebut. Kalaupun negara-negara kapitalis besar kelihatannya ‘sejahtera', sebenarnya itu semu. Sebab, mereka ‘sejahtera' karena mengeruk kekayaan dan menjajah negeri-negeri Muslim secara ekonomi. Saat politik tidak diatur oleh aturan Islam, muncullah politik opurtunistik yang tidak lagi membela rakyat, melainkan sekadar kepentingan individual atau partai. Begitu juga dalam masalah lainnya. Benang merah dari semua itu adalah krisis multidimensional yang terjadi disebabkan oleh tidak diterapkannya aturan Islam. Jika itu akar persoalannya, maka pemecahannya adalah menerapkan secara total aturan Islam dalam setiap aspek kehidupan.
Penerapan aturan ini meniscayakan adanya kekuasaan dan sistem yang menerapkannya. Sistem ini adalah Daulah Islam atau Khilafah Islam. Tanpa Daulah Islam atau Khilafah Islam tidak mungkin syariat Islam dapat diterapkan secara kâffah. Itulah juga yang dipraktikkan Nabi saw. dan para sahabat beliau pada masa lalu.
Tantangan saat ini pun bersifat global, mendunia. Betapa cengkeraman negara kafir imperialis AS dan sekutunya di negeri Muslim Palestina, Afganistan, Filipina, Pattani, Irak, bahkan Malaysia dan Indonesia lewat tanpa penyelesaian. Negara yang bersifat kebangsaan semakin tampak lemah dan tidak dapat menyelesaikan banyak persoalan. Solusinya haruslah global. Kaum Muslim harus bersatu dalam satu kepemimpinan umum sedunia, yaitu Khilafah Islam. Teranglah, betapa urgen keberadaan Khilafah Islam.
Kini, ada negeri-negeri Muslim seperti Palestina dan Irak yang langsung dijajah secara militer. Untuk membebaskan negeri-negeri tersebut dari penjajahan, Islam menetapkan hukum jihad, yang terutama diwajibkan atas Khalifah. Begitu juga, kelak ketika Allah Swt. memberikan kemenangan kepada kaum Muslim dengan tegaknya syariat Islam dan menyatunya negeri-negeri kaum Muslim. Jika kaum imperialis menggunakan senjata untuk menghancurkan kekuatan dunia baru tersebut maka Khalifah akan melindungi Islam dan umatnya dengan menyerukan jihad. Untuk mempersiapkan hal-hal tersebut, maka ruh jihad dalam diri umat Islam perlu ditumbuhkan. Dengan ruh jihad, musuh-musuh Islam akan berpikir ulang untuk menjajah kaum Muslim.
Sosialisasi
Penyatuan isu dakwah tentang akidah Islam, Khilafah, dan jihad dapat diwujudkan dengan menanamkan pada umat Islam hakikat langkah menuju kebahagiaan hakiki. Secara umum, penting umat Islam menyadari hakikat kebahagiaan hakiki tersebut. Hakikat yang dimaksud adalah:
Hidup ini adalah untuk meraih keridhaan Allah Swt.
Keridhaan Allah Swt. itu ada dalam ketaatan kepada-Nya yang didasarkan atas keimanan/akidah Islam.
Ketaatan kepada Allah Swt. hanya dapat terwujud dengan cara menerapkan seluruh aturan-aturan-Nya secara total (kâffah).
Penerapan Islam kâffah hanya dapat terjadi dengan sempurna jika seluruh syariat Islam diterapkan di bawah naungan Khilafah.
Khilafah adalah milik seluruh umat Islam. Karenanya, menjaga kelanggengan tegaknya Khilafah merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Setiap Muslim sejatinya menjadi penjaga setiap celah Islam melalui dakwah dan jihad bersama dengan kepemimpinan umat Islam tersebut.
Tolok ukur keberhasilan dakwah dengan tiga fokus tersebut dapat dilihat dari munculnya kesadaran politik (wa‘yu siyâsi) umat. Semakin banyak umat yang tersadarkan, dan semakin besar opini umum yang terbentuk, menunjukkan semakin berhasilnya dakwah tersebut. Pada sisi lain, semakin banyaknya proyek dari negara-negara besar terhadap para pengekornya untuk menentang opini yang dikembangkan itu merupakan indikasi lain keberhasilan dakwah ‘ three in one' ini.
Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb.
Genderang Revolusi di Arab Saudi Mulai Ditabuh
Pencerah Hati
Para analis dan lembaga-lembaga informasi mengkhawatirkan kemungkinan munculnya kebangkitan dan penentangan dari kawasan berpopulasi Syiah di Arab Saudi.
Kantor berita Fars mengutip koran The Independent melaporkan, laporan dari para penasehat lembaga Risk, sebuah lembaga analisa swasta, ...menunjukkan kekhawatiran yang semakin meningkat soal kemungkinan munculnya pemberontakan di kawasan yang mayoritasnya bermazhab Syiah di Arab Saudi. Kekhawatiran tersebut menyusul luasnya pengaruh kebangkitan rakyat Mesir melawan rezim Hosni Mubarak.
Seorang pakar strategis, Faisal Eytani menyatakan, "Sangat sedikit sekali perhatian terhadap ancaman instabilitas di propinsi timur Arab Saudi. Ancaman kebangkitan warga Syiah di wilayah Aramco, Safaniya, Shaybah, Ghawar, yang semuanya adalah ladang pengeboran minyak di Arab Saudi itu semakin hari semakin meningkat."
Ditambahkannya, bahwa warga Syiah Arab Saudi mencapai 10 persen dari total populasi negara ini. Mereka sangat tertindas dan tersingkir. Namun pada saat yang sama, mereka tinggal di wilayah yang menyimpan kekayaan minyak bumi. Setiap hari selalu terjadi bentrokan antara aparat keamanan Arab Saudi dan warga Syiah di kawasan tersebut. Namun hal ini jarang diliput media massa.
Eytani lebih lanjut menjelaskan, "Tidak jelas apakah militer Arab Saudi mampu menghadapi perluasan serius kebangkitan dan resistensi warga di propinsi timur negara itu?"
Perlu digaris bawahi bahwa Raja Abdullah bin Abdul Aziz, mengecam instabilitas Mesir dan mendukung rezim Mubarak. Di sisi lain, sepertiga dari 25 juta warga Arab Saudi, tidak puas dengan kondisi yang ada. Negara ini menghadapi lonjakan populasi pemuda. Namun pada saat yang sama, 42 persen angka pengangguran di negara ini terdiri atas para pemuda berusia antara 20 hingga 24 tahun. (IRIB/MZ/SL)
Para analis dan lembaga-lembaga informasi mengkhawatirkan kemungkinan munculnya kebangkitan dan penentangan dari kawasan berpopulasi Syiah di Arab Saudi.
Kantor berita Fars mengutip koran The Independent melaporkan, laporan dari para penasehat lembaga Risk, sebuah lembaga analisa swasta, ...menunjukkan kekhawatiran yang semakin meningkat soal kemungkinan munculnya pemberontakan di kawasan yang mayoritasnya bermazhab Syiah di Arab Saudi. Kekhawatiran tersebut menyusul luasnya pengaruh kebangkitan rakyat Mesir melawan rezim Hosni Mubarak.
Seorang pakar strategis, Faisal Eytani menyatakan, "Sangat sedikit sekali perhatian terhadap ancaman instabilitas di propinsi timur Arab Saudi. Ancaman kebangkitan warga Syiah di wilayah Aramco, Safaniya, Shaybah, Ghawar, yang semuanya adalah ladang pengeboran minyak di Arab Saudi itu semakin hari semakin meningkat."
Ditambahkannya, bahwa warga Syiah Arab Saudi mencapai 10 persen dari total populasi negara ini. Mereka sangat tertindas dan tersingkir. Namun pada saat yang sama, mereka tinggal di wilayah yang menyimpan kekayaan minyak bumi. Setiap hari selalu terjadi bentrokan antara aparat keamanan Arab Saudi dan warga Syiah di kawasan tersebut. Namun hal ini jarang diliput media massa.
Eytani lebih lanjut menjelaskan, "Tidak jelas apakah militer Arab Saudi mampu menghadapi perluasan serius kebangkitan dan resistensi warga di propinsi timur negara itu?"
Perlu digaris bawahi bahwa Raja Abdullah bin Abdul Aziz, mengecam instabilitas Mesir dan mendukung rezim Mubarak. Di sisi lain, sepertiga dari 25 juta warga Arab Saudi, tidak puas dengan kondisi yang ada. Negara ini menghadapi lonjakan populasi pemuda. Namun pada saat yang sama, 42 persen angka pengangguran di negara ini terdiri atas para pemuda berusia antara 20 hingga 24 tahun. (IRIB/MZ/SL)
Gejolak Mesir dan Reformasi Gagal Indonesia
Irwan Gunawan
Mengikuti Tunisia , Mesir bergolak. Dengan keberanian yang luar biasa , rakyat Mesir turun ke jalan-jalan menuntut turunnya rezim diktator Mubarak. Menerjang barisan pasukan keamanan bertampang seram , tidak peduli desing peluru siap merobek tubuh mereka. Rakyat Mesir sudah muak terhadap kediktatoran Mubarak yang terus dibela dan dilindungi oleh negara asing Amerika Serikat. Krisis ekonomi , kemiskinan dan pengangguran menjadi api yang membakar kemarahan.
Kondisi yang lebih kurang sama dialami Indonesia di masa reformasi tahun 1998. Rakyat bersama tokoh reformis menuntut Suharto yang puluhan tahun telah berkuasa turun tahta. Suhorto mirip dengan Mubarak menggunakan tangan besi membungkam lawan-lawan politiknya. Krisis ekonomi yang mengguncang Asia saat itu mempercepat kejatuhan Soeharto.
Reformasi 1998 memang berhasil menumbangkan sang diktator, namun hingga kini persoalan Indonesia belum selesai. Apa yang di era Soeharto dikritik oleh demonstran seperti maraknya korupsi, kolusi,mafia peradilan, kemiskinan, justru kembali berulang saat ini. Dalam beberapa hal bahkan lebih parah. Berbagai julukan diberikan kepada Indonesia saat ini : negara gagal, republik koruptor, negara lelucon sampai negara biadab !
Satu hal yang masih menyelamatkan SBY - yang berbeda dengan masa Suharto- adalah kebebasan politik. Harus diakui dimasa reformasi kran demokrasi masih terbuka lebar, kebebasan pers masih ada. Hanya saja, ketika rakyat gagal disejahterakan dan didepan mata mereka koruptor dilindungi, demokrasi bisa saja dicampakkan rakyat. Sederhananya sangat mungkin rakyat berpikir : untuk apa demokrasi kalau kami lapar, kami sulit berobat, pendidikan mahal , dan koruptor malah dibiarkan ?
Pelajaran penting dari kegagalan Indonesia , reformasi rezim tidaklah cukup. Sementara pangkal persoalannya bukanlah hanya Suharto , tapi sistem kapitalisme yang diterapkan rezim Suharto. Kapitalisme inilah yang menciptakan budaya korupsi , suap menyuap, dan praktik mafia hukum. Ideologi sekuler inilah yang juga menjadi penyebab kemiskinan rakyat.
Era reformasi justru melahirkan kebijakan ekonomi neo liberal anti rakyat seperti privatisasi, pengurangan subsidi, penbuatan BBM dan pasar bebas . Kenaikan BBM dengan segala tipu-tipunya termasuk istilah pembatasan BBM bersubsidi, tidak bisa dilepaskan dari liberalisi migas. Celakanya,semua kebijakan ini dilegalkan oleh UU yang merupakan produk demokrasi.
Perubahan sebatas rezim tanpa disertai dengan perubahan sistem akhirnya kembali mendudukkan penumpang gelap,yang menjadi kaki tangan poros imperialis. Kembali bersujud kepada penjajah asing dalam segala kebijakannya.
Hal inilah yang harus menjadi pelajaran bagi rakyat Mesir. Persoalan Mesir bukanlah hanya Mubarak, tapi sistem kapitalisme sekuler . Tanpa perubahan sistem , Mesir akan kembali dipimpin boneka-boneka Amerika dengan topeng demokrasi. Mereka seolah menjadi pembela rakyat Mesir dengan teriakan reformasi, demokrasi dan HAM.
Amerika tentu saja tidak membiarkan perubahan apapun yang mengancam dominasinya. Tanpa malu negara ini sepertinya berpihak kepada rakyat. Padahal, kalau Amerika benar-benar menegakkan HAM dan Demokrasasi , kenapa selama berpuluh tahun mendukung rezim diktator yang mensengsarakan rakyat.
Namun, mungkin memang beginilah takdir sejarah yang harus dijalani umat Islam. Rezim diktator jatuh, diganti oleh rezim baru yang masih pro Amerika.Menerapkan sistem yang sama. Persoalan yang samakan muncul.
Hanya saja kita tidak boleh putus asa. Dengan pertolongan Allah SWT, kita yakin akan ada gelombang perubahan yang kedua yang lebih dahsyat. Dimana rakyat tidak hanya menuntut sekedar pergantian orang tapi juga sistem. Hal ini terjadi karena rakyat kemudian menyadari pergantian orang tidak banyak membawa perubahan berarti.
Rakyat juga akan mencampakkan siapapun selama ini yang berkoalisi dengan sistem kufur kapitalisme, meskipun mengklaim partai Islam sekalipun. Ulama-ulama yang menjilat penguasa dzolim akan dihinakan Allah SWT , umatpun akan mencap mereka pengkhianat. Dengan dasar keimanan , rakyat tidak mau lagi dipimpin oleh mereka yang berhubungan dengan masa lalu, yang berkoalisi dengan penjajah, dan diam ketika rakyat dalam kesulitan.
Seruan-seruan perubahan sistemik (al inqilabiyah) yang dilakukan oleh umat Islam saat ini pastilah akan membuahkan hasil. Seruan tanpa henti terhadap perubahan sistem kapitalism menjadi syariah Islam dan khilafah akan disambut oleh masyarakat yang muak dengan kebusukan dan kegagalan sistem demokrasi. Dengan pertolongan Allah SWT, masalah ini tinggal menunggu waktu saja.
Namun kita tegaskan perubahan yang sejati ini haruslah didasarkan kepada keimanan kepada Allah SWT. Tuntutan syariah Islam, bukanlah sekedar muncul dari perasaan marah akibat perut lapar atau kemiskinan. Tapi muncul dari keimanan kepada Allah SWT. Tentu menyedihkan kalau kita bergerak karena sebatas perut lapar atau tidak punya pekerjaan. Tapi kita diam saja saat syariah Islam dilecehkan dan dicampakkan, kita wajib menolak hukum kufur mencengkram kita
Mengikuti Tunisia , Mesir bergolak. Dengan keberanian yang luar biasa , rakyat Mesir turun ke jalan-jalan menuntut turunnya rezim diktator Mubarak. Menerjang barisan pasukan keamanan bertampang seram , tidak peduli desing peluru siap merobek tubuh mereka. Rakyat Mesir sudah muak terhadap kediktatoran Mubarak yang terus dibela dan dilindungi oleh negara asing Amerika Serikat. Krisis ekonomi , kemiskinan dan pengangguran menjadi api yang membakar kemarahan.
Kondisi yang lebih kurang sama dialami Indonesia di masa reformasi tahun 1998. Rakyat bersama tokoh reformis menuntut Suharto yang puluhan tahun telah berkuasa turun tahta. Suhorto mirip dengan Mubarak menggunakan tangan besi membungkam lawan-lawan politiknya. Krisis ekonomi yang mengguncang Asia saat itu mempercepat kejatuhan Soeharto.
Reformasi 1998 memang berhasil menumbangkan sang diktator, namun hingga kini persoalan Indonesia belum selesai. Apa yang di era Soeharto dikritik oleh demonstran seperti maraknya korupsi, kolusi,mafia peradilan, kemiskinan, justru kembali berulang saat ini. Dalam beberapa hal bahkan lebih parah. Berbagai julukan diberikan kepada Indonesia saat ini : negara gagal, republik koruptor, negara lelucon sampai negara biadab !
Satu hal yang masih menyelamatkan SBY - yang berbeda dengan masa Suharto- adalah kebebasan politik. Harus diakui dimasa reformasi kran demokrasi masih terbuka lebar, kebebasan pers masih ada. Hanya saja, ketika rakyat gagal disejahterakan dan didepan mata mereka koruptor dilindungi, demokrasi bisa saja dicampakkan rakyat. Sederhananya sangat mungkin rakyat berpikir : untuk apa demokrasi kalau kami lapar, kami sulit berobat, pendidikan mahal , dan koruptor malah dibiarkan ?
Pelajaran penting dari kegagalan Indonesia , reformasi rezim tidaklah cukup. Sementara pangkal persoalannya bukanlah hanya Suharto , tapi sistem kapitalisme yang diterapkan rezim Suharto. Kapitalisme inilah yang menciptakan budaya korupsi , suap menyuap, dan praktik mafia hukum. Ideologi sekuler inilah yang juga menjadi penyebab kemiskinan rakyat.
Era reformasi justru melahirkan kebijakan ekonomi neo liberal anti rakyat seperti privatisasi, pengurangan subsidi, penbuatan BBM dan pasar bebas . Kenaikan BBM dengan segala tipu-tipunya termasuk istilah pembatasan BBM bersubsidi, tidak bisa dilepaskan dari liberalisi migas. Celakanya,semua kebijakan ini dilegalkan oleh UU yang merupakan produk demokrasi.
Perubahan sebatas rezim tanpa disertai dengan perubahan sistem akhirnya kembali mendudukkan penumpang gelap,yang menjadi kaki tangan poros imperialis. Kembali bersujud kepada penjajah asing dalam segala kebijakannya.
Hal inilah yang harus menjadi pelajaran bagi rakyat Mesir. Persoalan Mesir bukanlah hanya Mubarak, tapi sistem kapitalisme sekuler . Tanpa perubahan sistem , Mesir akan kembali dipimpin boneka-boneka Amerika dengan topeng demokrasi. Mereka seolah menjadi pembela rakyat Mesir dengan teriakan reformasi, demokrasi dan HAM.
Amerika tentu saja tidak membiarkan perubahan apapun yang mengancam dominasinya. Tanpa malu negara ini sepertinya berpihak kepada rakyat. Padahal, kalau Amerika benar-benar menegakkan HAM dan Demokrasasi , kenapa selama berpuluh tahun mendukung rezim diktator yang mensengsarakan rakyat.
Namun, mungkin memang beginilah takdir sejarah yang harus dijalani umat Islam. Rezim diktator jatuh, diganti oleh rezim baru yang masih pro Amerika.Menerapkan sistem yang sama. Persoalan yang samakan muncul.
Hanya saja kita tidak boleh putus asa. Dengan pertolongan Allah SWT, kita yakin akan ada gelombang perubahan yang kedua yang lebih dahsyat. Dimana rakyat tidak hanya menuntut sekedar pergantian orang tapi juga sistem. Hal ini terjadi karena rakyat kemudian menyadari pergantian orang tidak banyak membawa perubahan berarti.
Rakyat juga akan mencampakkan siapapun selama ini yang berkoalisi dengan sistem kufur kapitalisme, meskipun mengklaim partai Islam sekalipun. Ulama-ulama yang menjilat penguasa dzolim akan dihinakan Allah SWT , umatpun akan mencap mereka pengkhianat. Dengan dasar keimanan , rakyat tidak mau lagi dipimpin oleh mereka yang berhubungan dengan masa lalu, yang berkoalisi dengan penjajah, dan diam ketika rakyat dalam kesulitan.
Seruan-seruan perubahan sistemik (al inqilabiyah) yang dilakukan oleh umat Islam saat ini pastilah akan membuahkan hasil. Seruan tanpa henti terhadap perubahan sistem kapitalism menjadi syariah Islam dan khilafah akan disambut oleh masyarakat yang muak dengan kebusukan dan kegagalan sistem demokrasi. Dengan pertolongan Allah SWT, masalah ini tinggal menunggu waktu saja.
Namun kita tegaskan perubahan yang sejati ini haruslah didasarkan kepada keimanan kepada Allah SWT. Tuntutan syariah Islam, bukanlah sekedar muncul dari perasaan marah akibat perut lapar atau kemiskinan. Tapi muncul dari keimanan kepada Allah SWT. Tentu menyedihkan kalau kita bergerak karena sebatas perut lapar atau tidak punya pekerjaan. Tapi kita diam saja saat syariah Islam dilecehkan dan dicampakkan, kita wajib menolak hukum kufur mencengkram kita
Idrus Shahab
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya,mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan.
Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,
bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya ...!
Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada. Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi.
Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hwan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin
pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil.
Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan. Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam.Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya
produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.
Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E ? CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain : pasta gigi, permen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan
& obat2an lainnya.
Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk
memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi :
E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari'at Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.
Semoga manfaat,
M. Anjad Khan
Medical Research Institute United States
****************
Dear all ...
Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak ada embel2 lain, misal : lecithin de sojaatau soy lecithin), maka saya yakni bahwa "origin"nya adalah pork or varken (babi).
Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslim
Groningen the Netherlands & ikatan kel muslim Eropa memperingatkan kami utk mengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan dibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada roti tawar. Karena itu, kami sarankan kepada keluarga muslim utk pilih roti tawar dgn istilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dgn emulsifier), yang pentingkan halal.
****************************
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya,mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan.
Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,
bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya ...!
Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada. Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi.
Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hwan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin
pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil.
Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan. Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam.Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya
produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.
Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E ? CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain : pasta gigi, permen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan
& obat2an lainnya.
Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk
memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi :
E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari'at Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.
Semoga manfaat,
M. Anjad Khan
Medical Research Institute United States
****************
Dear all ...
Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak ada embel2 lain, misal : lecithin de sojaatau soy lecithin), maka saya yakni bahwa "origin"nya adalah pork or varken (babi).
Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslim
Groningen the Netherlands & ikatan kel muslim Eropa memperingatkan kami utk mengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan dibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada roti tawar. Karena itu, kami sarankan kepada keluarga muslim utk pilih roti tawar dgn istilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dgn emulsifier), yang pentingkan halal.
****************************
Hati hati dengan makanan & pakaian anda.
Idrus Shahab
Bagi mereka yang mengkonsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong bacon sandwich, mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia itu. Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma , mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.
"Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya."
Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.
Christein berkata, "Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan."
Permen Percy Pigs Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.
Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks & Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs.
Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan dan menyerap keruh.
Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.
Berbagai produk makanan, Yoghurt & kosmetik yg menggunakan GelatinProduk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut.
Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.
Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan, tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya.
Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil.
Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutan suiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa Inggris).
Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.
"Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya," kata Lutwyche.
"Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya. Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang mereka bisa."
Bagian daging & Lemak Babi
"Ada ungkapan lama yang mengatakan, 'bicara soal babi, Anda bisa memanfaatkan semuanya, kecuali bunyi jeritannya.' Selama lebih dari 100 tahun penggunaannya berkembang pesat," ujar Lutwyche.
Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi. Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya.
Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.
Lain kali jika membeli roti, mungkin Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan.
Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam pembuatan peluru dan bahan peledak. Gelatin tulang babi digunakan untuk memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri.
Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu. Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia.
Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar.
Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin yang dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung babi. Semuanya bisa dimanfaatkan.
Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:
Hati Hati Permen Mengandung Bahan Babi1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan manusia.
2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.
3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.
4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.
5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.
6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna
7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.
8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.
9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.
10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.
11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.
12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.
13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras.
14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.
15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.
16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.
17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening
18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.
19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.
20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.
21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.
22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.
23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.
24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.
25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.
26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.
27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.
28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.
29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.
30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.
31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)
32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.
33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.
34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.
35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.
36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.
37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.
38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.
39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.
40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.
Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.
Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat. [di/dm/www.hidayatullah.com]
Bagi mereka yang mengkonsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong bacon sandwich, mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia itu. Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma , mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.
"Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya."
Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.
Christein berkata, "Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan."
Permen Percy Pigs Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.
Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks & Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs.
Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan dan menyerap keruh.
Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.
Berbagai produk makanan, Yoghurt & kosmetik yg menggunakan GelatinProduk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut.
Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.
Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan, tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya.
Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil.
Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutan suiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa Inggris).
Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.
"Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya," kata Lutwyche.
"Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya. Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang mereka bisa."
Bagian daging & Lemak Babi
"Ada ungkapan lama yang mengatakan, 'bicara soal babi, Anda bisa memanfaatkan semuanya, kecuali bunyi jeritannya.' Selama lebih dari 100 tahun penggunaannya berkembang pesat," ujar Lutwyche.
Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi. Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya.
Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.
Lain kali jika membeli roti, mungkin Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan.
Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam pembuatan peluru dan bahan peledak. Gelatin tulang babi digunakan untuk memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri.
Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu. Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia.
Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar.
Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin yang dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung babi. Semuanya bisa dimanfaatkan.
Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:
Hati Hati Permen Mengandung Bahan Babi1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan manusia.
2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.
3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.
4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.
5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.
6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna
7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.
8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.
9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.
10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.
11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.
12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.
13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras.
14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.
15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.
16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.
17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening
18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.
19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.
20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.
21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.
22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.
23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.
24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.
25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.
26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.
27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.
28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.
29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.
30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.
31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)
32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.
33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.
34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.
35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.
36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.
37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.
38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.
39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.
40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.
Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.
Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat. [di/dm/www.hidayatullah.com]
Kamis, 03 Februari 2011
NASEHAT RAKYAT KEPADA PEMIMPIN
oleh : Akatsukikage Abu Faqih
Abu Nu'am mengeluarkan dari Muhammad bin Suqah, dia berkata, "Aku menemui Nu'aim bin Abu Hindun, yang kemudian dia mengeluarkan selembar kertas, yang di atasnya tertulis:
"Dari Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan Mu'adz bin Jabal, kepada Umar bin Al-Khaththab. Kesejahteraan semoga dilirnpahkan kepadamu. Amma ba'd.
Kami nasihatkan kepadamu, sehubungan dengan tugasmu yang amat penting ini. Kini engkau sudah menjadi pemimpin ummat ini, apa pun warna kulitnya. Di hadapanmu akan duduk orang yang mulia dan yang hina, musuh dan teman. Masing-masing harus engkau perlakukan secara adil. Maka pikirkan kedudukanmu dalam hal ini wahai Umar. Kami ingin mengingatkan kepadamu tentang suatu hari yang pada saat itu wajah-wahaj manusia akan mengisut, wajah mengering dan hujjah-hujjah akan terputus karena ada hujjah Sang Penguasa yang memaksa mereka dengan kekuasaan-Nya. Semua makhluk akan dihimpun di hadapan-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan siksa-Nya.
Kami juga ingin memberitahukan bahwa keadaan umat ini akan muncul kembali pada akhir zaman, yang boleh jadi mereka akan menjadi saudara di luarnya saja, padahal mereka adalah musuh dalam selimut. Kami berlindung kepada Allah agar surat kami ini tiba di tanganmu bukan di suatu tempat seperti yang turun pada hati kami. Kami perlu menulis surat ini sekedar untuk memberikan nasihat kepadamu. wassalamu alaika."
(Al-Hilyah, 1:238, Ibnu Abi Syaibah juga mengeluarkannya, seperti yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 8:209, Ath-Thabrany seperti di dalam Al-Majma', 5:214, dan menurutnya, rijalnya tsiqat).
Abu Nu'am mengeluarkan dari Muhammad bin Suqah, dia berkata, "Aku menemui Nu'aim bin Abu Hindun, yang kemudian dia mengeluarkan selembar kertas, yang di atasnya tertulis:
"Dari Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan Mu'adz bin Jabal, kepada Umar bin Al-Khaththab. Kesejahteraan semoga dilirnpahkan kepadamu. Amma ba'd.
Kami nasihatkan kepadamu, sehubungan dengan tugasmu yang amat penting ini. Kini engkau sudah menjadi pemimpin ummat ini, apa pun warna kulitnya. Di hadapanmu akan duduk orang yang mulia dan yang hina, musuh dan teman. Masing-masing harus engkau perlakukan secara adil. Maka pikirkan kedudukanmu dalam hal ini wahai Umar. Kami ingin mengingatkan kepadamu tentang suatu hari yang pada saat itu wajah-wahaj manusia akan mengisut, wajah mengering dan hujjah-hujjah akan terputus karena ada hujjah Sang Penguasa yang memaksa mereka dengan kekuasaan-Nya. Semua makhluk akan dihimpun di hadapan-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan siksa-Nya.
Kami juga ingin memberitahukan bahwa keadaan umat ini akan muncul kembali pada akhir zaman, yang boleh jadi mereka akan menjadi saudara di luarnya saja, padahal mereka adalah musuh dalam selimut. Kami berlindung kepada Allah agar surat kami ini tiba di tanganmu bukan di suatu tempat seperti yang turun pada hati kami. Kami perlu menulis surat ini sekedar untuk memberikan nasihat kepadamu. wassalamu alaika."
(Al-Hilyah, 1:238, Ibnu Abi Syaibah juga mengeluarkannya, seperti yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 8:209, Ath-Thabrany seperti di dalam Al-Majma', 5:214, dan menurutnya, rijalnya tsiqat).
Metode Perubahan Ala Rasulullah
oleh : Putri Firdayanti
Kondisi negeri ini kian rusak dan semrawut. Korupsi misalnya, kendati slogan perlawanan terhadapnya terus diteriakkan, namun tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Ironisnya, institusi penegak hukum yang seharusnya membabat korupsi justru menjadi sarang koruptor. Mafia hukum dan peradilan pun menjadi niscaya. Bagaimana rakyat bisa hidup tenteram, keadilan bisa ditegakkan, kezaliman bisa dilenyapkan kalau hukum dan aparatnya bermasalah. Kesemrawutan tak hanya dalam sektor. Hampir semua ada sektor kehidupan yang bermasalah. Bahkan bisa dikatakan, sejauh mata memandang, yang ada adalah hamparan masalah.
Maka mereka yang gerah dengan rusaknya kondisi masyarakat saat ini tentu sepakat sebuah perubahan. Akan tetapi, jika ditanyakan arah perubahan yang diinginkan dan bagaimana cara melakukan perubahan tersebut, jawabannya akan bervariasi mulai dari yang sekadar mengganti figur hingga mengubah sistem; dari cara yang paling dianggap paling halus hingga yang dianggap sangat radikal.
Bagi kaum Muslim apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW wajib diteladani karena ia adalah panutan terbaik dalam segala hal (QS al-Ahzab [33]:21) termasuk dalam menyampaikan perubahan masyarakat. Allah SWT berfirman:"Katakanlah inilah jalanku dimana saya menyeru dengan penuh kejelasan bersama orang-orang yang mengikutiku." (TQS Yusuf [12]: 108)
Menurut al-Syaukani ini merupakan dalil wajibnya bagi pengikut rasul untuk meneladani beliau dalam berdakwah, mengesakan Allah dan beramal sebagaimana yang telah disyariatkan.
Berikut ini adalah gambaran umum metode perubahan yang ditempuh oleh Rasulullah SAW dalam mengubah masyarakat Arab dari masyarakat Jahiliyyah menjadi masyarakat Islam.
Pertama, perubahan yang berbasis ideologi. Rasulullah SAW telah mendapatkan wahyu dari Allah SWT yang mengatur sema perkara. Wahyu tersebut sekaligus menjadi pedoman hidup yang wajib diamalkan oleh kaum Muslim. Jika dicermati wahyu juga merupakan ideologi karena terdiri dari ide dasar (aqidah) dan berbagai sistem kehidupan yang bersumber dari ide dasar tersebut (syariah). Selain itu ideologi tersebut berisi konsep dan metode untuk membumikan ideologi tersebut. Metode untuk mewujudkan ideologi tersebut adalah negara. Inilah tujuan perubahan yang diusung oleh Rasul dan para sahabat, membumikan ideologi tersebut di tengah-tengah masyarakat dengan jalan menegakkan daulah Islam.
Kedua, membentuk partai politik. Untuk membumikan sebuah ideologi tentu bukan perkara mudah yang dapat dijalankan seorang diri. Rasulullah SAW tidak hanya mengajak satu demi satu masyarakat Arab untuk meyakini ideologi yang beliau sampaikan. Namun lebih dari itu, mereka yang beriman kemudian diorganisir dan digerakkan secara sistematis yang berpusat di rumah Arqam bin Abu al-Arqam. Beberapa ayat Makkiyah menjadi bukti bahwa Rasulullah SAW merupakan dakwah dalam bentuk jamaah (lihat QS al-Syuara' [26]: 215; QS.Yusuf [12]: 183). Model kelompok yang berbasis pemikiran yang diyakini oleh anggotanya serta berupaya diwujudkan di tengah kehidupan tidak lain merupakan definisi partai politik. Dengan demikian kelompok Rasul saat itu adalah berbentuk partai politik.
Ketiga, mempersiapkan kader melalui pembinaan. Rasulullah SAW mempersiapkan kader partai yang nota bene adalah sahabat-sahabat beliau secara terus menerus tanpa henti hingga terbentuk kepribadian Islam pada diri mereka. Disamping mengamalkan apa yang telah diajarkan, Rasulullah juga mengutus orang-orang tertentu untuk mengajari Alquran orang-orang yang baru masuk Islam. Beliau misalnya mengutus Khabbab bin al-Arat untuk mengajar Zainab binti Khattab dan suaminya, Said memahami Alquran. Kurang lebih tiga tahun jumlah pengikut beliau hingga memeasuki tahap interaksi dengan masyarakat secara terbuka hanya 40 orang pria di tambah dengan tiga wanita orang. Jika dirata-rata dalam sebulan hanya ada satu hingga dua orang yang masuk Islam.
Dari al-Arqam bahwa Rasulullah SAW berada di rumah beliau di Shafa hingga jumlah mereka mencapai 40 laki-laki Muslim. Orang yang terakhir masuk Islam adalah Umar bin Khattab. Tatkala jumlah mereka mencapai 40 orang mereka pun keluar menemui orang-orang musyrik. (HR. al-Hakim dan menurutnya shahih).
Keempat, mempersiapkan masyarakat sebagai basis untuk menerapkan ideologi. Pelaku utama dari aktivitas ini sahabat-sahabat yang sebelumnya telah dipersiapkan dengan matang. Dalam proses ini Rasulullah SAW membatasi kegiatannya pada tataran pemikiran yaitu menjelaskan kebatilan pemikiran yang diusung dan dipraktekkan masyarakat Arab dan menanamkan kebenaran ideologi Islam. Meski sesembahan merajalela disekitar Ka'bah beliau tetap mendiamkannya termasuk dalam masalah-masalah sosial seperti kemiskinan. Di sinilah proses yang paling berat dan menentukan sebab Rasulullah SAW dan para sahabat tidak hanya berhadapan dengan pemikiran yang rusak namun juga resistensi dari penganut pemikiran tersebut termasuk pemimpin politik mereka. Pertarungan pemikiran dan serangan politik terhadap pembesar-pembesar tersebut gencar dilakukan meski harus menerima perlakuan yang kejam dari mereka. Fase ini juga bisa disebut sebagai tafâ'ul ma'a al-ummah (berinteraksi dengan umat).
Kelima, mencari dukungan kekuasaan (thalab al-nushrah) dari para pemimpin masyarakat. Rasulullah SAW tidak sekadar membatasi diri untuk mensosialisasikan idenya kepada masyarakat. Namun pada saat yang sama juga secara aktif melakukan berbagai pendekatan kepada para penguasa Arab di masa itu Rasulullah SAW senantiasa mengajak pembesar Qurays memeluk Islam. Di sisi lain Rasul juga secara aktif mendakwahi qabilah-qabilah lainnya khususnya ketika musim haji tiba. Catatan Ibnu Sa'ad menunjukkan setidaknya Rasulullah menyambangi 15 kabilah Arab meski tak satupun dari mereka yang bersedia beriman dan mendukung beliau. Mereka antara lain: Bani Amir bin Sha'shaah, Bani Nadhir, Bani Hanifah, dan Bani Baqa. Meski demikian beliau terus bergerak hingga Allah mempertemukan beliau dengan suku Auz dan Khazaj. Menurut Ibnu Khalil (2003: 21) metode thalab al-nushrah yang dilakukan Rasulullah SAW secara konsisten meski menghadapi berbagai kesulitan menunjukkan wajibnya perbuatan tersebut .
Keenam, menerapkan ideologi Islam dalam pemerintahan. Setelah mendapatkan dukungan dari pemuka Auz dan Khazraj Rasulullah SAW kemudian mengutus Mus'ab untuk mengawal proses penyiapan masyarakat Madinah. Setalah masyarakat Madinah dianggap siap maka beliau dan kaum Muslim Makkah hijrah ke Madinah yang sekaligus menjadi awal tegaknya negara Islam. Islam kemudian diterapkan secara menyeluruh dan tidak lagi sebatas wacana. Dakwah dan jihad ke seluruh jazirah Arab pun digencarkan secara agresif termasuk ke Mekkah.
Bukan Sekadar Berubah
Inilah beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam rangka menegakkan daulah Islam. Meski hal tersebut dilakukan 14 abad yang lalu namun ia tetap relevan hingga kini bahkan hingga hari Kiamat. Ini karena metode tersebut adalah hukum syara' yang tak berubah dan wajib dipedomani oleh ummat Islam. Metode perjuangan lain seperti reformasi, people power hingga revolusi berdarah dari sisi pergantian kekuasaan dapat saja berhasil. Namun bukan perubahan yang gariskan oleh syara'. Patut dicatat, perubahan yang dikehendaki saat ini bukan sekadar perubahan figur. Namun juga perubahan sistem secara total disamping perubahan pemahaman, standardisasi (amal dan pemikiran) dan ketundukan masyarakat dari sistem kapitalisme kepada ideologi Islam. Lebih dari itu, perubahan yang mengikuti tuntunan Rasulullah merupakan sebuah kewajiban. Mengabaikan metode tersebut tidak hanya akan gagal namun juga akan menuai dosa (QS an-Nur [2]: 63). Wal-Lâh a'lam bi al-shawâb []
Kondisi negeri ini kian rusak dan semrawut. Korupsi misalnya, kendati slogan perlawanan terhadapnya terus diteriakkan, namun tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Ironisnya, institusi penegak hukum yang seharusnya membabat korupsi justru menjadi sarang koruptor. Mafia hukum dan peradilan pun menjadi niscaya. Bagaimana rakyat bisa hidup tenteram, keadilan bisa ditegakkan, kezaliman bisa dilenyapkan kalau hukum dan aparatnya bermasalah. Kesemrawutan tak hanya dalam sektor. Hampir semua ada sektor kehidupan yang bermasalah. Bahkan bisa dikatakan, sejauh mata memandang, yang ada adalah hamparan masalah.
Maka mereka yang gerah dengan rusaknya kondisi masyarakat saat ini tentu sepakat sebuah perubahan. Akan tetapi, jika ditanyakan arah perubahan yang diinginkan dan bagaimana cara melakukan perubahan tersebut, jawabannya akan bervariasi mulai dari yang sekadar mengganti figur hingga mengubah sistem; dari cara yang paling dianggap paling halus hingga yang dianggap sangat radikal.
Bagi kaum Muslim apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW wajib diteladani karena ia adalah panutan terbaik dalam segala hal (QS al-Ahzab [33]:21) termasuk dalam menyampaikan perubahan masyarakat. Allah SWT berfirman:"Katakanlah inilah jalanku dimana saya menyeru dengan penuh kejelasan bersama orang-orang yang mengikutiku." (TQS Yusuf [12]: 108)
Menurut al-Syaukani ini merupakan dalil wajibnya bagi pengikut rasul untuk meneladani beliau dalam berdakwah, mengesakan Allah dan beramal sebagaimana yang telah disyariatkan.
Berikut ini adalah gambaran umum metode perubahan yang ditempuh oleh Rasulullah SAW dalam mengubah masyarakat Arab dari masyarakat Jahiliyyah menjadi masyarakat Islam.
Pertama, perubahan yang berbasis ideologi. Rasulullah SAW telah mendapatkan wahyu dari Allah SWT yang mengatur sema perkara. Wahyu tersebut sekaligus menjadi pedoman hidup yang wajib diamalkan oleh kaum Muslim. Jika dicermati wahyu juga merupakan ideologi karena terdiri dari ide dasar (aqidah) dan berbagai sistem kehidupan yang bersumber dari ide dasar tersebut (syariah). Selain itu ideologi tersebut berisi konsep dan metode untuk membumikan ideologi tersebut. Metode untuk mewujudkan ideologi tersebut adalah negara. Inilah tujuan perubahan yang diusung oleh Rasul dan para sahabat, membumikan ideologi tersebut di tengah-tengah masyarakat dengan jalan menegakkan daulah Islam.
Kedua, membentuk partai politik. Untuk membumikan sebuah ideologi tentu bukan perkara mudah yang dapat dijalankan seorang diri. Rasulullah SAW tidak hanya mengajak satu demi satu masyarakat Arab untuk meyakini ideologi yang beliau sampaikan. Namun lebih dari itu, mereka yang beriman kemudian diorganisir dan digerakkan secara sistematis yang berpusat di rumah Arqam bin Abu al-Arqam. Beberapa ayat Makkiyah menjadi bukti bahwa Rasulullah SAW merupakan dakwah dalam bentuk jamaah (lihat QS al-Syuara' [26]: 215; QS.Yusuf [12]: 183). Model kelompok yang berbasis pemikiran yang diyakini oleh anggotanya serta berupaya diwujudkan di tengah kehidupan tidak lain merupakan definisi partai politik. Dengan demikian kelompok Rasul saat itu adalah berbentuk partai politik.
Ketiga, mempersiapkan kader melalui pembinaan. Rasulullah SAW mempersiapkan kader partai yang nota bene adalah sahabat-sahabat beliau secara terus menerus tanpa henti hingga terbentuk kepribadian Islam pada diri mereka. Disamping mengamalkan apa yang telah diajarkan, Rasulullah juga mengutus orang-orang tertentu untuk mengajari Alquran orang-orang yang baru masuk Islam. Beliau misalnya mengutus Khabbab bin al-Arat untuk mengajar Zainab binti Khattab dan suaminya, Said memahami Alquran. Kurang lebih tiga tahun jumlah pengikut beliau hingga memeasuki tahap interaksi dengan masyarakat secara terbuka hanya 40 orang pria di tambah dengan tiga wanita orang. Jika dirata-rata dalam sebulan hanya ada satu hingga dua orang yang masuk Islam.
Dari al-Arqam bahwa Rasulullah SAW berada di rumah beliau di Shafa hingga jumlah mereka mencapai 40 laki-laki Muslim. Orang yang terakhir masuk Islam adalah Umar bin Khattab. Tatkala jumlah mereka mencapai 40 orang mereka pun keluar menemui orang-orang musyrik. (HR. al-Hakim dan menurutnya shahih).
Keempat, mempersiapkan masyarakat sebagai basis untuk menerapkan ideologi. Pelaku utama dari aktivitas ini sahabat-sahabat yang sebelumnya telah dipersiapkan dengan matang. Dalam proses ini Rasulullah SAW membatasi kegiatannya pada tataran pemikiran yaitu menjelaskan kebatilan pemikiran yang diusung dan dipraktekkan masyarakat Arab dan menanamkan kebenaran ideologi Islam. Meski sesembahan merajalela disekitar Ka'bah beliau tetap mendiamkannya termasuk dalam masalah-masalah sosial seperti kemiskinan. Di sinilah proses yang paling berat dan menentukan sebab Rasulullah SAW dan para sahabat tidak hanya berhadapan dengan pemikiran yang rusak namun juga resistensi dari penganut pemikiran tersebut termasuk pemimpin politik mereka. Pertarungan pemikiran dan serangan politik terhadap pembesar-pembesar tersebut gencar dilakukan meski harus menerima perlakuan yang kejam dari mereka. Fase ini juga bisa disebut sebagai tafâ'ul ma'a al-ummah (berinteraksi dengan umat).
Kelima, mencari dukungan kekuasaan (thalab al-nushrah) dari para pemimpin masyarakat. Rasulullah SAW tidak sekadar membatasi diri untuk mensosialisasikan idenya kepada masyarakat. Namun pada saat yang sama juga secara aktif melakukan berbagai pendekatan kepada para penguasa Arab di masa itu Rasulullah SAW senantiasa mengajak pembesar Qurays memeluk Islam. Di sisi lain Rasul juga secara aktif mendakwahi qabilah-qabilah lainnya khususnya ketika musim haji tiba. Catatan Ibnu Sa'ad menunjukkan setidaknya Rasulullah menyambangi 15 kabilah Arab meski tak satupun dari mereka yang bersedia beriman dan mendukung beliau. Mereka antara lain: Bani Amir bin Sha'shaah, Bani Nadhir, Bani Hanifah, dan Bani Baqa. Meski demikian beliau terus bergerak hingga Allah mempertemukan beliau dengan suku Auz dan Khazaj. Menurut Ibnu Khalil (2003: 21) metode thalab al-nushrah yang dilakukan Rasulullah SAW secara konsisten meski menghadapi berbagai kesulitan menunjukkan wajibnya perbuatan tersebut .
Keenam, menerapkan ideologi Islam dalam pemerintahan. Setelah mendapatkan dukungan dari pemuka Auz dan Khazraj Rasulullah SAW kemudian mengutus Mus'ab untuk mengawal proses penyiapan masyarakat Madinah. Setalah masyarakat Madinah dianggap siap maka beliau dan kaum Muslim Makkah hijrah ke Madinah yang sekaligus menjadi awal tegaknya negara Islam. Islam kemudian diterapkan secara menyeluruh dan tidak lagi sebatas wacana. Dakwah dan jihad ke seluruh jazirah Arab pun digencarkan secara agresif termasuk ke Mekkah.
Bukan Sekadar Berubah
Inilah beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam rangka menegakkan daulah Islam. Meski hal tersebut dilakukan 14 abad yang lalu namun ia tetap relevan hingga kini bahkan hingga hari Kiamat. Ini karena metode tersebut adalah hukum syara' yang tak berubah dan wajib dipedomani oleh ummat Islam. Metode perjuangan lain seperti reformasi, people power hingga revolusi berdarah dari sisi pergantian kekuasaan dapat saja berhasil. Namun bukan perubahan yang gariskan oleh syara'. Patut dicatat, perubahan yang dikehendaki saat ini bukan sekadar perubahan figur. Namun juga perubahan sistem secara total disamping perubahan pemahaman, standardisasi (amal dan pemikiran) dan ketundukan masyarakat dari sistem kapitalisme kepada ideologi Islam. Lebih dari itu, perubahan yang mengikuti tuntunan Rasulullah merupakan sebuah kewajiban. Mengabaikan metode tersebut tidak hanya akan gagal namun juga akan menuai dosa (QS an-Nur [2]: 63). Wal-Lâh a'lam bi al-shawâb []
AKIDAH YANG TERJUAL DENGAN SEBUAH UCAPAN
oleh : Prince Al-Ayubbi Yahya
Salam perjuangan dari kami, Admin Gasim. Pada kali ini kami ingin menyeru kalian daripada terus menjual akidah islam ini dengan perkara-perkara yang kita selalu di bohongi dan di tipu demi sebuah kepentingan yang langsung tidak mendasar kepada Akidah Islam itu sendiri. Yalah kita mungkin pernah mendengar pernyataan sebegini. Bahwa Tahun baru cina itu hanyalah sebuah perayaan tradisi dan bukan sebahagian dari ajaran agama tertentu. Setelah melaksanakan beberapa penelitian terhadapnya, kami menyatakan kenyataan ini amatlah keliru daripada sebuah kebenaran yang nyata. Persoalannya benarkah Tahun baru cina hanya sebuah perayaan tradisi? Apakah boleh muslim turut merayakan Tahun baru cina? Tulisan pada kali ini berusaha untuk menjelaskan persoalan ini kepada umat Islam, dengan menelaah ajaran agama Khong huchu, serta menelaah hukum syariah Islam yang terkait dengan keterlibatan kaum muslimin dalam perayaan hari raya agama lain.
Tahun baru cina Sebahagian Ajaran Agama Khong hucu, Bukan
Sekadar Tradisi Budaya Tionghoa
Jika kita mendalami agama Khonghucu, khususnya mengenai hari-hari rayanya, akan terbukti bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Sebab sebenarnya Tahun baru cina adalah sebahagian dari ajaran agama Khonghucu, bukan semata-mata tradisi.
Dalam bukunya Mengenal Hari Raya Konfusius (Semarang : Effhar & Dahara Prize, 2003) hal. vi-vii, Hendrik Agus Winarso menyebutkan bahwa masyarakat kurang memahami Hari Raya Konfusius. Kata beliau mencontohkan,”Misalnya Tahun Baru Cina dianggap sebagai tradisi orang Tionghoa.” Dengan demikian, pandangan bahwa Tahun baru cina adalah sekadar tradisi, yang tidak ada hubungannya dengan agama, menurut penulis buku tersebut, adalah suatu kesalahpahaman (Ibid., hal. v).
Dalam buku yang diberi kata sambutan oleh Ketua MATAKIN tahun 2000. Tjhie Tjay Ing itu, pada hal. 58-62, Hendrik Agus Winarso telah membuktikan dengan meyakinkan bahwa Tahun baru cina adalah sebahagian ajaran Khonghucu. Hendrik Agus Winarso menerangkan, Tahun Baru Cina atau disebut juga Sin Cia, merupakan momentum untuk memperbaharui diri. Momentum ini, kata beliau, diisyaratkan dalam salah satu kitab suci Khonghucu, iaitu Kitab Lee Ki, sebahagian Gwat Ling, yang berbunyi :
“Hari permulaan tahun (Liep Chun) jadikanlah sebagai Hari Agung untuk bersembahyang besar ke hadirat Thian, kerana Maha Besar Kebajikan Thian. Dilihat tiada nampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia… (Tiong Yong XV : 1-5).
(Lihat Hendrik Agus Winarso, Mengenal Hari Raya Konfusius, [Semarang : Effhar & Dahara Prize, 2003], hal. 60-61).
Penulis buku tersebut lalu menyimpulkan Tahun baru cina adalah sebahagian ajaran Khonghucu. Beliau mengatakan :
“Dengan demikian, menyambut Tahun Baru bagi umat Khonghucu mengandung arti ketakwaan dan keimanan.” (ibid.,hal. 61).
Maka tidaklah benar pendapat yang menyebutkan bahwa Tahun Baru Cina hanya sekadar adat resam orang Tionghoa, atau Tahun Baru Cina bukanlah perayaan keagamaan. Yang benar, Tahun baru cina justru adalah sebahagian ajaran agama Khonghucu, bukan sekadar tradisi.
Selain itu kenyataan dari wikipedia sendiri dilaman http :// wapedia. Mobi /ms /Tahun _Baru _Cina. “Hari pertama adalah hari bagi mengundang dewa-dewi dari kayangan dan bumi. Kebanyakan orang yang meraikannya, terutamanya penganut agama Buddha, menghindari diri daripada memakan daging pada hari ini kerana adalah dipercayai bahawa ini memastikan mereka akan lanjut usia.” Bukankah ini telah menyuluhkan kepada kita ia bukan sekadar perayaan budaya, atau adat atau tradisi. Tidakkah erti kata “dewa-dewi” itu merupakan perkara yang bercanggah dengan Akidah Islam itu sendiri. Maka yang bengkok semakin terlurus daripada 2 penelitian ini, bahawa sungguh Perayaan Tahun Baru Cina merupakan sebuah perayaan berbentuk Agama, dan terkait dengan sebuah Akidah kufur yang memang bercanggah dari Akidah Islam.
Mengapa Islam Melarang atau Mengharamkan Perayaan Agama.?
Ingin kami tekankan di sini, boleh tidaknya seorang muslim melakukan sesuatu, tidaklah diukur apakah sesuatu itu berasal dari tradisi atau dari agama. Seakan-akan kalau berasal dari tradisi atau adat resam hukumnya boleh-boleh saja dilakukan, sementara kalau dari agama lain hukumnya tidak boleh.
Standard semacam itu sungguh batil dan tidak ada dalam Islam. Kerana standard yang benar menurut Islam, adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Allah SWT berfirman :
ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦۤ أَوۡلِيَآءَۗ قَلِيلاً۬ مَّا تَذَكَّرُونَ (٣)
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya; (tetapi sayang) amatlah sedikit kamu mengambil peringatan.” (QS Al-A’raaf [7] : 3)
Kalimat “maa unzila ilaykum min rabbikum” dalam ayat di atas yang berarti “apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”, artinya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. (Tafsir Al-Baidhawi, [Beirut : Dar Shaadir], Juz III/2).
Jadi suatu perbuatan itu boleh atau tidak boleh dilakukan, tolok ukurnya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Apa saja yang benar menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, bererti boleh dikerjakan. Sebaliknya apa saja yang batil menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, bererti tidak boleh dilakukan a.k.a HARAM.
Maka kalau kita hendak menilai perbuatan muslim turut merayakan Tahun baru cina menurut Islam, tolok ukurnya harus benar. Iaitu harus kita lihat adalah apakah perbuatan itu boleh atau tidak menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, bukan melihat apakah Tahun baru cina itu dari tradisi atau dari agama.
Sungguh kalau seorang muslim menggunakan tolok ukur tadi, iaitu melihat sesuatu itu dari tradisi atau agama, ia akan tersesat. Sebab suatu tradisi tidak selalu benar, adakalanya ia bertentangan dengan Islam dan adakalanya sesuai dengan Islam. Contoh, free sex pada masyarakat Barat yang Kristian. Free sex jelas telah menjadi tradisi Barat, meski perbuatan kotor itu bukan sebahagian agama Kristian/Katholik, kerana agama ini pun mengharamkan zina. Lalu, apakah kerana free sex itu sekadar tradisi, dan bukan agama, lalu umat Islam boleh melaksanakannya? Jelas tetap tidak boleh, bukan? Contoh lain tradisi minum arak, kerana banyak dalam pengertian kitab-kitab agama menyatakan arak juga merupakan sebahagian dari kebinasaan, namun realitinya orang-orang kafir membudayakan dan mengadatasikan minuman ini pada setiap majlis-majlis rasmi mereka, lantas kerana ianya itu sekadar tradisi adakah ianya di benarkan dalam islam melaksanakannya? Jelas juga tidak bolehkan?
Oleh yang demikian, mari kita gunakan barometer (tolok ukur) yang benar untuk menilai suatu perbuatan. Barometernya, bukan dilihat dari segi asalnya apakah suatu perbuatan itu dari tradisi atau agama, melainkan dilihat dari segi boleh tidaknya perbuatan itu menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah. Inilah pandangan yang haq, tidak ada yang lain.
Haram Atas Muslim Turut Merayakan Tahun baru cina
Berdasarkan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari raya agama lain, termasuk Tahun baru cina, baik dengan mengikuti ritual agamanya mahupun tidak, termasuk juga memberi ucapan selamat Gong Xi Fat Chai. Semuanya haram.
Imam Suyuthi berkata,”Juga termasuk perbuatan mungkar, iaitu turut serta merayakan hari raya orang Yahudi, hari raya orang-orang kafir, hari raya selain orang Arab [yang tidak Islami], ataupun hari raya orang-orang Arab yang tersesat. Orang muslim tidak boleh melakukan perbuatan itu, sebab hal itu akan membawa mereka ke jurang kemungkaran…” (Imam Suyuthi, Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida` (terj.), hal. 91).
Khusus mengenai memberi ucapan selamat, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauzahi berkata,”Adapun memberi ucapan selamat yang terkait syiar-syiar kekufuran yang menjadi ciri khas kaum kafir, hukumnya haram menurut kesepakatan ulama, misalnya memberi selamat atas hari raya atau puasa mereka...” (Ahkam Ahli Adz-Dzimmah, [Beirut : Darul Kutub Al-'Ilmiyah], 1995, Juz I/162).
Dalil Al-Qur`an yang mengharamkan perbuatan muslim merayakan hari raya agama kafir di antaranya firman Allah SWT :
وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ ڪِرَامً۬ا
“Dan (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah) orang-orang yang tidak menghadiri kebohongan…” (QS Al-Furqan [25] : 72).
Kalimat “laa yasyhaduuna az-zuur” dalam ayat tersebut menurut Imam Ibnu Taimiyah maknanya yang tepat adalah tidak menghadiri kebohongan (az-zuur), bukan memberikan kesaksian palsu. Dalam bahasa Arab, memberi kesaksian palsu diungkapkan dengan kalimat yasyhaduuna bi az-zuur. Jadi ada tambahan huruf jar yang dibaca bi. Bukan diungkapkan dengan kalimat yasyhaduuna az-zuur (tanpa huruf jar bi). Maka ayat di atas yang berbunyi “laa yasyhaduuna az-zuur” artinya yang lebih tepat adalah ” tidak menghadiri kebohongan”, bukannya ” memberikan kesaksian palsu.” (M. Bin Ali Adh-Dhabi’i, Mukhtarat min Kitab Iqtidha` Shirathal Mustaqim Mukhalafati Ash-habil Jahim (terj.), hal. 59-60)
Sedang kata “az-zuur” (kebohongan) itu sendiri oleh sesebahagian tabi’in seperti Mujahid, adh-Dhahak, Rabi’ bin Anas, dan Ikrimah ertinya adalah hari-hari besar kaum musyrik atau kaum jahiliyah sebelum Islam (Imam Suyuthi, Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida` (terj.), hal. 91-95).
Jadi, ayat di atas adalah dalil haramnya seorang muslim untuk merayakan hari-hari raya agama lain, seperti hari Chritmas, Wesak, Tahun baru cina, Tahun Baru, Valentine Day, dan sebagainya.
Imam Suyuthi berdalil dengan dua ayat lain sebagai dasar pengharaman muslim turut merayakan hari raya agama lain (Lihat Imam Suyuthi, ibid., hal. 92). Salah satunya adalah ayat :
وَلَٮِٕنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم مِّنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِۙ إِنَّكَ إِذً۬ا لَّمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
“Dan sesungguhnya jika kamu [Muhammad] mengikuti keinginan mereka setelah datangnya ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.” (QS Al-Baqarah [2] : 145).
Menurut Imam Suyuthi, larangan pada ayat di atas tidak hanya khusus kepada Nabi SAW, tapi juga mencakup umat Islam secara umum. Larangan tersebut adalah larangan melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang bodoh atau orang kafir [seperti turut merayakan hari raya mereka]. Sedangkan yang mereka lakukan bukanlah perbuatan yang diredhai oleh Allah dan Rasul-Nya (Lihat Imam Suyuthi, ibid., hal. 92).
Adapun dalil As-Sunnah, antara lain Hadits Nabi SAW,“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR Abu Dawud).
Dalam hadits ini Islam telah mengharamkan muslim untuk menyerupakan dirinya dengan kaum kafir pada hal-hal yang menjadi ciri khas kekafiran mereka, adalah hari-hari raya mereka. Maka dari itu, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari-hari raya agama lain (Lihat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Penjelasan Tuntas Hukum Seputar Perayaan, [Solo : Pustaka Al-Ummat], 2006, hal. 76).
Berdasarkan dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah di atas, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan Tahun baru cina dalam segala bentuk dan manifestasinya. Haram bagi muslim ikut-ikutan mengucapkan Gong Xi Fat Chai kepada orang Tionghoa, sebagaimana haram bagi muslim menghiasi rumah atau pejabatnya dengan tanglung khas Cina, atau hiasan naga dan berbagai aksesoris lainnya yang serba berwarna merah. Haram pula baginya mengadakan berbagai macam pertunjukan untuk merayakan Tahun baru cina, seperti live band, karaoke mandarin, dan sebagainya.
Semua bentuk perbuatan tersebut haram dilakukan oleh muslim,
kerana termasuk perbuatan merayakan hari raya agama kafir yang telah diharamkan Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Imbauan Kepada Muslim Etnis Tionghoa khususnya, dan seluruh Ummat Islam umumnya
Terakhir, kami sampaikan seruan dan imbauan kepada saudara-saudara yang muallaf dari etnis Tionghoa, hendaklah Anda masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhannya (kaffah). Janganlah Anda kerana permasalahan ini mengikuti langkah-langkah syaithan, iaini masuk ke dalam agama Islam namun masih mempertahankan sesebahagian ajaran lama yang dulu Anda peluk dan Anda amalkan, seperti perayaan Tahun Baru Cina ini. Apatahlagi seorang muslim dari asalnya, sanggupkah antum menjual akidah antum demi sebuah penghargaan, dan kepentingan yang antum rasakan ianya bisa membawa kebaikkan, walhal dalam masa yang sama antum mencalarkan sendiri keimanan yang antum perolehi? Kita merasa marah bila orang mengherdik nama Allah, mengherdik Rasulullah, dengan menyatakan pelbagai refleksi terhadapnya, tetapi sedar atau tidak dalam persoalan ini, kita sendiri yang telah mencalarkan, mengherdik dan menghina Agama dan akidah kita sendiri. Kita memberontak, bila orang menyatakan dan Nama Allah, walhal di zaman Rasulullah orang quraisy pun terang-terang tahu akan tuhan yang paling berkuasa itu adalah Allah, namun kita tidak pernah memberontak hukum-hukum Allah, perintah-perintah Allah itu dipermainkan, dan diperlekehkan, akidah islam itu terjual, tercalar termasuklah dengan hanya sebuah ucapan “selamat tahun baru cina” oleh tangan-tangan kita sendiri...
Marilah kita bersama-sama renungkan firman Allah SWT :
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِى ٱلسِّلۡمِ ڪَآفَّةً۬ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٲتِ ٱلشَّيۡطَـٰنِۚ إِنَّهُ ۥ لَڪُمۡ عَدُوٌّ۬ مُّبِينٌ۬
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah [2] : 208)
Wallahu a’lam bi al-shawab
Salam perjuangan dari kami, Admin Gasim. Pada kali ini kami ingin menyeru kalian daripada terus menjual akidah islam ini dengan perkara-perkara yang kita selalu di bohongi dan di tipu demi sebuah kepentingan yang langsung tidak mendasar kepada Akidah Islam itu sendiri. Yalah kita mungkin pernah mendengar pernyataan sebegini. Bahwa Tahun baru cina itu hanyalah sebuah perayaan tradisi dan bukan sebahagian dari ajaran agama tertentu. Setelah melaksanakan beberapa penelitian terhadapnya, kami menyatakan kenyataan ini amatlah keliru daripada sebuah kebenaran yang nyata. Persoalannya benarkah Tahun baru cina hanya sebuah perayaan tradisi? Apakah boleh muslim turut merayakan Tahun baru cina? Tulisan pada kali ini berusaha untuk menjelaskan persoalan ini kepada umat Islam, dengan menelaah ajaran agama Khong huchu, serta menelaah hukum syariah Islam yang terkait dengan keterlibatan kaum muslimin dalam perayaan hari raya agama lain.
Tahun baru cina Sebahagian Ajaran Agama Khong hucu, Bukan
Sekadar Tradisi Budaya Tionghoa
Jika kita mendalami agama Khonghucu, khususnya mengenai hari-hari rayanya, akan terbukti bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Sebab sebenarnya Tahun baru cina adalah sebahagian dari ajaran agama Khonghucu, bukan semata-mata tradisi.
Dalam bukunya Mengenal Hari Raya Konfusius (Semarang : Effhar & Dahara Prize, 2003) hal. vi-vii, Hendrik Agus Winarso menyebutkan bahwa masyarakat kurang memahami Hari Raya Konfusius. Kata beliau mencontohkan,”Misalnya Tahun Baru Cina dianggap sebagai tradisi orang Tionghoa.” Dengan demikian, pandangan bahwa Tahun baru cina adalah sekadar tradisi, yang tidak ada hubungannya dengan agama, menurut penulis buku tersebut, adalah suatu kesalahpahaman (Ibid., hal. v).
Dalam buku yang diberi kata sambutan oleh Ketua MATAKIN tahun 2000. Tjhie Tjay Ing itu, pada hal. 58-62, Hendrik Agus Winarso telah membuktikan dengan meyakinkan bahwa Tahun baru cina adalah sebahagian ajaran Khonghucu. Hendrik Agus Winarso menerangkan, Tahun Baru Cina atau disebut juga Sin Cia, merupakan momentum untuk memperbaharui diri. Momentum ini, kata beliau, diisyaratkan dalam salah satu kitab suci Khonghucu, iaitu Kitab Lee Ki, sebahagian Gwat Ling, yang berbunyi :
“Hari permulaan tahun (Liep Chun) jadikanlah sebagai Hari Agung untuk bersembahyang besar ke hadirat Thian, kerana Maha Besar Kebajikan Thian. Dilihat tiada nampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia… (Tiong Yong XV : 1-5).
(Lihat Hendrik Agus Winarso, Mengenal Hari Raya Konfusius, [Semarang : Effhar & Dahara Prize, 2003], hal. 60-61).
Penulis buku tersebut lalu menyimpulkan Tahun baru cina adalah sebahagian ajaran Khonghucu. Beliau mengatakan :
“Dengan demikian, menyambut Tahun Baru bagi umat Khonghucu mengandung arti ketakwaan dan keimanan.” (ibid.,hal. 61).
Maka tidaklah benar pendapat yang menyebutkan bahwa Tahun Baru Cina hanya sekadar adat resam orang Tionghoa, atau Tahun Baru Cina bukanlah perayaan keagamaan. Yang benar, Tahun baru cina justru adalah sebahagian ajaran agama Khonghucu, bukan sekadar tradisi.
Selain itu kenyataan dari wikipedia sendiri dilaman http :// wapedia. Mobi /ms /Tahun _Baru _Cina. “Hari pertama adalah hari bagi mengundang dewa-dewi dari kayangan dan bumi. Kebanyakan orang yang meraikannya, terutamanya penganut agama Buddha, menghindari diri daripada memakan daging pada hari ini kerana adalah dipercayai bahawa ini memastikan mereka akan lanjut usia.” Bukankah ini telah menyuluhkan kepada kita ia bukan sekadar perayaan budaya, atau adat atau tradisi. Tidakkah erti kata “dewa-dewi” itu merupakan perkara yang bercanggah dengan Akidah Islam itu sendiri. Maka yang bengkok semakin terlurus daripada 2 penelitian ini, bahawa sungguh Perayaan Tahun Baru Cina merupakan sebuah perayaan berbentuk Agama, dan terkait dengan sebuah Akidah kufur yang memang bercanggah dari Akidah Islam.
Mengapa Islam Melarang atau Mengharamkan Perayaan Agama.?
Ingin kami tekankan di sini, boleh tidaknya seorang muslim melakukan sesuatu, tidaklah diukur apakah sesuatu itu berasal dari tradisi atau dari agama. Seakan-akan kalau berasal dari tradisi atau adat resam hukumnya boleh-boleh saja dilakukan, sementara kalau dari agama lain hukumnya tidak boleh.
Standard semacam itu sungguh batil dan tidak ada dalam Islam. Kerana standard yang benar menurut Islam, adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Allah SWT berfirman :
ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦۤ أَوۡلِيَآءَۗ قَلِيلاً۬ مَّا تَذَكَّرُونَ (٣)
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya; (tetapi sayang) amatlah sedikit kamu mengambil peringatan.” (QS Al-A’raaf [7] : 3)
Kalimat “maa unzila ilaykum min rabbikum” dalam ayat di atas yang berarti “apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”, artinya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. (Tafsir Al-Baidhawi, [Beirut : Dar Shaadir], Juz III/2).
Jadi suatu perbuatan itu boleh atau tidak boleh dilakukan, tolok ukurnya adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Apa saja yang benar menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, bererti boleh dikerjakan. Sebaliknya apa saja yang batil menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, bererti tidak boleh dilakukan a.k.a HARAM.
Maka kalau kita hendak menilai perbuatan muslim turut merayakan Tahun baru cina menurut Islam, tolok ukurnya harus benar. Iaitu harus kita lihat adalah apakah perbuatan itu boleh atau tidak menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah, bukan melihat apakah Tahun baru cina itu dari tradisi atau dari agama.
Sungguh kalau seorang muslim menggunakan tolok ukur tadi, iaitu melihat sesuatu itu dari tradisi atau agama, ia akan tersesat. Sebab suatu tradisi tidak selalu benar, adakalanya ia bertentangan dengan Islam dan adakalanya sesuai dengan Islam. Contoh, free sex pada masyarakat Barat yang Kristian. Free sex jelas telah menjadi tradisi Barat, meski perbuatan kotor itu bukan sebahagian agama Kristian/Katholik, kerana agama ini pun mengharamkan zina. Lalu, apakah kerana free sex itu sekadar tradisi, dan bukan agama, lalu umat Islam boleh melaksanakannya? Jelas tetap tidak boleh, bukan? Contoh lain tradisi minum arak, kerana banyak dalam pengertian kitab-kitab agama menyatakan arak juga merupakan sebahagian dari kebinasaan, namun realitinya orang-orang kafir membudayakan dan mengadatasikan minuman ini pada setiap majlis-majlis rasmi mereka, lantas kerana ianya itu sekadar tradisi adakah ianya di benarkan dalam islam melaksanakannya? Jelas juga tidak bolehkan?
Oleh yang demikian, mari kita gunakan barometer (tolok ukur) yang benar untuk menilai suatu perbuatan. Barometernya, bukan dilihat dari segi asalnya apakah suatu perbuatan itu dari tradisi atau agama, melainkan dilihat dari segi boleh tidaknya perbuatan itu menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah. Inilah pandangan yang haq, tidak ada yang lain.
Haram Atas Muslim Turut Merayakan Tahun baru cina
Berdasarkan dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari raya agama lain, termasuk Tahun baru cina, baik dengan mengikuti ritual agamanya mahupun tidak, termasuk juga memberi ucapan selamat Gong Xi Fat Chai. Semuanya haram.
Imam Suyuthi berkata,”Juga termasuk perbuatan mungkar, iaitu turut serta merayakan hari raya orang Yahudi, hari raya orang-orang kafir, hari raya selain orang Arab [yang tidak Islami], ataupun hari raya orang-orang Arab yang tersesat. Orang muslim tidak boleh melakukan perbuatan itu, sebab hal itu akan membawa mereka ke jurang kemungkaran…” (Imam Suyuthi, Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida` (terj.), hal. 91).
Khusus mengenai memberi ucapan selamat, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauzahi berkata,”Adapun memberi ucapan selamat yang terkait syiar-syiar kekufuran yang menjadi ciri khas kaum kafir, hukumnya haram menurut kesepakatan ulama, misalnya memberi selamat atas hari raya atau puasa mereka...” (Ahkam Ahli Adz-Dzimmah, [Beirut : Darul Kutub Al-'Ilmiyah], 1995, Juz I/162).
Dalil Al-Qur`an yang mengharamkan perbuatan muslim merayakan hari raya agama kafir di antaranya firman Allah SWT :
وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ ڪِرَامً۬ا
“Dan (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah) orang-orang yang tidak menghadiri kebohongan…” (QS Al-Furqan [25] : 72).
Kalimat “laa yasyhaduuna az-zuur” dalam ayat tersebut menurut Imam Ibnu Taimiyah maknanya yang tepat adalah tidak menghadiri kebohongan (az-zuur), bukan memberikan kesaksian palsu. Dalam bahasa Arab, memberi kesaksian palsu diungkapkan dengan kalimat yasyhaduuna bi az-zuur. Jadi ada tambahan huruf jar yang dibaca bi. Bukan diungkapkan dengan kalimat yasyhaduuna az-zuur (tanpa huruf jar bi). Maka ayat di atas yang berbunyi “laa yasyhaduuna az-zuur” artinya yang lebih tepat adalah ” tidak menghadiri kebohongan”, bukannya ” memberikan kesaksian palsu.” (M. Bin Ali Adh-Dhabi’i, Mukhtarat min Kitab Iqtidha` Shirathal Mustaqim Mukhalafati Ash-habil Jahim (terj.), hal. 59-60)
Sedang kata “az-zuur” (kebohongan) itu sendiri oleh sesebahagian tabi’in seperti Mujahid, adh-Dhahak, Rabi’ bin Anas, dan Ikrimah ertinya adalah hari-hari besar kaum musyrik atau kaum jahiliyah sebelum Islam (Imam Suyuthi, Al-Amru bi Al-Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida` (terj.), hal. 91-95).
Jadi, ayat di atas adalah dalil haramnya seorang muslim untuk merayakan hari-hari raya agama lain, seperti hari Chritmas, Wesak, Tahun baru cina, Tahun Baru, Valentine Day, dan sebagainya.
Imam Suyuthi berdalil dengan dua ayat lain sebagai dasar pengharaman muslim turut merayakan hari raya agama lain (Lihat Imam Suyuthi, ibid., hal. 92). Salah satunya adalah ayat :
وَلَٮِٕنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم مِّنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِۙ إِنَّكَ إِذً۬ا لَّمِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
“Dan sesungguhnya jika kamu [Muhammad] mengikuti keinginan mereka setelah datangnya ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.” (QS Al-Baqarah [2] : 145).
Menurut Imam Suyuthi, larangan pada ayat di atas tidak hanya khusus kepada Nabi SAW, tapi juga mencakup umat Islam secara umum. Larangan tersebut adalah larangan melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang bodoh atau orang kafir [seperti turut merayakan hari raya mereka]. Sedangkan yang mereka lakukan bukanlah perbuatan yang diredhai oleh Allah dan Rasul-Nya (Lihat Imam Suyuthi, ibid., hal. 92).
Adapun dalil As-Sunnah, antara lain Hadits Nabi SAW,“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR Abu Dawud).
Dalam hadits ini Islam telah mengharamkan muslim untuk menyerupakan dirinya dengan kaum kafir pada hal-hal yang menjadi ciri khas kekafiran mereka, adalah hari-hari raya mereka. Maka dari itu, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan hari-hari raya agama lain (Lihat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Penjelasan Tuntas Hukum Seputar Perayaan, [Solo : Pustaka Al-Ummat], 2006, hal. 76).
Berdasarkan dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah di atas, haram hukumnya seorang muslim turut merayakan Tahun baru cina dalam segala bentuk dan manifestasinya. Haram bagi muslim ikut-ikutan mengucapkan Gong Xi Fat Chai kepada orang Tionghoa, sebagaimana haram bagi muslim menghiasi rumah atau pejabatnya dengan tanglung khas Cina, atau hiasan naga dan berbagai aksesoris lainnya yang serba berwarna merah. Haram pula baginya mengadakan berbagai macam pertunjukan untuk merayakan Tahun baru cina, seperti live band, karaoke mandarin, dan sebagainya.
Semua bentuk perbuatan tersebut haram dilakukan oleh muslim,
kerana termasuk perbuatan merayakan hari raya agama kafir yang telah diharamkan Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Imbauan Kepada Muslim Etnis Tionghoa khususnya, dan seluruh Ummat Islam umumnya
Terakhir, kami sampaikan seruan dan imbauan kepada saudara-saudara yang muallaf dari etnis Tionghoa, hendaklah Anda masuk ke dalam agama Islam secara keseluruhannya (kaffah). Janganlah Anda kerana permasalahan ini mengikuti langkah-langkah syaithan, iaini masuk ke dalam agama Islam namun masih mempertahankan sesebahagian ajaran lama yang dulu Anda peluk dan Anda amalkan, seperti perayaan Tahun Baru Cina ini. Apatahlagi seorang muslim dari asalnya, sanggupkah antum menjual akidah antum demi sebuah penghargaan, dan kepentingan yang antum rasakan ianya bisa membawa kebaikkan, walhal dalam masa yang sama antum mencalarkan sendiri keimanan yang antum perolehi? Kita merasa marah bila orang mengherdik nama Allah, mengherdik Rasulullah, dengan menyatakan pelbagai refleksi terhadapnya, tetapi sedar atau tidak dalam persoalan ini, kita sendiri yang telah mencalarkan, mengherdik dan menghina Agama dan akidah kita sendiri. Kita memberontak, bila orang menyatakan dan Nama Allah, walhal di zaman Rasulullah orang quraisy pun terang-terang tahu akan tuhan yang paling berkuasa itu adalah Allah, namun kita tidak pernah memberontak hukum-hukum Allah, perintah-perintah Allah itu dipermainkan, dan diperlekehkan, akidah islam itu terjual, tercalar termasuklah dengan hanya sebuah ucapan “selamat tahun baru cina” oleh tangan-tangan kita sendiri...
Marilah kita bersama-sama renungkan firman Allah SWT :
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِى ٱلسِّلۡمِ ڪَآفَّةً۬ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٲتِ ٱلشَّيۡطَـٰنِۚ إِنَّهُ ۥ لَڪُمۡ عَدُوٌّ۬ مُّبِينٌ۬
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah [2] : 208)
Wallahu a’lam bi al-shawab
Langganan:
Komentar (Atom)