KALO NGENET INGAT WAKTU YA...

Kamis, 20 Januari 2011

SERUAN AKAN PERUBAHAN

Ini adalah seruan untuk menularkan spirit perubahannya menuju tatanan kehidupan yang islami...
kita berjuang di peran dan posisi masing2 secara maksimal dimanapun kita berada...
berjuang menegakkan kemuliaan Islam dan Kaum muslimin...
......Insya Allah Islam akan tegak di generasi kita..
......Insya Allah ini adalah abad khiLafah..
...
Mahasiswa dan Perubahan
Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekulerisme mengatur Indonesia, terlepas dari siapa pun yang berkuasa. Hal yang sama juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah menyebabkan rakyat terus menerus hidup dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. Sampai saat ini fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan berbagai problem lain, termasuk penjajahan dalam segala bentuknya, senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumberdaya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya, rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat.

Keberadaan gerakan mahasiswa dalam konstelasi sosial politik di negeri ini tak bisa dipandang sebelah mata. Diakui atau tidak, keberadaan mereka menjadi salah satu kekuatan yang selalu dipertimbangkan oleh berbagai kelompok kepentingan (interest group) terutama pengambil kebijakan, yakni negara.

Hal ini dibuktikan dengan kepeloporan peran mahasiswa dalam setiap perubahan. Tumbangnya Orde Lama tahun 1966, Peristiwa Lima Belas Januari (MALARI) tahun 1974, dan terakhir pada runtuhnya Orde Baru tahun 1998. Sepanjang itu pula mahasiswa telah berhasil mengambil peran yang signifikan dengan terus menggelorakan energi “perlawanan” dan bersikap kritis membela kebenaran dan keadilan.

Akan tetapi, sejarah juga sudah membuktikan bahwa dari setiap fase perubahan yang berhasil dilakukan oleh mahasiswa, nasib rakyat tetap tidak berubah. Kemiskinan, penderitaan, kebodohan dan lain sebagainya tetap akrab pada diri ummat dan negeri ini pada umumnya. Padahal tidak satupun yang meragukan tentang kekayaan yang dimiliki negeri. Untuk mengatasi problem ini harus ada pergantian konsep filosofi bernegara karena pergantian kepemimpinan saja ternyata tidak cukup. Dalam upaya pergantian inilah menjadi keniscayaan mahasiswa kembali menunjukkan perannya.

Oleh karenanya harus ada dekontruksi pergerakan mahasiswa. Pergerakan menuju perubahan hakiki nan mulia. Terlalu bodoh jika kita masih berharap pada kapitalis-demokrasi yang justru menyengsarakan rakyat. ta rasional jika kita berharap pada sosialis.
Kita hanya bisa berharap pada Islam melalui penegakkan Syariah dan Khilafah.
Perjuangan penegakkan Syariah dan khilafah ini hendaknya menjadi agenda utama pergerakan mahasiswa. Selain secara konsep rasional hanya islam yang mampu menyelesaikan problematika manusia.di samping itu penerapan Syariah dan Khilafah adalah tuntutan yang tegas dari ALLAH agar manusia menjadikan Islam sebagai satu2nya sistem hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupannya.
DEMI TUHANMU, MEREKA PADA HAKIKATNYA TIDAK BERIMAN HINGGA MEREKA MENJADIKAN ENGKAU HAKIM DALAM PERKARA YANG MEREKA PERSELISIHKAN. KEMUDIAN MEREKA TUDAK MERASA KEBERATAN ATAS PUTUSAN YANG ENGKAU BERIKAN, DAN MERAKA MENERIMA DENGAN SEPENUHNYA [TQS SURAT ANNISA 4:65]
....
SESUNGGUHNYA JAWABAN ORANG2 MUKMIN JIKA MEREKA DIPANGGIL KEPADA ALLAH DAN ROSULNYA AGAR MENGHUKUMI(MENGADILI) DIANTARA MEREKA, IALAH UCAPAN "KAMI DENGAR DAN KAMI TAAT". (TQS ANNUR :51)

Source :Irwan Gunawan