Perkenalkanlah Aku…
Aku adalah seseorang yang telah berjanji mencintai Allah dan RasulNya melebihi apapun di dunia ini. Walaupun hal tersebut hanya ku ucapkan di dalam hati saja dan hanya aku dan Dia yang tahu.
Tapi mengapa?
Ketika ayat2 cintaNya diperdengarkan. Aku masih bersanding dengan cinta yang lain. Disaat yang bersamaan aku masih rindu dengan yang lain. Hingga hilanglah pertemuan di awal waktu dengan cinta yang sesungguhnya. Sang kekasih abadi. Apakah ini yg disebut mencintai Allah dan RasulNya? Telat melulu ketemuannya! Padahal udah janjian tuh! Ada jadwal rutinnya lagi…
Hey…! Ingatlah aku…
Aku adalah seseorang yang mengazamkan hati untuk menyampaikan surat2 cintaNya kepada umat. Orang yang memberitahu tentang betapa indahnya Islam sbg Ideologi yang diridhoiNya. Memberitahu betapa sempurnanya sistem dan aturan yang dibuatNya. Orang yang mengabarkan bahwa disetiap bait dari surat2Nya penuh dengan kerinduan, pengampunan dan rahmatNya. Mengabarkan disetiap pesan dan janjiNya penuh dengan kepastian akan keadilan disertai kemuliaan dan pertolonganNya.
Tapi mengapa?
Surat2Nya yang ‘special’ dikirimkanNya untukku, di amanahkanNya kepadaku sbg org yang menyampaikan surat2Nya, tdk pernah kubalas, bahkan mengulangi membaca dan memahami surat2Nya sbg tanda rinduku pun terlampau jarang kulakukan. Bagaimana mungkin ku mampu merubah dunia, memahamkan tentang kabar gembira dan peringatan dari surat2Nya, bila aku sendiri belum berubah secara fikriyah dan nafsiyah karena masih jarang mengkaji surat2Nya, masih ku tercemari pemikiran2 asing dan kufur!
Hey…! Ingatlah aku…
Aku adalah seseorang yang menyatakan diri berhijrah menjadi salah satu dari jutaan pejuang2Nya yang tangguh. Menjadi pengemban dan pembela risalah Rasulullah yang suci mewangi. Seorang ksatria intelektual penghancur sistem kufur dan prajurit jihad untuk tangan2 tiran dan dzalim!
Tapi mengapa?
Disaat sahabat2ku berinteraksi dgn umat, ku malah absen disaat yang tak tepat. Disaat teman2 seperjuanganku mencurahkan seluruh daya pikir dan tenaganya untuk kegiatan2 dakwah, ku malah asyik terbawa suasana hati, ku malah terbuai dengan aktivitas yang ku anggap itu dakwah. Kuterlena waktu dan kealpaan. Disaat yang dibutuhkan, disaat dimana org2 terdekat, kawan2 terbaikku mengharapkan aku ada disamping mereka, menemani mereka dalam perjuangan ini, ku malah sibuk dengan berbagai alasan yang ku anggap itu syar’i. Ya! Aku sibuk… bahkan sangat sibuk, mohon pengertiannya pintaku! Ya! Aku disibukkan oleh urusan dunia bukan urusan akhirat!.
*semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari seseorang yang bernama Aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar